Pendopo
Dari :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat
Ke :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat

Tangga Lagu

1
So What

Pink

2
Lucid Dreams

Franz Ferdinand

3
Doctor Doctor (please Don't Go)

Frankie J

4
You Make It Real

James Morrison

5
Crush

David Archuleta

6
One For The Radio

Mcfly

7
The Day That Never Comes

Metallica

8
Hearts On Fire

Cut Copy

9
Bush It Baby Part 2

Plies Feat. Ne-yo

10
I Don’t Care

Fall Out Boy

Radio Prambors 95.8 FM Jogja

Indeks

Gunungan



Kata gunungan dalam bahasa Jawa bermakna "gunung-gunungan", seperti gunung, menyerupai gunung. Gunungan adalah salah satu wujud sesajian selamatan (dalam bahasa Jawa disebut sajen wilujengan) yang khusus dibuat untuk disajikan dalam selamatan negara (dalam bahasa Jawa disebut Wilujengan Negari) setiap garebeg dan maleman atau selikuran.

Enam macam gunungan yang biasa digunakan dalam upacara Garebeg yaitu: gunungan lanang, gunungan wadon, gunungan gepak, gunungan pawuhan, gunungan dharat, gunungan kutug/bromo. Dari keenam macam gunungan itu yang selalu disajikan dalam setiap garebeg hanya lima macam yaitu: gunungan lanang, gunungan wadon, gunungan gepak, gunungan pawuhan dan gunungan dharat. Sedangkan gunungan kutug/bromo hanya dibuat setiap delapan tahun sekali bertepatan dengan tahun Dal, untuk disajikan dalam selamatan negara garebeg Mulud Dal.

Sesajian gunungan adalah sesajian sakral yang sudah disucikan dengan doa mantra. Oleh karenanya gunungan dianggap mengandung kekuatan magis yang mampu menolak bala. Anggapan itu diperkuat oleh kenyataan bahwa sesajian gunungan dilandasi kain bangun tulak. Bangunan khusus untuk pembuatan gunungan dinamakan omah gunungan (omah = rumah).



RSS  RSS Feed
  • Paribasan

    banyu (Jawa)

         air (Indonesia)

         water (English)

     

    ora ana banyu mili mandhuwur

     

    Sifat anak menurut teladan orang tuanya; air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga.

     


    Like father like son.

     

  • Perhitungan Weton

     

    Silakan mengisi tanggal lahir Anda
    Tampilan dalam bentuk pop up

     

  • Kesaksian

    Aku datang kejogja Tahun 96. Jogja masih adem, makan masih murah, mau jalan kemana-mana aman, ke kampus STTNas Babarsari naik bis masih Rp.150,-, pokoke murah, aman dan nyaman. Suasana itu yg bikin aku betah di Jogja. Sekarang aku pulang ke kampungku Kalimantan Timur dengan membawa hadiah ...
    Sumanjaya,ST(30) - pengusaha

    Indeks

     

  • Beritahu Teman

    Beritahu teman Anda tentang situs GudegNet

    Kode       

     

  •  

  •  

  • Google