
David Archuleta
Keane
Puffy
Pink
James Morrison
The Rasmus
Will Young
Lykke Li
Snow Patrol
Lala
Setelah tahun 2007 lalu masyarakat Indonesia dicekoki dengan film bergenre horor yang muncul hampir tiap minggu, pada tahun ini, sebuah
film drama komedi romatis "Otomatis Romantis" akan membuka dunia perfilman yang mulai mengepakkan sayapnya kembali.
Apakah hal tersebut sebagai pertanda bahwa perfilman Indonesia tahun ini akan
diwarnai dengan film drama komedi atau komedi romantis yang lebih bermutu, bermartabat,
dan bernilai? Tunggu saja.
Sebagai film layar lebar debutannya, sang sutadara Guntur Soeharjanto menyajikan tema yang cukup berbeda dalam film yang akan diputar perdana pada
18 Januari 2008 ini.
Film komedi romantis yang skenarionya ditulis oleh Monty Tiwa ini menyajikan seorang tokoh laki-laki berasal dari kelas sosial rendah (miskin)
yang diperankan oleh oleh Tora Sudiro (Bambang) dan wanita mapan dan kaya yang diperankan oleh Marsha Timothy (Nadia) dalam sebuah kantor di Jakarta.
Dari cerita film, dapat dijumpai beberapa pesan yang terkandung yang salah satunya
adalah bahwa setiap orang, siapapun itu berhak untuk memilih kehidupannya sendiri
yang dalam hal ini adalah jodoh.
Seorang yang ndeso seperti Bambang sebenarnya juga mempunyai potensi yang tidak boleh diremehkan
oleh orang lain khususnya orang Jakarta yang sering kali memandang rendah orang
dari luar daerah seperti Jogja.

"Tema utama film lebih berpesan bahwa setiap orang, siapapun itu berhak untuk
memilih kehidupannya sendiri yang dalam hal ini adalah jodoh. Selain itu, seorang
yang ndeso seperti Bambang sebenarnya juga mempunyai potensi yang tidak boleh diremehkan
oleh orang lain khususnya orang Jakarta yang sering kali memandang rendah orang
dari luar daerah seperti Jogja," papar Guntur Soeharjanto pada acara jumpa pers
Minggu siang (06/01) di Caesar Café & Lounge, Plaza Ambarrukmo.
Sementara itu, komedi bukan merupakan hal yang baru bagi pria bertato Tora Sudiro,
namun sebagai pemeran utama yang ndeso dan katro merupakan pengalaman tersendiri bagi Toran Sudiro yang mengaku sempat mempelajari
logat, dialek, kebiasaan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Jogja sebagai
tempat tempat asal Bambang.
"Kalau bermain komedi saja sih mungkin sudah biasa, tapi kalau jadi orang yang ndeso dan katro harus benar-benar belajar dulu. Karena sering juga wira-wiri ke Jogja, saya sekalian belajar banyak tentang logat, dialek, kebiasaan orang
Jogja," jelas bintang Extravaganza yang sering 'nambah' tato di Jogja ini.
Berbeda dengan Tukul Arwana (Dave) yang beperan sebagai suami Wulan Guritno (Nabila), buat pelawak yang kini sedang dimasa puncaknya ini, film ini merupakan film
layar lebar pertamanya yang mengharuskan presenter Empat Mata ini untuk berakting
sesuai dengan karakter yang bisa dibilang mirip dengan kehidupannya sekarang ini
yang sedang berada di puncak kehidupan.
"Film ini merupakan film pertama saya. Saya harus berakting sama sekali berbeda
dengan beberapa sinetron yang pernah saya bintangi sebelumnya yang biasanya menjadi
orang menderita, tapi di sini saya harus menjadi orang yang kaya raya yang sombong
yang tidak perduli dengan keluarga sendiri. Saya sempat bertanya pada sutradara
bagaimana saya harus berakting di sini. Dan sutradara menginginkan saya untuk
tampil apa adanya dan saya telah melakukannya dengan maksimal," ungkap pelawak
yang sering memperkenalkan diri dengan nama Reynaldi ini.
Konflik yang ditampilkan dalam film ini diawali ketika Nadia merasa bahwa seluruh
perempuan dalam keluarganya mendapatkan kutukan yakni mendapatkan suami atau pacar
yang "ancur" seperti ibunya (Chintami Atmanegara) yang mendapatkan ayahnya (Tarzan), Nabila (wulan Guritno) yang mendapat suami Dave (Tukul Arwana), dan adiknya
Nana (Poppy Sovia) yang mendapatkan pacar Rizky Mocil.
Karena terus didesak oleh ayahnya, akhirnya Nadia terpaksa mengajak Bambang yang
notabene bawahannya pada acara makan malam keluarga yang digagas oleh Dave di
restoran miliknya.
Dari makan malam tersebut kemudian muncul berbagai konflik yang diantaranya adalah
antara Dave dan Nabila yang ketahuan akan bercerai, dan Bambang dan Nadia yang
harus salah paham tentang sebuah pernikahan konyol antara kakak Bambang, Tresno (Dwi Sasono).
Film produksi Insan Sinema Indonesia (ISI) Production ini, selain dibintangi
oleh Tora Sudiro (Bambang) dan Marsha Timothy (Nadia), juga dibintangi oleh Wulan
Guritno (Nabila), Tukul Arwana (Dave), Dwi Sasono (Tresno), Poppy Sovia (Nana),
Chintami Atmanegara, Tarzan serta Mpok Atik.
Jika Anda ingin hiburan segar pada awal tahun 2008 ini, sepertinya film "Otomatis
Romantis" layak Anda masukkan didaftar film yang akan Anda tonton bulan ini.

asmara (Jawa)
asmara (Indonesia)
passion (English)
andon asmara
Berkasih-kasihan; bersenggama; memadu kasih.
Silakan mengisi tanggal lahir Anda Tampilan dalam bentuk pop up
Tamba kangen neng Jogja bar makan nasi gudeg, liat situs gudeg.net sambil nonton
pergelaran seni tradisi neng Taman Budaya Yogyakarta..
Salut buat gudeg.net, selamat berjuang terus buat menyebarluaskan info Jogja termasuk
seni dan budayanya.. ...
Sumedi(35) - Paguyuban Kesenian Jathilan Kudo Mataram
Simpan di: