Pendopo
Dari :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat
Ke :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat

Polling

Bagaimanakah sikap Anda tentang pernyataan mundur Sultan Hamengku Buwono X pada pencalonan Gubernur DIY 2008 mendatang?

  • Tidak setuju
  • Setuju
  • Tidak tahu

Tangga Lagu

1
Pork And Beans

Weezer

2
Inside The Fire

Disturbed

3
Oxford Comma

Vampire Weekends

4
Can't Get U Out Of My Head

Marion Dacal

5
Run The Show

Kat Deluna Ft. Busta Rhymes

6
I Through It Was Over

The Feeling

7
That's Not My Name

The Tings Tings

8
The Only One

The Cure

9
Violet Hill

Coldplay

10
Forever

Chris Brown

Radio Geronimo 106,1 FM

Indeks
Pendopo > Berita > Seni & Budaya

Senin, 14 April 2008, 13:00 WIB

Anak-anak Korban Gempa Klaten Turut Pentas "Togog"

Joko Widiyarso - GudegNet

Pentas Seni Kolaboratif TogogPertunjukkan tari kontemporer oleh sebelas penari membuka pentas seni lintas disiplin "Togog", Jumat malam (11/04) di Gedung Kesenian Societet Militer Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Pementasan Togog ini menjadi berbeda ketika 30 anak-anak korban gempa Klaten turut serta dalam pentas kolaboratif ini.  

Tampil ke panggung, tokoh Togog yang diperankan oleh Eko Purnomo langsung mencerca sifat manusia yang hanya suka membenarkan diri mereka sendiri dan selalu menyalahkan orang lain. Togog juga dibuat kecewa oleh mereka yang selalu tidak menerima apa yang telah diperbuatnya.

 Dewa penjaga berwujud manusia ini juga menyindir sifat tamak manusia yang pernah lepas dari harta dan tahta. Menurutnya, semua orang hanya berpikir bagaimana untuk kaya. Oleh karena itu, tak ada lagi yang memikirkan rakyat yang melarat, termasuk penguasa.

Dalam pentas yang dibanjiri oleh penonton tersebut, Togog benar-benar mampu 'menguliti' semua sifat buruk manusia dalam hidup yang menurutnya tidak baik. Sifat ingkar janji dan hidup yang hanya berorientasi pada keinginan juga merupakan sifat manusia yang tidak tepat.

Pementasan berdurasi 90 menit ini adalah sebuah karya kolaboratif tari, musik & wayang dari seniman Yogyakarta dan Jepang yakni Bimo Wiwohatmo, Izumi Nagano, Ki Seno Nugroho, Anter Asmotedjo, Satrio Ayodya & Boedhie Pramono. Pemilihan tokoh Togog diharapkan mampu mempertanyakan kehidupan pada saat ini yang katanya orde perubahan, tapi anehnya, setiap pendapat walaupun mengandung kebenaran selalu disangsikan.

Selain didukung oleh 15 seniman muda berbeda profesi, baik tari, musik dan dalang profesional dari Indonesia, Jepang dan Belanda, dua kelompok tari AnterDans dan Ayodya; pementasan yang disutradarai oleh Baghawan Ciptoning ini juga melibatkan 30 anak dari Desa Soka, Gantiwarno, Klaten yang merupakan korban gempa 2006 lalu.


Kirim Komentar Anda

Nama Lengkap :
Usia :
Website/Blog/URL :
Email :
Pesan :
This editor requires Internet Explorer 5.0+, Netscape 7.1+, Mozilla 1.4+, or an equivalent Gecko based browser. A regular textarea will be displayed instead.
Kode :
                 
 

Berita Terkait



RSS  RSS Feed
  • Paribasan

    celeng (Jawa)

         babi hutan (Indonesia)

         a boar (English)

     

    nrajang grumbul ana celenge

     

    Orang yang menyerang lawan ternyata mendapat serangan balasan secara tiba-tiba.

     


    Someone who attacks his/her enemy but gets a sudden counter attack.

     

  • Perhitungan Weton

     

    Silakan mengisi tanggal lahir Anda
    Tampilan dalam bentuk pop up

     

  • Kesaksian

    Keren skali konsep grafisnya, sip tenan. Harus pake kode setiap mau submit..secure bgt yah balas email saya ya  ...
    Ygaras(1) - student college

    Indeks

     

  • Beritahu Teman

    Beritahu teman Anda tentang situs GudegNet

    Kode       

     

  •  

  •  

  • Google