www.gudeg.net, Yogyakarta - Masih dalam semangat Ngayogjazz 2017 (18/11), penampil pendatang baru di dunia genre blues, Brightsize Trio (BST) memeriahkan panggung Doorstoot.  Walaupun relatif baru, pertunjukan panggung band yang mengkorporasikan soul, funk, dan etnik dalam komposisi musiknya ini penuh  dipadati penonton dalam dan luar negeri.

BST membawakan beberapa lagu termasuk I’m Not A Loser dan Bukan Debu Jalanan yang merupakan cover dari lagu Sawung Jabo. Ditengah-tegah, menyesuaikan dengan tema perjuangan Ngayogjazz 2017, diselipkan dengan manis not-not lagu nasional. Seketika saat aksi panggung semua personel menggebuk drum bersamaan penonton nampak ikut panas dan gemuruh tepuk tangan terdengar.

Awal mula band ini dari Putu ‘Liong’ Sutawijaya, pemilik Sangkring Art Space, mempertemukan Angga dan Endy di tahun 2016. Nama Brightsize Trio sendiri terinspirasi dari album karya gitaris jazz ternama Pat Metheny, Bright Size Life, rilis tahun 1976. Nama ini diberikan oleh Putu berdasarkan kegemaran Putu dan Endy pada album ini dan sosok legendaris Metheny.

Dengan dukungan banyak pihak, Oktober 2016 BST meluncurkan album perdana bertajuk ‘First Step’, yang berisikan 5 materi lagu. Pada Februari 2017, mengawali tur 9 negara Eropa, BST meluncurkan video klip untuk lagu ‘Ilusion’. Setelah terjadi pergantian personel, BST kembali menyambangi Eropa, tepatnya di event Pasar Hamburg, September 2017.