

Bagaimanakah sikap Anda tentang pernyataan mundur Sultan Hamengku Buwono X pada pencalonan Gubernur DIY 2008 mendatang?
Seurieus
Slank
Ika Putri Feat. Ayat
The Titans
Magneto
Bonus
Samsons
Sind3ntos ca
Peterpan
Ada Band
Ayah dari Sudargono, Sudarso adalah pelukis terkemuka, jadi tidak heran kalau darah seni mengalir di dirinya. Belajar langsung di bawah bimbingan ayahnya dan beberapa pelukis senior seperti Affandi dan Hendra Gunawan. Ia menempuh gelar sarjana dari IKJ tahun 1975. Kemudian ia mendirikan Gono Art Studio dan Joglo Jago, workshop seni di studionya.
Di awal tahun 1997, Gono melukis "Embro Kanibal", karena merasa ketegangan dan ancaman kebiadaban yang makin mencekam di masyarakat. Di akhir tahun 1998 Gono memproduksi album Sawung Jabo "Goro–Goro", dan merasakan ketegangan masyarakat Jawa Timur yang digoncang pembunuhan dengan isu ninja saat pentas di Jember.
Dalam situasi yang tidak menentu itu muncul karya-karya Gono seperti "Canibal Dimimikri Embrio"; "Mecah Telor"; "Maling Bangkai Pencuri"; serta "In Devide et Impera Land" yang mengandung muatan-muatan sosial politik.
Banyak pameran telah ia ikuti diantaranya ASSET’92 di Casaluna Gallery Ubud Bali; pameran bersama di Tasikmalaya; Bonhams Glerum di Shangrai La Hotel Singapura dan London; pameran tunggal di Bentara Budaya Yogyakarta, serta masih banyak pameran lainnya.


bali (Jawa)
kembali; pulang ke rumah (Indonesia)
back; to go home (English)
kabali suara
Bawahan yang berani menentang atasannya.
Silakan mengisi tanggal lahir Anda Tampilan dalam bentuk pop up
Dulu aku kuliah di Jogja, di Univ. Muh. Yogya dan kini tinggal dan bekerjadi
Jember.. kalau kangen dengan Jogja, lebih sering aku mbuka mbuka situs www.gudeg.net .. hasilnya bisa jadi pengobat rindu dengan kota yang memberiku ilmu, pengalaman,
dan kenangan... bahkan Jogja memberiku istri.. he he ...
Widiari(23) - Auditor