Gudeg.net - Nonton Ngayogjazz memang tidak harus membeli tiket alias gratis, namun tiket nontonnya diganti dengan donasi buku. Buku yang akan didonasi bebas bisa buku tulis, buku cerita, buku pendidikan dan buku yang lainnya.

Ide mengganti tiket masuk dengan donasi buku tersebut muncul dari salah satu komunitas pegiat buku di Jogja yaitu Komunitas Jendela Jogja.

Komunitas yang resmi didirikan pada Maret 2011, awalnya merupakan sekumpulan kegiatan teman-teman komunitas Jogja yang mengadakan kegiatan trauma healing untuk anak-anak korban erupsi Merapi 2010.

Achmad Khairul Anam ketua umum komunitas jendela jogja periode 2018 menuturkan,” komunitas ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan minat baca pada anak-anak. Khususnya anak-anak yang tinggal di daerah yang kurang mampu dan susah untuk mendpatkan akses buku.”

Anam menjelaskan lebih lanjut, “Buku-buku tersebut diperoleh murni dari donasi, kita mempunyai divisi dana usaha, untuk mengumpulkan donasi apa saja baik berupa buku, uang tunai dan pakaian bekas. Untuk pakaian bekas  tersebut nantinya akan dijual dan diwujudkan dalam bentuk buku.

Komunitas yang bermarkas di Jalan monjali ini, hingga saat ini mempunyai enam perpustakaan yang tersebar di seluruh DIY yaitu Jalan Monjali, Ambarketawang, Gunungkidul, Imogiri, Turgo dan Bantul.

“Kita membuat perpustakaaan mini, tidak hanya menabung buku namun juga meyebarkan minat baca yang ada di Jogja,” jelas Anam lebih lanjut.

Dari pagelaran Ngayogjazz tahun lalu, Komunitas Jendela Jogja berhasil mengumpulkan 1817 buah buku. Buku-buku tersebut dialokasikan bagi yang membutuhkan dan sebagian untuk koleksi perpustakaan Jendela Jogja.

Anam mengungkapkan harapannya, agar tahun ini buku yang didonasikan lebih bervariatif dibanding tahun kemarin yang sebagian besar adalah buku tulis dan buku gambar.