
WHAT'S NEW
Asdrafi Ingin Seperti Dulu
Senin, 28 Mei 2012, 09:34 WIB

seniman lulusan Akademi Seni Drama dan Film Indonesia (Asdrafi) akhir pekan lalu berkumpul
di Pendopo Asdrafi menikmati sajian musik, pantomim, drama dan pemutaran film dalam 'Reuni Akbar 57 tahun Asdrafi'. Sebagai
sebuah institusi, akademi ini telah melewati rentang perjalanan yang cukup panjang. Ruang pembelajarannya terbuka untuk semua
kalangan. Terutama yang bergerak dibidang seni drama dan film.
Sejarah dimulai saat berdirinya Sekolah Seni Drama dan Film Indonesia (SSDRFI) tahun 1951.
Kemudian tanggal 5 Mei 1955 berganti nama menjadi Asdrafi. Dalam perkembangannya institusi ini punya peran besar dalam
mengembangkan kesenian dan kebudayaan Yogyakarta sampai tingkat nasional. Direktur Asdrafi, Rina Chairina saat ditemui disela
acara mengatakan reuni ini untuk menyatukan energi, semangat kebersamaan dan daya cipta sebagai seniman.
"Seniman yang berkumpul ini dari angkatan 1952 sampai 2006. Selain temu kangen, tentu
Asdrafi ingin punya rencana kedepan untuk tetap hidup dan beraktifitas seni," terangnya. Dalam perjalanannya, kejayaan dan
pasang surut Asdrafi selalu terjadi dalam proses kesenian dan kebudayaan dalam peradaban manusia. Selama 2 hari, para alumni
ini juga melakukan refleksi perjalanan Asdrafi dalam berproses dan berkarya cipta. Dalam kegiatan ini juga dilakukan
penyerahan hadiah pada pemenang 'Festival Pantomim Terbuka'.
Saat ini dengan segala latar belakang kondisinya, dibentuklah LKP-Pusat Olah Seni Asdrafi
(Pos Asdrafi). Bentuk baru ini tak lain untuk menyiasati keadaan zaman untuk terus berproses dan mewarnai dinamika kebudayaan
Indonesia. "Melihat dinamika dunia teater dan perfilman Indonesia yang mengalami kebangkitan, kami perlu juga merumuskan visi
teater dan perfilman kedepan menuju kemajuan, kualitas teater dan perfilman," urainya. Hal itu dilakukan ditengah kritik dan
kompromi pasar yang harus mempertimbangkan idealisme karya.
Budi W - GudegNet
Tag:
glenn fredly jogja sma 17
AGENDA TERKAIT