Pendopo
Dari :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat
Ke :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat

Polling

Bagaimanakah sikap Anda tentang pernyataan mundur Sultan Hamengku Buwono X pada pencalonan Gubernur DIY 2008 mendatang?

  • Tidak setuju
  • Setuju
  • Tidak tahu

Tangga Lagu

1
Pork And Beans

Weezer

2
Inside The Fire

Disturbed

3
Oxford Comma

Vampire Weekends

4
Can't Get U Out Of My Head

Marion Dacal

5
Run The Show

Kat Deluna Ft. Busta Rhymes

6
I Through It Was Over

The Feeling

7
That's Not My Name

The Tings Tings

8
The Only One

The Cure

9
Violet Hill

Coldplay

10
Forever

Chris Brown

Radio Geronimo 106,1 FM

Indeks

Ngrapyak Sendang


Dusun Gondangan, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo INDONESIA

Gondangan adalah sebuah pedusunan yang termasuk dalam wilayah Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo. Untuk menuju ke dusun Gondangan, dari jalan besar, kita masuk melalui jalan desa yang tidak beraspal. Jalan ini menanjak, terletak di tebing pegunungan Seribu, dan di sampingnya adalah jurang yang cukup dalam. Bisa dikatakan bahwa letak dusun Gondongan ini berada di pedalaman pegunungan. Letak ketinggiannya kurang lebih 200-300 meter di atas permukaan air laut.

Penduduk Dusun Gondangan yang umumnya berladang ini sangat berhati-hati dalam menggunakan air. Untuk kebutuhan air minum dan memasak, penduduk mengambil air dari Sendangreja yang dipercayai ditunggui oleh dhanyang wanita bernama Raden Ayu Ambar Wungu. Berdasarkan kepercayaan setempat, dhanyang ini memiliki saudara laki-laki bernama Raden Bagus Gandhungmlathi yang tinggal di lereng Gunung Merapi.

Upacara Ngrapyak Sendang berasal dari kata "krapyak" yang artinya "pagar". Ngrapyak Sendang bisa dimengerti sebagai kegiatan membuat pagar untuk sendang, karena upacara ini diadakan hanya jika pagar sendang rusak. Tujuan dari upacara Ngrapyak Sendang adalah para penduduk memohon kepada Yang Maha Agung melalui dhanyang Raden Ayu Ambar Wungu dan Raden Bagus Damarjati yang menunggu pundhen Paroman, serta memohon agar air Sendangreja tetap mencukupi kebutuhan air seluruh penduduk.

Pelaksanaan upacara Ngrapyak Sendang ini tiba pada hari Jumat Kliwon sekitar pukul 12.30 WIB. Untuk bulan dan tanggalnya tidak ditentukan karena bergantung pada keadaan pagar sendang. Apabila pagar sendang tidak segera diperbaiki, akan muncul rasa tidak tenteram di antara penduduk. Banyak yang mudah emosi, tanaman gagal, dan hampir semua kegiatan penduduk tidak membawa hasil, dan sebagainya. Hal ini dipercaya berkaitan erat dengan sikap penduduk yang tidak segera memperbaiki pagar sendang. Mereka percaya bahwa dhanyang penunggu sendang merasa tidak diperhatikan sehingga marah.

Oleh karena itu, kepala dusun mengadakan musyawarah bersama pinisepuh, panembahan, dan tokoh masyarakat untuk menyelenggarakan upacara adat Ngrapyak Sendang. Karena krapyak lama telah rusak, maka diperlukan bambu, yang dipilih adalah pring putih atau pring apus. Bambu putih yang akan digunakan krapyak sudah harus ditebang sebulan sebelum Ngrapyak. Kemudian mendekati hari pelaksanaan, para penduduk bergotong royong membuat pagar yang melingkar. Penebangan bambu ditentukan pada pasaran Pahing dan tidak disertai selamatan.

Prosesi upacara Ngrapyak Sendang diikuti oleh seluruh penduduk Dusun Gondangan yang berjumlah kurang lebih 77 kepala keluarga. Upacara tersebut dilengkapi dengan sesajian yang berupa:
- Nasi Tumpeng, yang terdiri dari tumpeng alus (keimanan) dan tumpeng robyong (kemakmuran),
- Golong, yang dibuat dari nasi bulat jumlahnya 7 buah, yaitu Golong Sejodho (2 buah) sebagai lambang suami istri, Golong Empat (4 buah) sebagai lambang empat arah mata angin, dan Golong Pancer (1 buah) sebagai lambang satu tujuan yaitu hidup rukun,
- Ambeng, (2 buah) untuk menghormati leluhur
- Ingkung Ayam Jantan, untuk menyampaikan keselamatan bersama,
- Rujak Degan untuk menghormati Sunan Kalijaga,
- Lauk pauk, sebagai pelengkap sesaji
- Empon–empon atau tukon pasar, untuk menghormati Wali Sanga
- Rokok putih, untuk menghormati yang menunggu sendang
 
Setelah siap, seluruh rangkaian sesaji dibawa oleh setiap kepala keluarga ke sendang untuk didoakan (kenduri) yang dipimpin oleh Rois. Juru Kunci dan Panembahan bertugas untuk membakar kemenyan. Selama kenduri berlangsung, kaum perempuan mengikuti rangkaian upacara dari luar pagar. Selesai kenduri, para penduduk makan sesaji bersama, dan juga yang membawa pulang sebagai ngalap berkah.

Rangkaian terakhir adalah hiburan kesenian yang berupa Jathilan atau Jaran Kepang. Terkadang acara ini juga diisi Tayuban sebagai penutup seluruh rangkaian upacara adat Ngrapyak Sendang.



RSS  RSS Feed
  • Paribasan

    butuh (Jawa)

         butuh, keperluan (Indonesia)

         needs (English)

     

    tambel butuh

     

    Sesuatu yang dipakai sebagai cadangan untuk pengganti yang diperlukan.

     


    Something used to be a backup, a subtitute

     

  • Perhitungan Weton

     

    Silakan mengisi tanggal lahir Anda
    Tampilan dalam bentuk pop up

     

  • Kesaksian

    Jogja ... duh rindu banget aku. Walaupun aku asli Kalimantan, Jogja tempatku lahir, besar, yg sekarang kutinggal kambali ke Kalimantan! Jogja kembali dekat lagi setelah ku temukan Gudeg.Net, thanks!   Ketika kami kembali, Jogja sudah berubah, banyak puing2 berserakan, tapi tetap kulihat ...
    Laila Iskandar(27) - Swasta

    Indeks

     

  • Beritahu Teman

    Beritahu teman Anda tentang situs GudegNet

    Kode       

     

  •  

  •  

  • Google