Pendopo
Dari :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat
Ke :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat

Polling

Bagaimana Anda mudik lebaran tahun ini?

  • Dengan kendaraan pribadi
  • Dengan kendaraan umum
  • Tidak mudik

Tangga Lagu

1
Hilang

Java Jive

2
Player

Pasto

3
Hitamku

Andra & The Backbone

4
Jangan Sakiti

The Titans

5
Seperti Para Koruptor

Slank

6
Bukan Superstar

Project Pop

7
Bukan Hari In

Cokelat

8
Lirih

Chrisye

9
Maya

Ronaldisk o

10
Sakit Minta Ampun

Mulan & Dewi Dewi

88.7 FM I Radio Jogja

Indeks
Kamis, 13 Maret 2008, 23:44 WIB

Melihat Perempuan dalam Film di KINOKI

Iwan Pribadi - GudegNet


Pada Rabu (12/03), bertempat di KINOKI yang bertempat di Jl. Abu Bakar Ali No. 2 Kotabaru Yogyakarta, diadakan pemutaran dua buah film yang berkisah seputar kehidupan perempuan dan dalam sudut pandang perempuan.

Film pertama yang diputar adalah sebuah film dokumenter dengan durasi sekitar 15 menit yang berjudul Selimut dalam Kolong, sebuah film karya Nyssa Nathania, Sasri Mulyani, dan Alexander Zulfikar, yang merupakan siswa-siswi dari SMU 4 Jakarta.

Film yang memenangkan penghargaan Think-Act-Change: The Body Shop Documentary Film Competition 2007 untuk kategori SMU ini, memaparkan fenomena di seputar kekerasan dalam rumah tangga.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pemutaran film yang berjudul Perempuan Punya Cerita, yang merupakan rangkaian empat cerita pendek yang terdiri dari: Cerita Pulau yang disutradarai oleh Fatimah T. Rony, Cerita Yogyakarta yang disutradarai oleh Upi, Cerita Cibinong dengan sutradara Nia Dinata, dan Cerita Jakarta dengan sutradara Lasja F. Susatyo.

Masing-masing cerita pendek itu memaparkan beberapa masalah yang diderita oleh kaum perempuan, dari mulai isu-isu kesehatan dan reproduksi, HIV/AIDS, masalah trafficking, dan hingga hubungan seks sebelum pernikahan.

Acara yang dimulai sekitar pukul 15:30 WIB ini, diakhiri dengan sesi diskusi terbuka antara para penonton dengan Vivian Idris dan Lasja F. Susatyo (penulis skenario), Bonnie (KalyanaShira Foundation), Ukke R Kosasih (The Body Shop), dan Myra Diarsi (Komnas Perempuan).

Dalam diskusi ini, yang cukup menarik untuk dicatat adalah, para penonton banyak yang memberikan perhatian dan pertanyaan di seputar Cerita Yogyakarta. Terutama mengenai "rasa" dan suasana yang dianggap kurang mewakili kondisi nyata keseharian Yogyakarta. Menanggapi hal ini, selain memberikan penjelasan bagaimana latar belakang proses pembuatan film tersebut, juga mengungkapkan harapan bahwa semoga dengan adanya film ini, maka para filmmaker Jogja menjadi terlecut untuk membuat film lain yang lebih dapat mencerminkan cita rasa dan kondisi keseharian Jogjakarta.

Walaupun aliran listrik padam dan ditambah dengan hujan deras ditengah-tengah acara diskusi, namun itu tidak mensurutkan semangat para penonton untuk bertanya dan berdiskusi dengan para panel tersebut, hingga acara berakhir sekitar pukul 19:00 WIB.


Tag: film dokumenter

Simpan di:

Add 'Melihat Perempuan dalam Film di KINOKI' to Delicious Add 'Melihat Perempuan dalam Film di KINOKI' to Digg Add 'Melihat Perempuan dalam Film di KINOKI' to reddit Add 'Melihat Perempuan dalam Film di KINOKI' to Facebook Add 'Melihat Perempuan dalam Film di KINOKI' to StumbleUpon Add 'Melihat Perempuan dalam Film di KINOKI' to Lintas Berita Add 'Melihat Perempuan dalam Film di KINOKI' to FURL Add 'Melihat Perempuan dalam Film di KINOKI' to Technorati Add 'Melihat Perempuan dalam Film di KINOKI' to Newsvine Add 'Melihat Perempuan dalam Film di KINOKI' to Ma.gnolia Add 'Melihat Perempuan dalam Film di KINOKI' to Google Bookmarks


Berita Terkait


Agenda Terkait



Tag

Cari Berita

Berdasarkan Kata Kunci
Kategori
Tanggal Upload
Semua
-
  • Paribasan

    ati (Jawa)

         hati (Indonesia)

         a heart (English)

     

    amet ati

     

    Menyenangkan hati orang lain; menarik hati orang lain; mengambil hati.

     


    Pleasing someone else's heart.

     

  • Perhitungan Weton

     

    Silakan mengisi tanggal lahir Anda
    Tampilan dalam bentuk pop up

     

  • Kesaksian

    Aku datang kejogja Tahun 96. Jogja masih adem, makan masih murah, mau jalan kemana-mana aman, ke kampus STTNas Babarsari naik bis masih Rp.150,-, pokoke murah, aman dan nyaman. Suasana itu yg bikin aku betah di Jogja. Sekarang aku pulang ke kampungku Kalimantan Timur dengan membawa hadiah ...
    Sumanjaya,ST(30) - pengusaha

    Indeks

     

  • Beritahu Teman

    Beritahu teman Anda tentang situs GudegNet

    Kode       

     

  •  

  •  

  • Google