
WHAT'S NEW
Sore ini, Malioboro Visual Art Expo, Datang yaa!
Senin, 11 Juni 2012, 10:19 WIB

Festival Kesenian Yogyakarta XXIV 2012 akan menyelenggarakan serangkaian acara pra FKY pada
awal Juni 2012. Serangkaian acara ini terdiri dari outdoor malioboro exposition, Pameran Barong yang akan di arak dari Dinas
Pariwisata Provinsi DIY hingga Museum Bank Indonesia, dan penampilan dari Komunitas Magic Jogja. Ketiga acara tersebut
merupakan bentuk rangkaian acara pra FKY XXIV 2012 yang diselenggarakan untuk menyambut pembukaan FKY pada tanggal 20 Juni
2012 di Monumen SO 1 Maret Yogyakarta Pukul 15.30 WIB.
Outdoor Malioboro Exposition 2012 merupakan pameran karya 3 dimensi para seniman Seni Rupa
Yogyakarta, serangkaian acara Pra FKY yang akan terdisplay di sepanjang trotoar Jl. Malioboro Yogyakarta selama FKY XXIV
2012 berlangsung. Terdapat 20 titik tempat pendisplayan. Display dilaksanakan tgl 10 Juni 2012 dinihari. Peserta yang sudah
terdaftar diantaranya Dicky Chandra, Nasirun, Komroden Haro, Nur Ibrahim, Wahyu Santoso, Amboro Liring, Stevan Buana, Dunadi,
Edi Gundul, Yul Hendri, Purjito, Timbul Raharjo, dll. Pameran karya 3 dimensi ini akan dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan
Provinsi DIY pada tanggal 11 Juni 2012 Pukul 15.00 WIB di depan Dinas Pariwisata DIY dan berlangsung hingga penutupan FKY
XXIV tanggal 5 Juli 2012. Beberapa karya akan disumbangkan dan dijadikan karya monumental di Jalan Malioboro.
Kelompok “Romantic Artvisory” Sanggar Dewata Indonesia turut serta dalam acara tersebut
dengan Membuat sebuah karya instalasi Barong Bangkal, karya ini berukuran 180CM X 200CM X 70CM wujudnya adalah sebuah Barong
dengan muka Babi dan badan dari barong tersebut bermotif batik, karya ini akan di arak di hari yang sama dari Dinas
Pariwisata Provinsi DIY hingga Museum Bank Indonesia. Karya ini rencananya akan didisplay pada tanggal 20 Juni 2012 hingga 5
Juli 2012 di Malioboro Mall Yogyakarta sebagai salah satu peserta Pameran Seni Rupa FKY XXIV “Future of Us” yang tersebar di
25 titik di Yogyakarta.
Judul dalam karya “Back To Culture”, merupakan Batik kerajinan yang memiliki nilai seni dan
telah menjadi bagian dari budaya Indonesia sejak lama. Sebagai warisan kesenian budaya asli Indonesia, maka sepatutnya kita
memelihara dan melestarikannya. Back To Culture merupakan tema yang diangkat dalam karya Barong Bangkal ini, untuk
mengenalkan ke publik bahwa masih ada tradisi-tradisi yang sangat penting untuk kita jaga dan lestarikan bersama.
Barong Bangkal dibuat sebagai penggabungan dua budaya yang berbeda tetapi memiliki makna
yang sama. Barong akan diarak dengan diiringi musik gamelan live. Beberapa orang dari mereka akan meminta sumbangan pada
masyarakat untuk disumbangkan dalam rangka mendukung program pendidikan seni budaya pada sebuah panti asuhan yatim piatu di
Bantul.
Dalam waktu yang sama Komunitas Magic Jogja (KMJ) merupakan komunitas magician yang ada di
Yogyakarta, juga turut melakukan performance Sulap Jalanan dengan masyarakat dan pengunjung yang ada disekitar jalan
Malioboro. Pertunjukan sulap akan dilakukan secara massal, atraktif, dan fenomenal.
Budi W - GudegNet
Tag:
fky