Pendopo
Dari :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat
Ke :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat

Polling

Menurut Anda, sistem penentuan Kepala Daerah (Gubernur dan Wakil Gubernur) di DIY yang paling tepat adalah?

  • Penetapan
  • Pemilihan
  • Tidak Tahu

Tangga Lagu

1
Listen To Me

Mocca

2
Beauty Is You

Abdul & The Coffee Theory

3
Hanya Kamu Yang Bisa

Tiket

4
Bonbinben

Naif

5
Tergila

Twentyfir st Night

6
Cinta Pertama

Gendhing & Ipang

7
Bagai Bintang

Praboe

8
Godai Aku Lagi

Agnes Monica

9
Melepasmu

Drive

10
Takkan Hilang

T-five

Radio Prambors 95.8 FM Jogja

Indeks
Pendopo > Berita > Sosial Ekonomi

Senin, 12 Mei 2008, 15:41 WIB

Sejumlah Demo Hiasi 12 Mei 2008

Amien Hamzah - GudegNet

Demo Tolak Kenaikan BBM - DPRD DIYRatusan orang dari Aliansi Rakyat Pekerja Yogyakarta (ARPY) dan Komite Rakyat Bersatu (KRB), siang tadi (12/05) melakukan demo penolakan kenaikan BBM di halaman Gedung DPRD DIY.
 
Aktivis ARPY menganggap bahwa kenaikan BBM untuk amankan APBN 2008 itu hanya bohong belaka. Karena sebelum pengumuman resmi, barang kebutuhan pokok sudah naik terlebih dahulu.

"Harga naik, inflasi naik, dan APBN akan terpakai juga untuk menutupi inflasi" kata koordinator aksi ARPY, Tini Dawu.

ARPY juga menilai bahwa kenaikan harga BBM guna mengalokasikan kas negara untuk bantuan orang miskin itu hanyalah omong kosong. Bantuan Langsung Tunai (BLT), Asuransi Kesehatan Rakyat Miskin (Askeskin), Beras untuk rakyat miskin (Raskin) serta dana-dana sosial untuk keluarga miskin, jelas tidak bisa menjawab persoalan rakyat dengan kenaikan BBM.

Selain menuntut pembatalan kenaikan BBM, ARPY juga memberiakan tuntutan bagi Pemerintah  untuk menasionalisasi industri pertambangan, menaikkan upah buruh, revisi semua  regulasi pro Imperalis menjadi pro rakyat, menolak hutang luar negri, hapus hutang lama, sita hutang koruptor untuk subsidi rakyat, serta kedaulatan pangan untuk rakyat.

Demo Penegakan HAM - DPRD DIY Sementara itu pada waktu yang sama, Kelompok Mahasiswa UII juga menggelar aksi demo di gedung DPR DIY untuk memperingati 10 tahun Reformasi. Dalam orasinya para mahasiswa memberikan tuntutan penegakan HAM atas korban Reformasi yang selama ini belum tuntas.

"Belum satupun kasus pelanggaran HAM yang terjadi semasa Orde Baru berkuasa dapat diselesaikan, seperti kasus SUTET, Lampung, Tanjung Priok, tragedi Trisakti Semanggi, kasus pembunuhan aktivis Munir dan kasus lainnya yang sampai sekarang tidak jelas  kelanjutannya" kata koordinator Kesatuan Mahasisma UII, Harisma Aji Mahastoto.

Dalam demo yang dikawal oleh sekitar seratus personel keamanan dari Poltabes DIY itu, Kesatuan Mahasisma UII juga menggelar aksi teatrikal yang mengisahkan bagaimana suara rakyat sangat susah untuk diperdengarkan meskipun di rumah rakyat (DPRD,red) sendiri. Dalam aksi ini, seorang mahasiswa berperan sebagai rakyat yang bibirnya di lakban oleh seorang anggota DPR.


Kirim Komentar Anda

Nama Lengkap :
Usia :
Website/Blog/URL :
Email :
Pesan :
This editor requires Internet Explorer 5.0+, Netscape 7.1+, Mozilla 1.4+, or an equivalent Gecko based browser. A regular textarea will be displayed instead.
Kode :
                 
 

Berita Terkait



RSS  RSS Feed
  • Paribasan

    andaka (Jawa)

         banteng (Indonesia)

         a bull (English)

     

    nglincipi singating andaka (meruncingkan tanduk banteng)

     

    Menghasut pimpinannya agar menjadi marah.

     

     

  • Perhitungan Weton

     

    Silakan mengisi tanggal lahir Anda
    Tampilan dalam bentuk pop up

     

  • Kesaksian

      Salamm, sejak tahun 1992 meninggalkan kampung halaman Jogja, setiap hari pula rasa kangen menyertai. Benar-benar ndak nyangka, baru setelah 14 tahun berada di tengah hutan Borneo bisa seperti di rumah setelah buka situs ini.     Ulasannya menarik apalagi latar belakang budaya & ...
    Isnusupranto(39) - Wira Swasta

    Indeks

     

  • Beritahu Teman

    Beritahu teman Anda tentang situs GudegNet

    Kode       

     

  •  

  •  

  • Google