
Bagaimana Anda mudik lebaran tahun ini?
D’massive
Seventeen
Ada Band
Dewa 19
Tompi
Agnes Monica
Mulan Jameela
The Upstairs
Project Pop
Gleen Fredly & Dewi Persik
Sebagai seorang anak bangsa, Sri Sultan Hamengku Buwono X diketahui mempunyai banyak buah pemikiran tentang kenegaraan yang telah disampaikan
dalam berbagai kesempatan di ruang publik. Pengalamannya menjadi raja Kraton Yogyakarta
menjadikannya seorang negarawan yang diharapakan mampu berperan dalam menata kembali
bangsa dan negara Indonesia yang perlahan mulai kehilangan ke-Indonesia-annya.
Selama kurang lebih satu dekade, Sultan akhirnya dapat menyatukan konsep dan
pemikirannya dalam sebuah buku berjudul "Merajut Kembali KeIndonesiaan Kita". Dalam buku setebal 310 ini, Sultan menawarkan lima pokok pemikiran untuk kembali
merajut negara Indonesia yakni: Merajut Kembali Kebudayaan, Merajut Kembali Kebangsaaan,
Merajut Kembali Ekonomi, Merajut Kembali Politik, dan Merajut Kembali Hukum dan
Pertahanan Keamanan.
Peluncuran buku ini didasari pada banyaknya permasalahan bangsa yang terjadi
akhir-akhir ini. Keanekaragaman suku dan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indoenesia
ternyata tidak mampu menjadi pemerkokoh bangsa ini, namun justru menjadi pemicu
konflik antar masyarakat. "Maraknya permasalahan bangsa yang terjadi akhir-akhir
ini mendasari buku ini diluncurkan," kata Sultan dalam sambutannya di Auditorium
Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (15/02).
Hadir dalam acara tersebut beberapa tokoh seperti Meutya Hatta, Surya Paloh,
HS Dillon, Sri Edi Swasono dan Garin Nugroho yang berkesempatan memberikan prolog
mengenai buku tersebut. Dalam prolognya, budayawan yang juga dikenal sebagai sineas
ini mendesak agar buku ini cepat diterbitkan dan agar edisi kedua cepat muncul.
Menurutnya, kiamat sudah dekat dan Indonesia butuh negarawan sejati seperti Sultan.
"Kiamat sudah dekat, jadi negarawan seperti Sultan harus muncul dengan pemikiran
yang berguna bagi bangsa dan negara Indonesia" kata Garin.
Pada sesi selanjutnya, diberikan kesempatan bagi Prof. Komarudin Hidayat, Prof.
Soetardjo, Mira Lesmana dan Fransiskus Welirang untuk membahas buku yang diterbitkan
oleh PT. Gramedia Pustaka Utama ini.

begja (Jawa)
untung (Indonesia)
luck (English)
begja kamayangan
Untung yang berlipat-lipat; sangat beruntung; mendapat durian runtuh.
Silakan mengisi tanggal lahir Anda Tampilan dalam bentuk pop up
Jogja..............
Selalu tak terpisahkan dengan sebutan Kota Budaya, Kota Pelajar dan Kota Wisata....
Namun bagiku semua tak seperti itu.....
Banyak yang telah merubah dari sebutan itu...
Kini Jogjaku bukan lagi menjadi kota Pelajar...tpi menjadi kota "Pelacur" banyak ...
wisnu aji(20) - mahasiswa
Simpan di: