
Sebuah benda bernama botol ternyata mampu menginspirasi perupa muda, Sudandyo Widyo Aprilianto untuk menciptakan karya seni. Dalam proses kreatifnya, seniman yang telah pameran Santa Rosa California, Amerika ini merespon botol sebagai sebuah benda yang mampu menyampaikan pesan, melambangkan persahabatan, lambang diplomasi, bahkan sebagai simbol perlawanan.
"Telah lama saya tertarik dengan botol sejak istilah molotov muncul sebagai simbol perlawanan. Bukan hal kekerasannya yang menarik bagi saya, tapi lebih kepada bagaimana alat tersebut dikemas sebagai perlawanan dalam keadaan kritis," kata Lilik, sapaan perupa angkatan 1999 ISI yang akhirnya memutuskan keluar pada 2005.
Meski sewaktu kuliah memilih jurusan patung, perupa yang menggelar pameran pertamanya di Jogja ini lebih tertarik ke dunia
seni rupa dan seni pertunjukkan dengan diikutinya sejumlah pameran seni rupa dan pertunjukkan.
"Saya belajar jurusan patung, tapi justru tertarik pada seni rupa yaitu grafis yang semakin membuat saya tertarik. Saya ingat, lukisan pertama saya adalah botol," katanya.
Melalui pamerannya ini, perupa bertato gambar botol di dua lengannya ini berharap agar karyanya dapat diapresiasi oleh masyarakat Yogyakarta sesuai dengan cara pandang setiap orang terhadap seni rupa. "Harapan saya, pameran ini dapat diapresiasi oleh masyarakat Yogyakarta dengan interpretasi masing-masing orang," tambahnya.
Pada pameran tunggal pertamanya ini, Lilik memamerkan 47 karya seninya yang terdiri dari 29 karya dengan media kanvas dan 18 karya dengan media kertas. Sebagian besar karyanya diciptakan pada tahun 2007 hingga 2008.
Pameran bertajuk "Dari A sampai Z" ini sedianya akan dibuka pada 31 Mei 2008 di Jogja National Museum (JNM) Gampingan Yogyakarta sebagai hasil dari kerjasama antara Jogja National Museum (JNM) dan Museum Dan Tanah Liat (MDTL).
Pameran yang akan berlangsung dari 31 Mei – 14 Juni 2008 ini sekaligus menandai dibukanya Gallery for Citizen/Galeri untuk Rakyat dan kantor kegiatan tiga kantong seni dan budaya (MDTL, Katalis Forum & Yustoni Volunteero featuring Taring Padi) di Kompleks Jogja National Museum (JNM).
Simpan di: