
Pentas musik terakbar di Indonesia,
Soundrenaline 2008, yang diselenggarakan di
peace park Candi Prambanan Minggu (10/08) berhasil menggemparkan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Hampir setengah hari, kawasan Prambanan dinaungi oleh mendung tipis yang cukup menguntungkan bagi puluhan ribu pengunjung yang telah memenuhi kawasan timur Yogyakarta itu sejak pagi hari.
Untuk memuaskan pecinta musik yang hadir, panitia penyelenggara telah menyiapkan empat panggung besar yaitu Panggung A Mild, Panggung Simpati, Panggung Rising Star, dan Panggung Talent yang ditempatkan secara berjajar dengan latar belakang Candi Prambanan yang menawan. Masing-masing panggung akan menampilkan musisi sesuai dengan kiprah dan pencapaian mereka selama bermusik di Indonesia.
Tahun ini, tema yang diusung Soundrenaline 2008
'Free Your Voice' akan memberikan kesempatan bagi ratusan musisi yang tampil untuk menyuarakan kebebasan mereka melalui berbagai aksi menarik di panggung spektakuler. Selain musisi dari dalam dalam negeri, Soundrenaline 2008 juga berhasil mendatangkan musisi luar negeri seperti Crowned King dan Dearest (Kanada) dan Saw Losser (Singapura). Sayangnya, band asal Amerika Serikat Skid Row --yang direncanakan akan tampil-- gagal datang ke Kota Gudeg karena sejumlah alasan.
Dibuka oleh penampilan Java Jive sekitar pukul 10.00 WIB di Panggung A Mild yang menghadap ke arah timur, area sekitar candi Prambanan mulai terasa hangatnya. Masing-masing musisi yang terdiri dari grup band dan penyanyi solo mendapatkan jatah empat lagu untuk dinyanyikan di tiap-tiap panggung. Pemilihan lagu, kostum, konsep manggung, performance hingga teatrikal yang mendukung ekpresi musisi tidak dibatasi oleh panitia penyelenggara. Usai Java Jive, Ressa Herlambang, Sherina, Club 80's dan band yang sedang naik daun D'Masiv tampil membawakan hits mereka di atas Panggung A Mild dan Panggung Simpati.

Giliran penampilan band yang lahir dari sebuah film, Garasi muncul dengan penampilan yang agak berbeda. Dalam aksi mereka diselipkan himbauan untuk membebaskan ekspresi setiap orang termasuk dalam hal bermusik. Ajakan tersebut ditunjukkan dalam beberapa tulisan pada sebuah papan yang diusung oleh kru band yang terdiri dari tiga orang ini. Usai Garasi tampil, band dari Jogja Jikustik berkesempatan tampil yang disusul oleh penampil dari luar negeri Dearest dan Saw Looser yang mendapat sambutan cukup positif dari penonton.
Setelah penampilan dua band dari luar negeri, band yang Jepang banget J-Rocks tampil menghibur penonton dengan penampilan mereka yang sama sekali bebeda dengan penampil lain. Band asal Jakarta ini mengenakan pakaian batik dalam aksi panggung mereka. Sebuah pemandangan yang membanggakan.
Usai kumandang lagu Indonesia Raya oleh J-Rocks yang mengakhiri penampilan mereka, tampil berurutan kemudian grup Tangga, Crowned King Bunga Citra Lestari, Audy, Letto, Naff, Di3va, Changcuters, Samsons, Melanie, Kerispatih, Naif, dan Pas Band hingga jeda magrib.
Selang jeda sepuluh menit, kembali band asal Jogja Sheila On 7 tampil menghangatkan suasana Prambanan yang mulai mendingin dengan sejumlah hits lama dan anyar mereka. Sekitar tiga puluh menit kemudian, Mulan Jameela berhasil memanaskan Prambanan dengan penampilan menarik mantan vokalis Ratu itu. Tampil kemudian, Peterpan, Andra & The Backbone, Nidji, Ungu, dan Gigi yang menutup setengah hari penuh musik di Prambanan itu pada sekitar pukul 22.30 WIB.
Soundrenaline di Prambanan Yogyakarta Minggu malam (10/08) mengakhiri rangkaian konser tahunan yang tahun ini diadakan di lima kota d Indonesia yaitu Pekanbaru, Medan, Batam, Malang, dan Yogyakarta. Pada penyelenggaraan Soundrenaline di Prambanan Yogyakata, panitia menyediakan kapasitas sound sebesar 400.000 watt, kapasitas lighting 850.000 watt, sekitar 300 kru, dan 1000 personil keamanan untuk mendukung lancarnya penyelenggaraan konser.
Simpan di: