Pendopo
Dari :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat
Ke :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat

Polling

Bagaimanakah sikap Anda tentang pernyataan mundur Sultan Hamengku Buwono X pada pencalonan Gubernur DIY 2008 mendatang?

  • Tidak setuju
  • Setuju
  • Tidak tahu

Tangga Lagu

1
3 Hari Untuk Selamanya

Float

2
I Love You

Dewi Sandra

3
Malaikat Cinta

Kapten

4
Zzzttt…

Endank Soekamti

5
Boss

Neo

6
Kekasih Sejati

Yovie Feat. Monita

7
Curhat

Numata

8
Ada Cinta

Acha Sepriasa & Irwansyah

9
Segitiga

Pixel

10
Slalu Begitu

Slank

Radio Prambors 95.8 FM Jogja

Indeks

Kota Madya Yogyakarta


 Muka   |   Lihat Peta   |   Hubungi Kami  

Kompl. Walikota Yogyakarta, Jl. Kenari No. 56 Yogyakarta INDONESIA 55165
telp: +62-274-514448, 515865, 515866 fax: +62-274-520332 Hubungi Kami www.jogja.go.id

Kota Yogyakarta berkedudukan sebagai ibukota Propinsi DIY dan merupakan satu-satunya daerah tingkat II yang berstatus Kota di samping empat daerah tingkat II lainnya yang berstatus sebagai Kabupaten yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunung Kidul. Kota Yogyakarta terletak di tengah-tengah Propinsi DIY di mana terletak Kraton sebagai pusat dari segala kegiatan masyarakat Yogyakarta. Kota Yogyakarta merupakan tempat di mana kehangatan, keakraban, dan kedamaian dapat diperoleh selain menyimpan banyak kisah yang perlu Anda telusuri ketika berkunjung ke Jogja.
  
STRUKTUR:
Walikota: H. Herry Zudianto, SE., Akt., MM
Wakil: Drs. H. Haryadi Suyuti
Sekretaris Daerah: Drs. Rapingun

NoKecamatanPimpinanAlamat
1DanurejanDrs. YuniarnoJl. Hayam wuruk No. 28 Yogyakarta INDONESIA
2WirobrajanDrs. SuparjiJl. Kapt.P.Tendean Gg dorodasih No. 16 Yogyakarta INDONESIA
3MantrijeronSupjandono, SHJl. D.I. Panjaitan No. 84 Yogyakarta INDONESIA
4GondomananDrs. Achmad FadliJl. Ibu ruswo No. 3A Yogyakarta INDONESIA
5TegalrejoDrs. Sularto SugiyantoJl. Tompeyan III/219 Yogyakarta INDONESIA
6KotagedeDrs. Kris Sarjono SutejoJl. Nyi wijiadisono No. 39 Yogyakarta INDONESIA
7MergangsanSuhardjono, bchkJl. Tamansiswa No. 39 Yogyakarta INDONESIA
8JetisDrs. H. PurwantoJl. Pangeran diponegoro 91 Yogyakarta INDONESIA
9GedongtengenDrs. SudartoJl. Jlagran lor No. 52 Yogyakarta INDONESIA
10NgampilanParno Widodo, SHJl. K.H. Wachid Hasyim 12 Yogyakarta INDONESIA
11PakualamanDrs. SudarsonoJl. Sultan Agung No. 133 Yogyakarta INDONESIA
12GondokusumanDrs. Dirsyam WimonoJl. Munggur No. 32 Yogyakarta INDONESIA
13UmbulharjoDrs. Wahyu widayat, MscJl. Glagah sari No. 99 Yogyakarta INDONESIA
14KratonDrs. MardjukiJl. Rotowijayan No. 6 Yogyakarta INDONESIA


KONDISI GEOGRAFIS KOTA MADYA YOGYAKARTA
BATAS WILAYAH
Kota Yogyakarta berkedudukan sebagai ibukota Propinsi DIY dan merupakan satu-satunya daerah tingkat II yang berstatus Kota di samping 4 daerah tingkat II lainnya yang berstatus Kabupaten
Kota Yogyakarta terletak ditengah-tengah Propinsi DIY, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut
Sebelah utara : Kabupaten Sleman
Sebelah timur : Kabupaten Bantul & Sleman
Sebelah selatan : Kabupaten Bantul
Sebelah barat : Kabupaten Bantul & Sleman
Wilayah Kota Yogyakarta terbentang antara 11OO 24° 19° sampai 11OO 28° 53° Bujur Timur dan 7° 49° 26° sampai 070° 15° 24° Lintang Selatan dengan ketinggian rata-rata 114 m diatas permukaan laut
 
KEADAAN ALAM
Secara garis besar Kota Yogyakarta merupakan dataran rendah dimana dari barat ke timur relatif datar dan dari utara ke selatan memiliki kemiringan ± 1 derajat, serta terdapat 3 (tiga) sungai yang melintas Kota Yogyakarta, yaitu :
Sebelah timur adalah Sungai Gajah Wong
Bagian tengah adalah Sungai Code
Sebelah barat adalah Sungai Winongo
 
LUAS WILAYAH
Dengan luas 3.250 hektar tersebut terbagi menjadi 14 Kecamatan, 45 Kelurahan, 617 RW, dan 2.531 RT, serta dihuni oleh 489.000 jiwa (data per Desember 1999) dengan kepadatan rata-rata 15.000 jiwa/Km²
 
TIPE TANAH
Kondisi tanah Kota Yogyakarta cukup subur dan memungkinkan ditanami berbagai tanaman pertanian maupun perdagangan, disebabkan oleh letaknya yang berada didataran lereng gunung Merapi (fluvia vulcanic foot plain) yang garis besarnya mengandung tanah regosol atau tanah vulkanis muda
Sejalan dengan perkembangan Perkotaan dan Pemukiman yang pesat, lahan pertanian Kota setiap tahun mengalami penyusutan. Data tahun 1999 menunjukkan penyusutan 7,8% dari luas area Kota Yogyakarta (3.249,75) karena beralih fungsi, (lahan pekarangan)
 
IKLIM
Tipe iklim "AM dan AW", curah hujan rata-rata 2.012 mm/thn dengan 119 hari hujan, suhu rata-rata 27,2°C dan kelembaban rata-rata 24,7%. Angin pada umumnya bertiup angin muson dan pada musim hujan bertiup angin barat daya dengan arah 220° bersifat basah dan mendatangkan hujan, pada musim kemarau bertiup angin muson tenggara yang agak kering dengan arah ± 90° - 140° dengan rata-rata kecepatan 5-16 knot/jam
 
DEMOGRAFI
Pertambahan penduduk Kota dari tahun ke tahun cukup tinggi, pada akhir tahun 1999 jumlah penduduk Kota 490.433 jiwa dan sampai pada akhir Juni 2000 tercatat penduduk Kota Yogyakarta sebanyak 493.903 jiwa dengan tingkat kepadatan rata-rata 15.197/km²
Angka harapan hidup penduduk Kota Yogyakarta menurut jenis kelamin, laki-laki usia 72,25 tahun dan perempuan usia 76,31 tahun.
 
SEJARAH
Sesudah perjanjian Giyanti (Palihan Nagari) pada tahun 1775, Mataram dibagi menjadi dua kerajaan, Kasultanan Surakarta Hadiningrat di bawah kekuasaaan Sunan Pakubuowono III dan Kasultanan NgaYogyakarta Hadiningrat. Sesudah perjanjian Giyanti, pangeran Mangkubumi - saudara laki-laki Susunuhan Pakubuwono II - dinobatkan menjadi raja NgaYogyakarta Hadiningrat dengan nama Sultan Hamengku Buwono I. Beliaulah yang mengawali garis keturunan para Sultan yang sampai saat ini masih tinggal tinggal di Kraton dan berperan penting dalam budaya masyarakat Jawa. Kerajaan kedua disebut dengan Yogyakarta, sekarang lebih dikenal dengan Yogya.
Pada tahun 1813, di bawah kekuasaan Inggris, untuk ketiga kalinya perpecahan terjadi di kerajaan Mataram. Pangeran Noto Kusumo, anak laki-laki Hamengku Buwono I, dinobatkan menjadi Pangeran Paku Alam I dan tinggal terpisah dari Kasultanan Yogyakarta.
Pada saat Republik Indonesia didirikan tanggal 17 Agustus 1945, sesudah proklamasi kemerdekaan, NgaYogyakarta Hadiningrat (Kasultanan) dan Pakualaman (Kadipaten) bergabung menjadi satu propinsi dan menjadi bagian dari Republik Indonesia dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai gubernur dan Sri Paku Alam VIII sebagai wakil gubernur. Sejak saat itu dikenal sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta dan berstatus propinsi pada tahun 1950 sebagai penghargaan karena berperan penting dalam berperang demi kemerdekaan.


Tempat Menarik Sekitarnya


ATM BCA Happy Land
Jl. Ipda Tut Harsono No. 53 Yogyakarta INDONESIA 55165
PT. Eka Surya Alam
Timoho Regency Kav. A2, Jl. Kenari Yogyakarta INDONESIA 55281
telp: +62-274-373044
fax: +62-274-373044
RSS  RSS Feed
  • Paribasan

    bathang (Jawa)

         bangkai (Indonesia)

         rotten meat (English)

     

    bathang ucap-ucap

     

    Bepergian hanya berdua.

     


    Travelling with only one company.

     

  • Perhitungan Weton

     

    Silakan mengisi tanggal lahir Anda
    Tampilan dalam bentuk pop up

     

  • Kesaksian

    Makaseh Gudeg.Net yang mampu ngurangin rasa kangen kami sekeluarga dengan Jogja.   9,5 tahun pernah tinggal di Jogja bukanlah waktu yang pendek ... sungguh sarat dengan kenangan.   Kini kami jauh di negri orang, Jogja tetap prioritas utama tujuan tour cuti tahunan kami sekeluarga ...
    Firdaus R Yahya(44) - Karyawan

    Indeks

     

  • Beritahu Teman

    Beritahu teman Anda tentang situs GudegNet

    Kode       

     

  •  

  •  

  • Google