
Bagaimanakah sikap Anda tentang pernyataan mundur Sultan Hamengku Buwono X pada pencalonan Gubernur DIY 2008 mendatang?
Tuty Wibowo
Frida Kdi
Decha & Ricky
Anita Kemang
Lolita
Ima Salshabel a
Kiki & Widi Kdi
Eva Safira
Nita Thalia
Anita Kahca

Hampir dua tahun sudah, Catholik Relief Services (CRS) menyelenggarakan Emergency Response Program atau Program Tanggap Darurat terhadap tujuh dusun korban gempa DIY dan Jawa Tengah yakni Piring, Srihardono, Pundong, Bantul; Katekan, Gantiwarno, Klaten; Melikan, Sumberharjo, Prambanan, Sleman; Potorono, Banguntapan, Bantul; Ketonggo, Wonokromo, Plered, Bantul; Brangkal Wedi, Klaten; dan Kecamatan Kalasan, sleman.
Program yang dimulai usai gempa dan direncanakan selesai pada 31 Maret 2008 ini
telah berhasil membangun 340 unit rumah, 375 unit fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK),
memberikan bantuan ekonomi kepada 600 kepala keluarga, bantuan kepada anak-anak
berupa sarana bermain sepak bola (soccer clinics), dan berbagai peralatan kerja dan masak.
"Selama dua tahun ini CRS telah berhasil membangun 340 unit rumah, 375 unit fasilitas
Mandi Cuci Kakus (MCK), memberikan bantuan ekonomi kepada 600 kepala keluarga,
bantuan kepada anak-anak berupa sarana bermain sepak bola (soccer clinics), dan berbagai peralatan kerja dan masak kepada ke-tujuh dusun di DIY dan Jateng
yakni Piring, Potorono, Ketonggo (Bantul); Katekan, Brangkal Wedi (Klaten); Melikan
dan Kecamatan Kalasan Sleman)," kata koordinator program CRS Yogyakarta, Syahri
Ramadhan kepada GudegNet, Senin (24/03) di Mercure Hotel Yogyakarta.
Meski tidak secara khusus memberikan program bimbingan trauma healing atau penyembuhan
trauma bagi korban gempa, namun CRS menaruh perhatian lebih kepada anak-anak dengan
memberikan sarana bermain sepak bola (soccer clinics) yang ternyata banyak digemari oleh anak-anak yang mampu membantu mereka menghilangkan
trauma gempa.
Lebih lanjut, keterlibatan masyarakat korban gempa secara langsung dalam membangun
sarana dan prasarana mereka seperti rumah serta pemberian alat kerja bagi mereka
oleh Syahri diharapakan mampu memberikan semangat bagi mereka untuk kembali bangkit
meski tak lagi dapat bantuan dari pihak lain (CRS).
"Keterlibatan masyarakat korban gempa secara langsung dalam membangun sarana
dan prasarana mereka seperti rumah serta pemberian alat kerja bagi mereka diharapakan
mampu memberikan semangat bagi mereka untuk kembali bangkit meski tak lagi dapat
bantuan dari pihak lain seperti CRS," tambah Syahri.
Sementara itu perwakilan dari penerima bantuan, Maryati dari dusun Piring, Srihardono,
Pundong, Bantul menyatakan rasa senang dan bangga telah dibantu oleh CRS. Dengan
bantuan CRS, pengusaha geplak ini kembali mampu menjalankan usaha kecilnya tersebut
yang sempat berhenti akibat gempa. "Saya merasa senang dan bangga telah dibantu
oleh CRS dalam menjalankan kembali usaha geplak saya," kata Maryati.
Hari Senin (24/03), CRS secara resmi akan menutup kantor perwakilan Jogja. Dalam
kesempatan yang sama, CRS juga menggelar "Learning Event" sebagai komitmen dalam hal akuntabilitas program yang juga bertujuan berbagi
pengalaman dan mendapatkan umpan balik untuk melengkapi akhir program.
Berbagai bantuan yang diberikan oleh banyak pihak kepada masyarakat korban gempa
27 Mei 2008 lalu sepatutnya tidak membuat penerima bantuan menjadi manja dan hanya
mengharapkan bantuan dari para donatur saja, namun harus menjadi modal bagi mereka
untuk kembali bangkit dengan semangat baru.


blolok (Jawa)
kotoran (Indonesia)
dirt; trash; crab (English)
katanjok blolok
Diberi tahu tentang kejelekan seseorang yang sedang berada di dekatnya.
Silakan mengisi tanggal lahir Anda Tampilan dalam bentuk pop up
Pertama aku menginjakan kaki di kota yang katanya kota pelajar ini patang tahun
2004, ketika itu, saya terkagum-kagum melihat indahnya, betapa Tradisionalnya,
betapa nyamannya dan semunya deh.... sebulan saya dijogja, saya harus pulang karena
masih ada urusan yang saya selesaikan di Jambi ( kota ...
Alamsyah Mandaloni(21) - Mahasiswa
Simpan di: