
Menurut Anda, sistem penentuan Kepala Daerah (Gubernur dan Wakil Gubernur) di DIY yang paling tepat adalah?
Mocca
Abdul & The Coffee Theory
Tiket
Naif
Twentyfir st Night
Gendhing & Ipang
Praboe
Agnes Monica
Drive
T-five

Tujuan dari workshop ini terutama adalah untuk memetakan (membangun) wacana yang
ada tentang tari kontemporer di Asia, menempatkannya dalam lintasan beragam kajian
(tari dan berbagai lintas-disiplin lainnya), sebagai pijakan bagi para akademisi,
peneliti independen, kritikus dan praktisi yang seminat untuk bergabung dalam
pertukaran gagasan dan pengetahuan. Dengan demikian kegiatan ini diharapkan dapat
menyediakan materi dan sumber-sumber yang memadai dalam memulai suatu jaringan
wacana secara regional, dan akhirnya, berdialog dengan wacana yang lebih global.
Secara keseluruhan akan ada lima sesi dalam workshop ini, dengan tema dan para
pembicara sebagai berikut:
1. "Tari dan Politik Identitas”, pembicara: Dr. R. Diyah Larasati (Univ.of Minnesota)
& Dr. Ananya Chatterjea (Univ.of Minnesota);
2. "Tari dan Institusi", pembicara: Dr. Lin Yatin (Taipei University of the Arts)
& Dr. Julianti Parani (Institut Kesenian Jakarta);
3. "Proyek Tubuh", pembicara: Dr. Alessandra Lopez y Royo (Roehampton University
London) & Dr. Lono L. Simatupang (Univ. Gadjah Mada, Yogyakarta);
4. "Riset dan Metodologi”, pembicara: Dr. Janet O’Shea (Middlesex University,
Inggris) & Dr. Marta Savigliano (Univ.of California, LA & Buenos Aires);
serta
5. "Menginterogasi Tradisi”, pembicara: Dr. Sal Murgiyanto (Taipei University
of the Arts, ISI) & Dr. A.M Hermien Kusmayati (ISI Yogyakarta).
Sasaran workshop ini adalah, pertama, untuk memetakan perbedaan alur-alur sejarah
dan pengalaman modernisasi tari yang hadir di berbagai negara di Asia. Karenanya,
workshop ini melibatkan para peneliti, kritikus dan praktisi yang seminat, untuk
mendiskusikan beberapa isu kunci yang terus berkembang di forum-forum sebelumnya.
Isu-isu kunci tersebut antara lain: historiografi tentang tari, tradisi, politik
tubuh dan identitas, hubungan antara tari dan nasionalisme dan/atau feminisme
(identitas).
Kedua, workshop ini juga bertujuan untuk mengangkat beberapa isu utama yang terkait
dengan praktek tari kontemporer di negara-negara Asia. ‘Asia’ dalam konteks ini
digunakan sebagai rujukan yang terbukti masih berguna dalam membingkai pembahasan,
sebagai acuan pembanding atas tema-tema utama, dengan kesadaran bahwa Asia sebagai
sebuah definisi punya kemungkinan untuk menjebak. Karena, bagaimanapun juga, terdapat
begitu banyak perbedaan antara negara-negara seperti Indonesia dan Jepang, seperti
juga Indonesia berbeda dengan Islandia, tanpa memandang di benua mana Jepang dan
Islandia berada.
Workshop ini penting untuk merintis kontribusi yang efektif pada wacana tari
kontemporer yang ada, yang sayangnya masih banyak mengacu pada hegemoni teoretis
Eropa-Amerika baik dalam pemikiran maupun praktek. Dengan demikian intervensi
yang diskursif dan kritis dibutuhkan untuk mendorong pembahasan lebih lanjut karena
secara historis, wilayah pemikiran dan praktek, punya kaitan erat. Jalin-menjalin
ini dapat terlihat dari penggunaan istilah ‘tari modern’ itu sendiri yang merujuk
para pelaku modernisasi tari di awal abad ke-20, sekaligus juga pada interaksi
antara kedua wilayah ini di berbagai festival internasional, atau yang belakangan
ini sering terjadi, dalam kolaborasi artistik lintas kultur/regional. Oleh karena
itu workshop ini diharapkan dapat memperkuat wacana dari benua Asia yang mewakili
sejarah tari yang beragam dan memiliki konteks yang kompleks.
Rangkaian workshop ini akan dibuka oleh Rektor Universitas Sanata Dharma pada
27 Maret 2008 dalam jamuan makan terbatas undangan, di Lembaga Indonesia Prancis/LIP,
Jalan Sagan No.3. Pada kesempatan itu akan dipentaskan satu nomor tari oleh Fitri
Setyaningsih (Yogyakarta) berjudul ”Are you OK?”.
Di tengah-tengah penyelenggaraan workshop, pada Jumat 28 Maret 2008 mulai pukul
19.00 WIB, akan dipentaskan beberapa pertunjukan tari di area Beringin Soekarno,
Universitas Sanata Dharma, yakni: “Sekar Pudyastuti”, oleh MASKARJA/Masyarakat
Karawitan Jogjakarta berkolaborasi dengan beberapa penari ISI Yogyakarta (Gesta,
Rika, Dila, Raras); ’HISstory”, oleh Dr. Zulkifli binhaji Mohammad (Malaysia)
berkolaborasi dengan Saturday Acting Club ISI (Yogyakarta); dan “Klana Sewandana
& Sembunglangu” oleh MASKARJA berkolaborasi dengan dua penari ISI Yogyakarta
(Drs. Y. Subowo M.Hum & Drs. Sunardi). Pertunjukan tari di hari ini terbuka
untuk umum, tanpa dipungut bayaran.
Untuk mengikuti workshop ini dikenakan biaya pendaftaran, yang kategorinya terbagi
menjadi empat, yakni: bagi peserta dalam negeri Rp 50.000,- untuk satu hari keikutsertaan,
Rp 100.000,- untuk dua hari keikutsertaan, sedangkan bagi peserta asing US$ 15
untuk satu hari keikutsertaan, dan US$ 30 untuk dua hari keikutsertaan. Biaya
pendaftaran workshop meliputi 2 (dua) hari penyelenggaraan workshop dan materi-materi
terkait; konsumsi untuk makan siang dan selingan.
Panitia penyelenggara menyediakan 100 saja kursi bagi yang berminat mengikuti
workshop, yang keseluruhan materinya akan disampaikan dalam Bahasa Inggris, dengan
fasilitas penerjemahan Bahasa Indonesia bagi para penutur nonBahasa Inggris.
Pendaftaran bisa dilakukan di sekretariat penyelenggara, KUNCI Cultural Studies
Center, Jalan Nagan Lor No. 17, Yogyakarta 55133, telepon: (0274) 414231, email:
dance@kunci.or.id . Formulir pendaftaran bisa juga diunduh di: http://dance.kunci.or.id
Acara ini didukung oleh SEASREP Foundation, Roehampton University London, Lembaga
Indonesia Prancis/LIP, Arts Network Asia (ANA), MASKARJA (Masyarakat Karawitan
Jogjakarta), Institut Seni Indonesia/ISI Yogyakarta, Harian KOMPAS, Taman Budaya
Yogyakarta, Dinas Kebudayaan Propinsi DIY, GudegNet, Radio Eltira, Radio Female,
Radio Geronimo, Radio Sonora, dan Blass Group.


buwana (Jawa)
dunia (Indonesia)
world (English)
gawe buwana balik
Bangsa yang besar kadang-kadang jatuh.
Silakan mengisi tanggal lahir Anda Tampilan dalam bentuk pop up
Jogja memang kota yang tak bisa dilupakan, Walaupun aku gak jadi sama orang Jogja, tapi aku cinta banget sama Jogja.
Aku orang Siantar yang kuliah di Jogja dan sekarang kerja di Banda Aceh. Lihat gudeg.net dan baca-baca kesaksian jadi pengin banget ke Jogja lagi. Aku keluar dari Jogja tahun 2004, ...
Ristiani(29) - Admin & Keu
Simpan di: