Pendopo
Dari :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat
Ke :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat

Polling

Bagaimana menurut Anda layanan parkir di Jogja saat ini?

  • Memuaskan
  • Mengecewakan
  • Biasa saja

Tangga Lagu

1
Trouble Is A Friend

Lenka

2
18 Days

Saving Abel

3
Fire Burning

Sean Kingston

4
Black Heart Inertia

Incubus

5
Jackie Collins Existential Question Time

Manic Street Preachers

6
I Wanna

The All American Rejects

7
Know Your Enemy

Green Day

8
When It Was Good

Flypside

9
World Go Round

Busta Rhymes Ft Estelle

10
Kelsey

Metro Station

Radio Geronimo 106,1 FM

Indeks
Pendopo > Berita > Seni & Budaya

Sabtu, 22 Maret 2008, 16:01 WIB

Workshop Internasional “Tari Kontemporer di Asia: Memetakan Wacana”

Joko Widiyarso - GudegNet

Program Magister Ilmu Religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma, KUNCI cultural studies center (Yogyakarta) bersama Helly Minarti (kandidat MPhil/PhD Roehampton University London) menyelenggarakan workshop internasional yang bertajuk “Tari Kontemporer di Asia: Memetakan Wacana”. Acara akan diadakan 28-29 Maret 2008 di Gedung Pusat Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.  

Tujuan dari workshop ini terutama adalah untuk memetakan (membangun) wacana yang ada tentang tari kontemporer di Asia, menempatkannya dalam lintasan beragam kajian (tari dan berbagai lintas-disiplin lainnya), sebagai pijakan bagi para akademisi, peneliti independen, kritikus dan praktisi yang seminat untuk bergabung dalam pertukaran gagasan dan pengetahuan. Dengan demikian kegiatan ini diharapkan dapat menyediakan materi dan sumber-sumber yang memadai dalam memulai suatu jaringan wacana secara regional, dan akhirnya, berdialog dengan wacana yang lebih global.
 
Secara keseluruhan akan ada lima sesi dalam workshop ini, dengan tema dan para pembicara sebagai berikut:
1. "Tari dan Politik Identitas”, pembicara: Dr. R. Diyah Larasati (Univ.of Minnesota) & Dr. Ananya Chatterjea (Univ.of Minnesota);
2. "Tari dan Institusi", pembicara: Dr. Lin Yatin (Taipei University of the Arts) & Dr. Julianti Parani (Institut Kesenian Jakarta);
3. "Proyek Tubuh", pembicara: Dr. Alessandra Lopez y Royo (Roehampton University London) & Dr. Lono L. Simatupang (Univ. Gadjah Mada, Yogyakarta);
4. "Riset dan Metodologi”, pembicara: Dr. Janet O’Shea (Middlesex University, Inggris) & Dr. Marta Savigliano (Univ.of California, LA & Buenos Aires); serta
5. "Menginterogasi Tradisi”, pembicara: Dr. Sal Murgiyanto (Taipei University of the Arts, ISI) & Dr. A.M Hermien Kusmayati (ISI Yogyakarta).
 
Sasaran workshop ini adalah, pertama, untuk memetakan perbedaan alur-alur sejarah dan pengalaman modernisasi tari yang hadir di berbagai negara di Asia. Karenanya, workshop ini melibatkan para peneliti, kritikus dan praktisi yang seminat, untuk mendiskusikan beberapa isu kunci yang terus berkembang di forum-forum sebelumnya. Isu-isu kunci tersebut antara lain: historiografi tentang tari, tradisi, politik tubuh dan identitas, hubungan antara tari dan nasionalisme dan/atau feminisme (identitas).
 
Kedua, workshop ini juga bertujuan untuk mengangkat beberapa isu utama yang terkait dengan praktek tari kontemporer di negara-negara Asia. ‘Asia’ dalam konteks ini digunakan sebagai rujukan yang terbukti masih berguna dalam membingkai pembahasan, sebagai acuan pembanding atas tema-tema utama, dengan kesadaran bahwa Asia sebagai sebuah definisi punya kemungkinan untuk menjebak. Karena, bagaimanapun juga, terdapat begitu banyak perbedaan antara negara-negara seperti Indonesia dan Jepang, seperti juga Indonesia berbeda dengan Islandia, tanpa memandang di benua mana Jepang dan Islandia berada.
 
Workshop ini penting untuk merintis kontribusi yang efektif pada wacana tari kontemporer yang ada, yang sayangnya masih banyak mengacu pada hegemoni teoretis Eropa-Amerika baik dalam pemikiran maupun praktek. Dengan demikian intervensi yang diskursif dan kritis dibutuhkan untuk mendorong pembahasan lebih lanjut karena secara historis, wilayah pemikiran dan praktek, punya kaitan erat. Jalin-menjalin ini dapat terlihat dari penggunaan istilah ‘tari modern’ itu sendiri yang merujuk para pelaku modernisasi tari di awal abad ke-20, sekaligus juga pada interaksi antara kedua wilayah ini di berbagai festival internasional, atau yang belakangan ini sering terjadi, dalam kolaborasi artistik lintas kultur/regional. Oleh karena itu workshop ini diharapkan dapat memperkuat wacana dari benua Asia yang mewakili sejarah tari yang beragam dan memiliki konteks yang kompleks.
 
Rangkaian workshop ini akan dibuka oleh Rektor Universitas Sanata Dharma pada 27 Maret 2008 dalam jamuan makan terbatas undangan, di Lembaga Indonesia Prancis/LIP, Jalan Sagan No.3. Pada kesempatan itu akan dipentaskan satu nomor tari oleh Fitri Setyaningsih (Yogyakarta) berjudul ”Are you OK?”.
 
Di tengah-tengah penyelenggaraan workshop, pada Jumat 28 Maret 2008 mulai pukul 19.00 WIB, akan dipentaskan beberapa pertunjukan tari di area Beringin Soekarno, Universitas Sanata Dharma, yakni: “Sekar Pudyastuti”, oleh MASKARJA/Masyarakat Karawitan Jogjakarta berkolaborasi dengan beberapa penari ISI Yogyakarta (Gesta, Rika, Dila, Raras); ’HISstory”, oleh Dr. Zulkifli binhaji Mohammad (Malaysia) berkolaborasi dengan Saturday Acting Club ISI (Yogyakarta); dan “Klana Sewandana & Sembunglangu” oleh MASKARJA berkolaborasi dengan dua penari ISI Yogyakarta (Drs. Y. Subowo M.Hum & Drs. Sunardi). Pertunjukan tari di hari ini terbuka untuk umum, tanpa dipungut bayaran.
 
Untuk mengikuti workshop ini dikenakan biaya pendaftaran, yang kategorinya terbagi menjadi empat, yakni: bagi peserta dalam negeri Rp 50.000,- untuk satu hari keikutsertaan, Rp 100.000,- untuk dua hari keikutsertaan, sedangkan bagi peserta asing US$ 15 untuk satu hari keikutsertaan, dan US$ 30 untuk dua hari keikutsertaan. Biaya pendaftaran workshop meliputi 2 (dua) hari penyelenggaraan workshop dan materi-materi terkait; konsumsi untuk makan siang dan selingan.
 
Panitia penyelenggara menyediakan 100 saja kursi bagi yang berminat mengikuti workshop, yang keseluruhan materinya akan disampaikan dalam Bahasa Inggris, dengan fasilitas penerjemahan Bahasa Indonesia bagi para penutur nonBahasa Inggris.
 
Pendaftaran bisa dilakukan di sekretariat penyelenggara, KUNCI Cultural Studies Center, Jalan Nagan Lor No. 17, Yogyakarta 55133, telepon: (0274) 414231, email: dance@kunci.or.id . Formulir pendaftaran bisa juga diunduh di: http://dance.kunci.or.id
 
Acara ini didukung oleh SEASREP Foundation, Roehampton University London, Lembaga Indonesia Prancis/LIP, Arts Network Asia (ANA), MASKARJA (Masyarakat Karawitan Jogjakarta), Institut Seni Indonesia/ISI Yogyakarta, Harian KOMPAS, Taman Budaya Yogyakarta, Dinas Kebudayaan Propinsi DIY, GudegNet, Radio Eltira, Radio Female, Radio Geronimo, Radio Sonora, dan Blass Group.



Kirim Komentar Anda

Nama Lengkap :
Usia :
Website/Blog/URL :
Email :
Pesan :
This editor requires Internet Explorer 5.0+, Netscape 7.1+, Mozilla 1.4+, or an equivalent Gecko based browser. A regular textarea will be displayed instead.
Kode :
                 
 

Berita Terkait



RSS  RSS Feed
  • Paribasan

    cindhil (Jawa)

         anak tikus (Indonesia)

         a small mouse (English)

     

    keriga tekan cindhile abang

     

    Orang yang menantang dan menganggap ringan lawannya karena mengandalkan kekuatan sendiri.

     


    Someone who challanges or underestimates his/her enemy upon his/her own power or self confidence.

     

  • Perhitungan Weton

     

    Silakan mengisi tanggal lahir Anda
    Tampilan dalam bentuk pop up

     

  • Kesaksian

    Jujur ak seneng banget menemukan situs tentang kota kelahiranku JOGJA. Aku tau situs ini dari radio RRI Pro 2 Jakarta. Ora sengojo aku dengerin radio itu (yach sopo ngerti dapet informasi tentang jogja). Ternyata pas ada siaran tentang jogja pasca gempa dengan narasumber dari gudegnet (kalo ga ...
    theresia purwanti(25) - staff adm perusahaan swarsta

    Indeks

     

  • Beritahu Teman

    Beritahu teman Anda tentang situs GudegNet

    Kode       

     

  •  

  •  

  • Google