
4700 itik di DIY mati akibat flu burung yang merupakan jenis virus baru yang disebut AI Clade 2.3.2.1 yang ternyata mulai masuk ke Indonesia Desember 2012 yang akhirnya berakibat pada itik yang berada di 3 kantong peternakan mulai dari Sleman, Kulon Progo dan Yogya mengalami kematian.
Menurut Ahli Virologi Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Prof. drh. Widya Asmara, S.U., Ph. D, mengatakan bahwa virus AI Clade 2.3.2.1 sebenarnya telah menginveksi unggas liar di Nepal tahun 2010 silam, "Namun karena itik di Indonesia ini masih naif akan virus baru, maka banyak itik di Indonesia mudah terkena vcisur ini," jelasnya di FKH UGM (26/12).
Mulai saat itu, Virus baru ini kemudian tersebar di daerah India, Bangladesh, China dan Jepang. Menurut Widiasmara, virus ini bukan hasil mutasi virus AI 2.1 yang telah mewabah di Indonesia sejak 2003. "Ada kemungkinan kalau virus ini tersebar di Indonesia karena burung-burung liar yang bermigrasi karena di utara bermusim dingin, selanjutnya itik yang dipesisir pnati menjadi terkena dampaknya," tambah Widiasmara.
Kasus yang terjadi di Sleman beberapa waktu lalu, orang yang diidentifikasi terkena flu burung bukanlah masuk pada clade baru ini. "Sejauh ini belum ada laporan AI Clade 2.3.2.1 ini menjangkit manusia, Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah untuk segera mencarikan solusi serta mengidentifikasi apakah virus AI jenis baru ini dapat menular ke unggas lain apa tidak," pungkas Guru besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada tersebut kepada Tim Gudegnet.
Kesehatan
4700 Itik Mati Terkena Avian Influenza Jenis Baru




Kirim Komentar