Pendopo
Dari :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat
Ke :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat

Polling

Menurut Anda, sistem penentuan Kepala Daerah (Gubernur dan Wakil Gubernur) di DIY yang paling tepat adalah?

  • Penetapan
  • Pemilihan
  • Tidak Tahu

Tangga Lagu

1
Laskar Pelangi

Nidji

2
Sejuta Rasanya

Bonus

3
Segitiga

Elmo Street Fire

4
Lirih

Chrisye

5
Jadi Milikmu (crazy)

Anggun

6
Sahabatku

Nami Band

7
I Just Wanna Say I L U

Potret

8
Jika Kau Pergi [jkp]

Gema V

9
Bila Malam Tiba

New Days

10
Godain Aku Lagi

Agnes Monica

Radio Swaragama 101,7 FM

Indeks
Pendopo > Berita > Seni & Budaya

Rabu, 12 Maret 2008, 11:02 WIB

Teater Gandrik Melakukan Sidang Susila

Iwan Pribadi - GudegNet

Sidang Susila Teater GandrikAlkisah, di suatu negara di berlakukan Undang-undang Susila yang mengatur permasalahan susial dan moralitas yang ada di masyarakat. Hal ini tentu saja diikuti dengan tindakan penghapusan segala macam bentuk pornografi dan pornoaksi yang ada.

Maka, tanpa tanggung-tanggung lagi terjadi penangkapan besar-besaran terhadap siapa saja yang dituduh dan dianggap melakukan hal-hal yang bersifat asusila. Salah satu yang ditangkap oleh para polisi susila di negara tersebut adalah seseorang yang bernama Susila (Susilo Nugroho).

Susila sendiri sebenarnya adalah seorang penjual mainan anak-anak, yang tidak memiliki niatan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan Undang-undang Susila tersebut, namun karena bentuk tubuhnya yang dianggap sensual dan dipertontonkan kepada khalayak banyak ketika ia  membuka bajunya karena alasan gerah, maka Susila akhirnya menjadi pesakitan.

Keadaan semakin tidak menguntungkan bagi Susila, karena –kembali berdasarkan Undang-undang Susila— dalam proses peradilan, ia dianggap menggiring orang-orang lain untuk berpikiran mesum, karena barang-barang yang dijualnya, seperti misalnya balon, dapat diasosiasikan ke hal-hal yang menjurus ke arah pornografi.

Sidang Susila Teater GandrikItulah gambaran ke-kisruh-an yang terjadi, apabila ada peraturan negara yang mencoba untuk memberikan rambu-rambu pada rakyatnya hingga sampai pada tataran moral dan susila, yang dikemas dalam bentuk pementasan teater berjudul Sidang Susila dan dimainkan oleh Teater Gandrik Yogyakarta di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, pada tanggal 7 dan 8 Maret 2008 yang lalu.

Pementasan yang dimulai pukul 20:00 WIB dan berlangsung sekitar dua jam ini, nampaknya merupakan salah satu bentuk tanggapan atas adanya RUU tentang Pornografi yang beberapa waktu lalu sempat menjadi perhatian berbagai pihak.

Walaupun sempat vakum selama beberapa tahun, namun nampaknya penampilan Teater Gandrik ini masih tetap ditunggu dan dirindukan oleh masyarakat Jogja, hal ini dibuktikan dengan terisinya hampir seluruh kursi di Concert Hall Taman Budaya, dan masih ditambah dengan pengunjung yang menonton pementasan ini secara lesehan tepat di depan panggung.

Ada dua hal yang menarik pada penampilan kali ini, pertama, peran Jaksa dan Pembela yang ditampilkan sebagai sosok perempuan, diperankan dengan sangat luwes oleh para lelaki, masing-masing oleh Whani Dharmawan dan Butet Kartaredjasa.

Kedua, tidak ada yang berani “mengaku” sebagai sutradara dalam pementasan kali ini, sebab ternyata dalam proses penggarapannya hampir semua elemen pendukung pementasan ini ikut serta dalam memberikan ide-ide untuk pementasan itu sendiri, sehingga menurut Butet Kartaredjasa dalam booklet yang diberikan, pementasan Teater Gandrik kali ini disutradarai oleh Teater Gandrik.

Demikianlah, walaupun sesekali ditemukan adegan-adegan slapstick yang dianggap kurang perlu, tapi secara keseluruhan, semangat khas Teater Gandrik yang “bermain-main sebagai” bukan “bermain sebagai” dalam setiap pementasannya, tetap dapat kita nikmati kali ini.


Foto: Indra Wicaksono (PakJepret)


Kirim Komentar Anda

Nama Lengkap :
Usia :
Website/Blog/URL :
Email :
Pesan :
This editor requires Internet Explorer 5.0+, Netscape 7.1+, Mozilla 1.4+, or an equivalent Gecko based browser. A regular textarea will be displayed instead.
Kode :
                 
 

Berita Terkait



RSS  RSS Feed
  • Paribasan

    ambu (Jawa)

         bau (Indonesia)

         smell (English)

     

    ora mambu wong lanang (tidak berbau orang laki-laki)

     

    (1) Orang laki-laki yang bertingkah laku seperti perempuan. (2) Belum mengenal laki-laki.

     

     

  • Perhitungan Weton

     

    Silakan mengisi tanggal lahir Anda
    Tampilan dalam bentuk pop up

     

  • Kesaksian

    dua-duanya di-racik pake gudeg, pd saat "pulang" ke jogja aku makan gudeg tugu pd saat jauh dari jogja aku selalu lihat gudeg.net selalu dari itu dan ke itu ... tapi aku cinta padamu ...
    Sony Samin Suryosentiko(32) - Intl. Student

    Indeks

     

  • Beritahu Teman

    Beritahu teman Anda tentang situs GudegNet

    Kode       

     

  •  

  •  

  • Google