Sebanyak 15 mahasiswa Fakultas Teknik Mesin dan Teknik Industri UGM yang tergabung dalam tim Semart meluncurkan mobil buatan mereka yang diberi nama 'Semar', hari ini Rabu (17/3) di University Club (UC) UGM Yogyakarta.
Proyek yang diawali sejak Agustus 2009 tahun lagu tersebut berhasil menyelesaikan pembuatan mobil hemat energi dan ramah lingkungan untuk pertama kalinya yang termasuk dalam kategori futuristic prototype.
"Pemberian nama mobil SEMAR didasarkan pada tiga hal yaitu Semar merupakan nama yang unik, mudah dingat dan mencerminkan kebudayaan asli Indonesia karena mengambil salah satu karakter dari tokoh pewayangan, dan mobil ini mengangakt sisi menarik tokoh semar yang kuat dan adiluhung," kata Ketua Tim SEMART, Teofilus Hartono di University Club (UC) UGM Yogyakarta, Rabu (17/3).
Lebih lanjut Teofilus mengatakan mobil ini memiliki panjang total 2.7 meter, tinggi 0.8 meter dan lebar total 0.88 meter. Body kendaraan tersebut terbuat dari bahan fiber composite dan berkonsep airfoil untuk mengurangi coefisien of drag (CD) dari kendaraan. Struktur rangka dari kendaraan SEMAR menggunkan kombinasi plat dan profile almunium yang di desain sedemikian hingga berat dan struktur body tidak lebih 25 kg, termasuk berat mesin sehingga ringan
"Kendaraan ini didesain dengan 3 roda berpenggerak roda belakang dan steering roda depan. Sedangkan sebagai penggerak mula, digunakan mesin 4 tak bersilinder tunggal dengan kapasitas 25 cc yang mengaplikasikan sistem injeksi yang dapat diprogram. Dengan sistem ini diharapkan konsumsi bahan bakar dapat dioptimalisasi dengan tepat sesuai dengan kebutuhan riil," jelasnya.
Dengan konsep tersebut di atas kendaraan ini diharapkan dapat melaku dengan konsumsi bahan bakar seminimal mungkin, sehingga menjadi kendaraan yang ramah lingkungan. Harapannya kendaraan ini dapat menempuh jarang kurang lebih 1000 km dengan konsumsi bahan bakar 1 liter bensin.
Selain itu kelebihan lain dari kendaran ini dalah memiliki body yang sangat unik, mengaplikasikan prinsip perforted suction untuk menambah keaerodinamisan kendaraan dan menggunakan teknologi sederhana namun tepat guna.
"Dari hasil uji coba hari ini dengan bensin 1 liter mobil ini bisa menempuh jarak 400 km dan bisa menampung berat badan minimal 50 kilogram. Mobil ini sengaja dirancang dengan segala kemudahan karena pengemudinya adalah wanita dengan posisi tidur terlentang dimana transmisi dan tuas rem mudah dijangkau oleh tangan. Dari hasil riset nanti mobil ini bisa diaplikasikan memakai mesin yang berinjeksi," ujarnya.
Mobil yang dapat melaju dengan kecepatan maksimal 35 km per jam ini tentunya akan menjadi salah satu ikon UGM sebagai universitas penelitian kelas dunia dan sebagai wujud nyata UGM sebagai kampus riset yang inovatif dan mendukung adanya konservasi energi demi tercapainya efisiensi energi yang lebih baik.
"Sekecil apapun partisipasi kita yang menunjukkan bahwa kita telah ikut berkontribusi dalam mencari solusi yang dihadapi bangsa kita khususnya dalam masalah kelangkaan energi dan lingkungan," ungkap Ketua Jurusan Teknik Mesin UGM, Dr. Ir. Suhanan, DEA.
Ditambahkan Dosen Pembimbing Tim SEMART dari Jurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik UGM, Dr. Jayan Sentanuhady mengatakan bahwa dia selalu mendorong mahasiswa untuk berpikir dan berinovasi hingga batas kemampuan mahasiswa, supaya mendapatkan hasil yang maksimal.
Tim UGM telah mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak antara lain dari pihak alumni, jurusan, universitas, pemkot, pemprop DIY, pemprop Kaltim dan tentunya masyarakat Yogyakarta. Selain itu, Tim UGM juga bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Shell Indonesia, Medco E&P Indonesia, BP Migas, Garuda Indonesia, Indosaparela dan Grandstar.
Simpan di: