Gudegnet - Gelaran Ngayogjazz 2018 akan segera digelar. Acara tahunan yang memasuki penyelenggaraan ke-12 ini akan diadakan di Desa Gilangharjo, Pandak, Bantul pada 17 November 2018.

Sejak penyelenggaraan pertama di tahun 2007, acara ini selalu diadakan di pedesaan.

Dwi Santosa, Kepala Pedukuhan Kauman, Gilangharjo mengatakan, ia menyambut baik dipilihnya Desa Gilangharjo sebagai lokasi Ngayogjazz 2018. “Menurut saya bagus, bisa untuk mempromosikan situs Selo Gilang,” ucapnya ketika ditemui di kediamannya, Rabu (24/10).

“Konon di situ (Selo Gilang) tempat mau didirikannya keraton Mataram Islam yang pertama. Tidak jadi di sini karena terlalu dekat dengan wilayah Ki Ageng Mangir,” tutur kepala pedukuhan yang memiliki sekitar 360 KK ini.

Di samping situs tersebut, di desa ini juga terdapat Tambalan, Makam Bupati Kabupaten Bantul  pertama.

Dwi menambahkan, warganya juga menyambut positif Ngayogjazz 2018 digelar di desa ini. Nantinya selain berpartisipasi dalam panggung kesenian, warga akan berpartisipasi dalam Pasar Jazz, yang akan menyajikan kuliner.

Dwi berharap acara ini bisa menambah pendapatan dari masyarakat. “Bisa untuk menambah pengetahuan dan juga penghasilan dari warga Gilangharjo,” ucapnya.

Desa Gilangharjo memiliki 15 pedukuhan. Nantinya akan ada kesenian dari beberapa pedukuhan di desa ini yang akan terlibat dalam Ngayogjazz 2018, termasuk Pedukuhan Kauman. Kesenian tersebut antara lain, tari, gejog lesung, drum blek. Drum blek adalah semacam marching band namun alat musiknya terbuat dari kaleng bekas.

Tak sulit untuk menemukan lokasi desa ini. Dari perempatan Palbapang, ke arah selatan, setelah ada penunjuk Kantor Desa Gilangharjo, belok kanan. Lurus saja hingga SD N Bantulan, Kauman, Gilangharjo. “Gerbang” Ngayogjazz nantinya akan berada di sekitar SD tersebut.