MEMANTAPKAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN KELUARGA, masyarakat serta berbagai pihak lainnya akan pentingnya peran keluarga sebagai pilar pembangunan bangsa menjadi pegangan bagi Panitia Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XI Kota Yogyakarta Tahun 2004.
Berbagai kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi, pelayanan KB-KR hingga penyuluhan AIDS/ HIV mengenai kesehatan reproduksi remaja melalui jalur non sekolah dan jalur sekolah. Dalam keterangannya saat ditemui wartawan Kamis (15/7) siang, Hj Diah Suminar selaku Ketua Umum Harganas mengungkapkan bahwa panitia berkomitmen beserta masyarakat untuk memperkuat dan meningkatkan kesadaran lingkungan keluarga yang berkualitas.
"Masyarakat kita masih perlu momentum semacam ini dengan melakukan kerjasama dengan rumah sakit, badan swasta, PKK atau masyarakat itu sendiri sebagai langkah untuk selalu memotivasi kegiatan masyarakat agar membangun keluarga yang berkualitas," tukasnya. Sosialisasi telah dilakukan pada berbagai media. Kepercayaan panitia meningkat ketika Rabu (14/7) sore mendatangi ke Kelurahan Semaki, petugas PLKB mampu menjelaskan kegiatan Harganas secara rinci dan jelas. "Berangkat dari itu, saya merasa kegiatan itu masih dibutuhkan, juga pelayanan KB untuk keluarga miskin melalui kerjasama dengan RS khusus ibu dan anak Bhakti Ibu," imbuhnya.
Kegiatan Harganas yang berlangsung hingga Juli 2004, juga merangkul anak dan remaja dalam lomba menulis dengan tema "Melalui keluarga, kita bangun kepribadian bangsa". Lomba mengarang tingkat SD, Juara I dipegang oleh Anisa Sekar Nuswantari (SDN Piyungan Bantul), Juara II Risqi Ayudewi (SD Perumnas Condong Catur) dan Juara III untuk Utari (SDN Suryodiningratan 3 Yk). Sedangkan untuk tingkat SMP, Damar Rakhma Yastri (SMPN 8 Yk) tampil sebagai pemenang pertama, disusul masing-masing pada posisi kedua dan tiga oleh Awalia Rakhma Nur M (SMP Muh 3 Yk) dan Dita Lestari Ari Wulan (SMPN 9 Yk).
Pemberian beasiswa juga tidak lepas dari perhatian peringatan Harganas bagi 40 siswa SD masing-masing 15 anak SD Wirosaban, 15 anak SD Patang Puluhan dan 10 anak SD Nitikan masing-masing sebesar Rp 120 ribu. Tidak kalah menarik, akte kelahiran diberikan secara cuma-cuma kepada keluarga tidak mampu sebanyak 195 anak.
bebek (Jawa)
itik; bebek (Indonesia)
a duck (English)
bebek diwuruki nglangi
Orang yang sudah pandai dan biasa melakukannya, masih diajari lagi.
Sejak kecil saya tinggal di Jogja sampai kelas empat SD. Banyak kenangan yang sulit dilupakan; ikut kesawah hanya untuk bermain atau menggangu kerja orang, bermain dengan teman-teman ke sungai yang begitu jernih bahkan sampe bertengkar tapi baikan kembali, melihat Kali Krasak yang banjir, wah banyak ...
Marjianto Cimanggis(30) - Guru
Beritahu teman Anda tentang situs GudegNet
Kode
andra and the backbone ahmad dhani school of rock 1st jogja international classic bike show hot discount party - bedah rumah dan bangunan l.a. lights indie movie lusy laksita kedai digital jogja yogyakarta music festival academy 2012 secondhand serenade desa gilangharjo walls dung dung puri artha hotel royal ambarukmo yogyakarta lia mustafa musikal laskar pelangi jbr niken larasati jogja sma 17 wedding gelato