
Panasnya
terik matahari siang tadi (22/04) di Alun-alun Utara Kota Yogyakarta
tak menyurutkan semangat peserta Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup
(PNLH) ke-10 Walhi untuk mendengarkan orasi dan nyanyian dari seorang
aktivis yang telah lama menjadi sahabat walhi, Franky Sahilatua.
"Jogja sudah semakin panas. Tapi dalam suasana yang panas ini, mari
kita tetap serukan untuk "Stop Global Warming...", sela Franky ketika
didaulat untuk menyanyikan lagu "Bumi Kita Hanya Satu" yang secara
khusus diciptakannya pada tahun ini bagi Walhi dan Federasi Serikat
Petani Indonesia (FSPI).
Berapa banyak hutan-hutan telah gundul
sampai kamu sadar tentang bencana
Panas...bumi semakin panas
Kamu tak henti menebang
Bumi kita hanya satu
Jaga bumi rumah kita
Cuaca telah berubah...
Alam telah kehilangan keseimbangan
Cuaca berubah...
Kemarau dan hujan tak lagi normal
Banjir menerjang kota-kota
Kering memukul sawah ladang
Dunia kita terancam lapar...
Dunia kita terancam lapar...
Syair di atas adalah sebagian dari lagu "Bumi Kita Hanya Satu" karya
Franky Sahilatua yang dinyanyikannya pada Hari Bumi yang dirayakan hari
ini (22/04) di Alun-alun Utara Kota Yogyakarta.
Sebagai penyanyi dan pencipta lagu yang aktif di Walhi sejak tahun
1980, Franky Sahilatua menyikapi kerusakan lingkungan yang kini sedang
terjadi dengan menciptakan sebuah lagu yang diberinya judul "Bumi Kita
Hanya Satu".
Menurutnya, pemanasan global hanyalah awal dari petaka yang akan
terjadi di bumi. Sejumlah permasalahan lain akibat dari pemasanan
global akan muncul dan membahayakan kehidupan umat manusia.
"Lagu "Bumi Kita Hanya Satu" itu sebagai sikap saya menanggapi
pemanasan global yang kini sedang terjadi. Pemanasan global itu adalah
sebuah awal dari petakan yang akan terjadi di bumi jika kita tidak
menghentikannya," kata Franky kepada GudegNet pada Perayaan Hari Bumi
(22/04) di .
Menurut pencipta lagu "Orang Pinggiran" ini, bumi kita saat ini sedang
sangat sakit. Pihak yang paling bertanggung jawab dalam hal ini adalah
pemerintah yang kerap mencetak kebijakan yang tidak memihak kepada
kepentingan lingkungan dan kepentingan masyarakat banyak.
"PP No. 2/2008 tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara
Bukan Pajak (PNBP) adalah salah satu produk "kecelakaan manajemen" oleh
pemerintah. Masa harga tanah satu meter persegi lebih murah dari pada
harga sebungkus rokok? Kan ga' masuk akal," tanyanya.
Dalam acara yang diusung oleh Walhi itu, musisi yang tak lagi membuat
lagu momersial ini menyanyikan beberapa lagu yang yang diantaranya
adalah "Bumi Kita Hanya Satu", "Orang Pinggiran" dan "Kita Adalah
Saudara".