Pendopo
Dari :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat
Ke :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat

Polling

Menurut Anda, sistem penentuan Kepala Daerah (Gubernur dan Wakil Gubernur) di DIY yang paling tepat adalah?

  • Penetapan
  • Pemilihan
  • Tidak Tahu

Tangga Lagu

1
Bang Toyib Pulang Kampung

Amoy Rainita

2
Pacar 5 L

Iceu Ong

3
Munajat Cinta

Della Citra

4
Ga Jaman Punya Pacar Satu

Anita Khaca

5
Lelaki Cadangan

Nagadhut

6
Arjunanya Buaya

Inul Daratista

7
Tante Girang

Alny

8
Sedang Ingin Bercinta

Donna Ray

9
Pacar Temanku

Shamila Cahya

10
Meneketehe

Manis Manja

Radio MBS 92.50 FM

Indeks
Pendopo > Berita > Kesehatan

Selasa, 27 Januari 2004, 00:00 WIB

Beberapa Kawasan Yogyakarta Siaga Satu Untuk Demam Berdarah

- GudegNet

ANGGAPAN BAHWA PANAS ADALAH GEJALA DEMAM BERDARAH tidak sepenuhnya benar. Akan tetapi, masyarakat DIY yang telah akrab dengan penyakit demam berdarah memang perlu waspada dengan gejala panas. Apalagi kota Yogyakarta sekarang sedang dalam musim penghujan yang potensial menyuburkan jentik-jentik nyamuk. Sehubungan dengan hal-hal tersebut tersebut, Dinas Kesehatan Yogyakarta bekerjasama dengan dokter praktek, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Puskesmas untuk menyebarluaskan informasi dan menanamkan image bahwa gejala panas pantas diwaspadai sebagai gejala demam berdarah (DB).

Hal tersebut diungkapkan oleh Dr Choirul Anwar saat ditemui wartawan di Balaikota dan mengatakan bahwa masalah terbukti positif atau tidak bukan masalah namun yang penting adalah cepat mendapat perawatan dari rumah sakit atau puskesmas. "Endemis artinya selalu ada kasus untuk tiap minggu tidak pernah absen atau tiada hari tanpa Dengue Haemoregic Fever (DHF)," tambahnya. DHF sendiri terjadi karena faktor mobilitas manusia maupun tersedianya calon nyamuk yang selalu ada.

Penyemprotan atau fogging tersebut tidak akan memberikan dampak yang berarti jika tetap tersedia calon nyamuk dewasa. "Kita usir, basmi, dan memusnahkan yang terbang tapi calonnya banyak ditempat-tempat perindukan, kan sama aja mubazir," tukasnya. Choirul mengatakan bahwa hingga minggu ke-3 Januari sudah terdapat 24 kasus dengan jumlah meninggal 3 orang. "Kesemuanya masih anak-anak dan nyamuk ini menyerang tidak mengenal umur. Siapa saja yang dilihatnya pasti diserbu," tuturnya. Secara kuantitatif memang tidak terjadi penambahan yang signifikan namun secara kematiannya sangat tinggi.

Hal tersebut terjadi setelah beberapa hari panas baru dibawa ke rumah sakit atau puskesmas dan baru diidentifikasi sebagai DB. "Rumah sakit selalu dapat kasus yang terlambat (untuk menyembuhkan pasien). Pada saat kasus masih ringan, sebaiknya segera dibawa dan kemungkinan tertolongnya sangat besar. Jadi saya pesan kepada masyarakat bahwa jika ditemui gejala panas maka asumsikan bahwa itu DHF. Walau tidak terbukti tapi sudah mendapat pertolongan yang sepatutnya daripada terlambat," tegasnya. Walau agak berlebihan, namun Choirul mengungkapkan bahwa itu merupakan kecemasan atau kekawatiran yang beralasan dan membawa keselamatan.

Mencegah demam berdarah tetap dengan 3 M, yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur, namun perlu tetap waspada jangan sampai terlambat dalam mengantisipasinya. Untuk amannya, suatu lokasi harus 95% bebas jentik, namun di masyarakat saat Dinkes meninjau ke lapangan beberapa lokasi hanya memiliki 70-80% bebas jentik. "Ada kasus sekitar 15 rumah, yang rawan sebesar 13 buah. Itu kan gawat sekali, bagaimana tidak cepat mewabah?," tuturnya dengan terheran-heran. Dalam proses pengasapan, seyogianya dibarengi dengan atau didahului oleh perilaku sehat masyarakat sehingga calon nyamuk dan nyamuk dewasa dapat hilang atau bahkan dapat dibasmi.



Kirim Komentar Anda

Nama Lengkap :
Usia :
Website/Blog/URL :
Email :
Pesan :
This editor requires Internet Explorer 5.0+, Netscape 7.1+, Mozilla 1.4+, or an equivalent Gecko based browser. A regular textarea will be displayed instead.
Kode :
                 
 

Berita Terkait



RSS  RSS Feed
  • Paribasan

    bathok (Jawa)

         tempurung kelapa (Indonesia)

         coconut shell (English)

     

    tesmak bathok

     

    Orang yang kurang penglihatannya.

     


    A person who lacks of ablitiy to see clearly.

     

  • Perhitungan Weton

     

    Silakan mengisi tanggal lahir Anda
    Tampilan dalam bentuk pop up

     

  • Kesaksian

    Teringatku Yogya adalah kota pelajar yang setiap hari aku harus lalui melalui Jl. Malioboro menuju kesekolahku. Setelah selesai study di Yogya saya kembali ke Jakarta keorang tuaku. Setelah saya merantau ke europa sseteur saya menjadi warna negara Europa dan bekerja. Tahun ini saya sudah mempunyai rencana ...
    S.Berhitu(55) - electrician Inginering.

    Indeks

     

  • Beritahu Teman

    Beritahu teman Anda tentang situs GudegNet

    Kode       

     

  •  

  •  

  • Google