
Menurut Anda, sistem penentuan Kepala Daerah (Gubernur dan Wakil Gubernur) di DIY yang paling tepat adalah?
Float
Dewi Sandra
Kapten
Endank Soekamti
Neo
Yovie Feat. Monita
Numata
Acha Sepriasa & Irwansyah
Pixel
Slank

Gempa 27 Mei 2006 lalu, selain menelan ribuan korban jiwa juga berdampak pada
keberadaan dan kelestarian seni tradisi yang telah ada di masyarakat DIY khususnya
masyarakat kabupaten Bantul. Beberapa saat pascagempa, para korban, pemerintah,
sukarelawan, dan LSM lebih menekankan pada revitalisasi infrastruktur ekonomi
dan psikologis. Bagaimana dengan revitalisasi seni tradisi di masyarakat?
Sejak Mei 2007 - April 2008, Rumah Seni Cemeti ditunjuk oleh Ford Foundation untuk melakukan revitalisasi seni tradisi di Bantul mengingat pada sektor ini
juga merupakan sektor yang terkena imbas gampa 2006 lalu. Dusun Joho, desa Jambidan,
Kecamatan Banguntapan; dusun Kedungpring, desa Wonolelo, Kecamatan Pleret; dusun
Klisat, Kecamatan Pandak, Bantul; dusun Warungpring, desa Sidomulyo, Kecamatan
Banguntapan; dan dusun Kadisoro, desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak merupakan
lima dusun yang dipilih untuk kembali diberdayakan melalui kesenian.
"Rumah Seni Cemeti ditunjuk oleh Ford Foundation untuk menyalurkan dana kepada
lima dukuh di Bantul dalam rangka memberdayakan kembali kesenian yang ada di masyarakat
tersebut. Setelah gempa, kondisi seluruh sektor termasuk kesenian di Bantul lumpuh,"
kata pimpinan Rumah Seni Cemeti, Nindityo Adi Purnomo (19/03).
Potensi kesenian khususnya seni tradisi di Bantul dapat dibilang luar biasa.
Meski pada awalanya mengalami kesulitan mendeteksi potensi kesenian yang ada pada
kelima dusun yang terpilih, seniamn Bondan Nusantara yang menjadi pendamping dusun
tersebut akhirnya mampu menemukan beberapa jenis kesenian yang 'tersembunyi' di
masyarakat.
"Pada awalnya kami mengalami kesulitan mendeteksi potensi kesenian yang ada pada
kelima dusun yang terpilih, namun akhirnya kami mampu menemukan beberapa jenis
kesenian yang 'tersembunyi' di masyarakat tersebut meski masyarakat setempat sempat
pesimis dengan hal tersebut," kata Bondan.
Kehidupan kesenian pada kelima dusun tersebut khususnya pada pascagempa sangat
minim. Kegiatan kesenian dapat dikatakan tak ada. Namun dengan program ini, denyut
nadi seni tradisi di dusun tersebut dapat kembali berdenyut berkat ditemukannya
potensi kesenian yang ada di kawasan DIY bagian utara tersebut.
Sementara itu, Ong Hari Wahyu yang juga terlibat dalam program pemberdayaan kesenian
masyarakat ini mengharapakan hasil yang diperoleh berupa kebersamaan masyarakat
dalam berkesenian. Selain itu, pola pikir bahwa "kesenian itu murah" harus ditanamkan
dalam pemikiran masyarakat setempat. Hal ini dapat dimulai dengan memanfaatkan
nilai lokal dan material lokal yang ada dalam masyarakat.
"Program pemberdayaan masyarakat lewat kesenian ini diharapkan menghasilkan hasil
yakni "guyub" dalam masyarakat. Disamping itu, kami juga menanamkan pola pikir
"kesenian itu murah" dalam masyarakat. Berkesenian dapat dimulai dari menggunakan
nilai lokal dan material lokal yang ada dalam masyarakat. Semoga program ini menjadi
stimulan yang efektif bagi masayarakat Bantul," kata Ong.
Program bertajuk "Among Budaya Lima Dusun" ini direncanakan akan dilangsungkan pada hari Minggu, 23 Maret 2008 mulai pukul 09.00-17.00 WIB dimulai dari Lapangan Kantor Bupati Bantul menuju Lapangan Trirenggo Bantul. Karnaval ini setidaknya akan diikuti oleh 350 orang yang berasal dari
kelima dusun yakni Joho, Kedungpring, Klisat, Warungpring, dan Kadisoro.
Jenis kesenian yang akan ditampilkan berupa reog, srandul, sahalawatan, tari,
kethoprak dll. Dalam aksinya, peserta karnaval akan menggunakan beragam medium
seperti bambu, barang bekas, akar-akaran, topeng dll yang dimanfaatkan sebagai
atribut.
Dengan program ini diharapakan masyarakat Bantul yang menjadi korban gempa tidak
lagi hanya akan mengandalakan bantuan dari pihak lain. Jika infrastruktur telah
kembali dibangun, diharapkan mereka akan bertanggung jawab terhadap kelangsungan
hidup kesenian yang telah kembali dihidupkan. Program ini seharusnya menjadi stimulan
bagi kebangkitan masyarakat Bantul pascagempa.


bangun (Jawa)
mempunyai; membuat (Indonesia)
to have; to make (English)
mbangun turut
Mempunyai sifat penurut; misalnya orang yang selalu menurut nasihat orang tuanya atau seorang istri yang patuh terhadap suami.
Silakan mengisi tanggal lahir Anda Tampilan dalam bentuk pop up
Salamm,
sejak tahun 1992 meninggalkan kampung halaman Jogja, setiap hari pula rasa kangen
menyertai. Benar-benar ndak nyangka, baru setelah 14 tahun berada di tengah hutan
Borneo bisa seperti di rumah setelah buka situs ini.
Ulasannya menarik apalagi latar belakang budaya & ...
Isnusupranto(39) - Wira Swasta