25 Juli 2014 |
Login | Daftar
Eng
Lotus Health
x
WHAT'S NEW

Studi Komparatif antara HAMKA dan Said Nursi oleh Zaprulkhan, M.S.I.

Jumat, 22 Juli 2011, 11:43 WIB




Zaprulkhan, M.S.I., (35 tahun) telah melakukan riset komparatif terhadap gagasan-gagasan pembaharuan dari ulama Hamka (Indonesia) dan Said Nursi (Turki). Penelitian Dosen STAIN SAS Bangka-Belitung dengan metode diskriptif-evaluasi kritis ini, kemudian dirangkum dalam karya disertasinya untuk memperoleh Gelar Doktor Bidang Ilmu Agama Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dan dipresentasikan di ruang promosi doktor Gedung Convention Hall kampus setempat, Kamis(21/7).

Dihadapan Tim Penguji, Promovendus mengangkat judul disertasi dengan judul “Pembaharuan Tasawuf Abad Dua Puluh (Studi Komparatif antara HAMKA dan Said Nursi).” Dalam presentasinya saat Promosi Doktor, putra kelahiran Tanggamus, Lampung ini antara lain memaparkan bahwa, konstruksi tasawuf Hamka berpijak pada al Qur’an dan Sunnah, dengan titik pangkap pencerahan tasawuf adalah penegakan tauhid.

Hamka berupaya mengkonstruksi unsur-unsur tasawuf dan memadukan secara equivalent antara kesalehan individual dan kesalehan sosial sebagai pedoman moral dan pembentukan akhlak yang mulia dalam segenap perjalanan hidup manusia. Sementara Said Nursi berupaya mengkonstruksi tasawuf dari al Qur’an yang mencakup empat jalan besar yakni : Pengakuan atas ketidak berdayaan diri (impotence, al-ajz), kefakiran (powerty, al-faqr), kasih sayang (compassion, al- syafaqah) dan refleksi (reflection, al tafakkur).

Keempat jalan besar ini sudah mecakup hakekat dan syari’ah. Nursi menegaskan, prinsip- prinsip fundamental Islam adalah menjalankan kewajiban-kewajiban agama, menjauhi dosa-dosa besar, menjalankan salat lima waktu dan istikhomah, diiringi zikir sesudahnya. Rekonstruksi tasawuf Nursi disebutnya sebagai hakekat, bukan tarekat, substansinya kembali kepada al Qur’an dan Sunnah Rosul SAW.

Menurut Zaprulkhan, Hamka dan Nursi sama-sama melakukan pembaharuan berdasarkan kondisi sosial-kontekstual masyarakat negara masing-masing, dengan konstruksi tasawuf yang bersifat moderat dan aplikatif terhadap masyarakat umum namun tetap berpegang pada al Qur’an dan Sunnah.

Perbedaannya, Hamka mengritisi pengalaman kaum sufi yang menyimpang, pengkultusan terhadap guru atau doktrin agama, serta fakta tasawuf yang mengakibatkan apatisme dan kejumutan. Sedangkan Nursi mengkritisi amalan tasawuf yang mengutakan amalan-amalan sekunder tarekat dari pada Sunnah Nabi, mengejar buah spiritual, mengganggap para wali bersifat agung, menganggap ilham sama dengan wahyu, dan kritik terhadap doktrin wahdah al- wujud dan eksklusifisme tasawuf.

Melalui analisis persamaan dan perbedaan antara pemikiran Hamka danm Nursi, kata promovendus, membuahkan sintesis positif format implementasi nilai-nilai Islam yang holistik, yakni tasawuf moderat. Relevansi tasawuf moderat Hamka dan Nursi akan dapat menjawab kedahagaan spiritual dalam upaya menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan masyarakat yang begitu kompleks.

Budi W - GudegNet

Tag: zaprulkhan


CARI BERITA
Berdasarkan Kata Kunci
Kategori
Tanggal Upload
Semua
-

Yogyakarta -
- Yogyakarta
Yogyakarta -
- Yogyakarta
BERITA LAIN

AGENDA

Indeks
HOTEL
KULINER
PLESIRAN
RENTAL MOBIL
WARUNG GUDEG

Tentang Kami | Aturan | Hubungi Kami | Banner | Peta Situs | Kembali ke Atas

Copyright © 2000-2014 Citraweb Nusa InfoMedia. All rights reserved.