Musikal Memedi Sawah

[Expired] 7 - 08 Desember 2012

Oleh : admin / Jumat, 07 Desember 2012 11:03

Komposer kontemporer Memet Chairul Slamet kembali akan menggelar karya "musikal kaleng" #2 yang sebelumnya dipresentasikan di lembah manah (Laku Bunyi) beberapa waktu lalu. Kali ini Memet berkolaborasi dengan seniman eksentrik sekaligus sutradara pementasan kolosal Knnyut Y.Kubro, dalam rangka festival memedi sawah di desa wisata Kebon Agung hari sabtu besok (8/12/2012) mulai jam 8.30 WIB.

Acara tersebut mengangkat tema "Hoya hayoo hiya saahh", sebuah idiom yang sering kali dipakai oleh para petani saat mereka beraktivitas mengusir burung disawah. Seperti yang disampaikan mas Memet unsur musikal kaleng masih berpijak pada konsep environmental art (reuse, reduce dan recycle) yaitu pemanfaat beragam benda disekitar kita untuk bisa mempunyai adding value dengan sentuhan artistik tentunya.

Merespon ruang menjadi dasar penampilan komposisi kali ini, hamparan sawah sebuah lansdcape terbuka menuntut kepekaan kreativitas maupun detail perhitungan teknis, agar pesan tersirat bisa disampaikan sejelas mungkin kepada audience. Memedi sawah sebuah ikon masyarakat agraris ketika mereka menjaga padi-padinya dari gangguan burung, sesuai dengan daur /siklus proses penanaman padi menjelang masa panen banyak burung akan menyerbu hamparan padi tersebut.

Disini kita bisa melihat kebijakan serta kecerdasan lokal dalam mengelola keseimbangan ekosistem, bukan menggunakan senapan maupun sejenisnya dalam mengusir burung (dalam hal ini bisa dianggap hama) tetapi menggunakan orang-orangan atau lazim disebut disebut memedi sawah berikut dengan kostum serta bunyi-bunyian keras yang bisa menimbulkan efek jera kepada para burung ketika mendekati rumpunan padi mereka.

Sebagai seorang kreator sekaligus komposer Mas Memet menangkap gejala artistik dari aktivitas tersebut, sehingga memunculkan gagasan kreatif untuk merespon menjadi sebuah peristiwa musikal ditengah sawah. Secara intuitif komposisi kaleng akan memunculkan bunyi-bunyian kontra dengan situasi lingkungan sawah. Hal tersebut disadari oleh si kreator untuk dikembangkan menjadi tema musikal dengan dukungan ornamen vokal khas petani saat menggusir burung menjadi rangkaian komposisi bunyi yang lebih menarik untuk diapresiasi. 

Swaragama 101.7 FM

Swaragama 101.7 FM

Swaragama 101.7 FM


Geronimo 106,1 FM

Geronimo 106,1 FM

Geronimo 106,1 FM


RetjoBuntung 99.4 FM

RetjoBuntung 99.4 FM

RetjoBuntung 99.4 FM


MBS 92,7 FM

MBS 92,7 FM

MBS 92,7 FM


JIZ 89,5 FM

JIZ 89,5 FM

Jiz 89,5 FM


Radio GCD  98,6 FM

Radio GCD 98,6 FM

Radio GCD 98,6 FM


Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini