Sosial Ekonomi

Padagang Pasar Berdialog dengan Sri Sultan HB X di Kenduri Rakyat

Oleh : Wirawan Kuncorojati / Kamis, 31 Agustus 2017 18:20
Padagang Pasar Berdialog dengan Sri Sultan HB X di Kenduri Rakyat
Sri Sultan HB X saat penyerahan tali asih kepada pedagang di akhir acara Kenduri Rakyat, Kamis (31/8)-Gudegnet/ Wirawan Kuncorojati

 

www.gudeg.net, Yogyakarta - Pada Kamis (31/8) diadakan kenduri rakyat di Pasar Beringharjo. Acara yang dilangsungkan sebagai peringatan pengesahan Undang-undang Keisitimewaan DIY ini antara lain diisi dengan tarian, fragmen dari para pedagang yang terhimpun dalam Sanggar Kesenian Pasar kota. Selain itu, diadakan juga dialog antara Sultan HB X dengan pedagang.

Tiba sekitar pukul 13.00 WIB, Sri Sultan HB X menyampaikan sambutannya. Sri Sultan menekankan bahwa pengesahan UU Keistimewaan DIY melalui proses yang panjang, melewati pergantian beberapa presiden, dari Presiden Gus Dur hingga Susilo Bambang Yudhoyono. “Peristiwa hari ini sebagai tanda bahwa memang perjuangan ini panjang. Dengan presiden yang berbeda, dengan negosiasi yang berbeda. Semua itu harus dilalui,” kata Sri Sultan.

Sri Sultan juga menyampaikan harapannya agar Undang-undang Keistimewaan DIY benar-benar bermanfaat  untuk seluruh masyarakat Yogyakarta.

Usai pertunjukan tari dan fragmen drama dari para pedagang, masuk pada sesi dialog. Tak hanya pedagang dari Pasar Beringharjo, para pedagang yang menyampaikan pertanyaan dan keluhannya pada Sri Sultan merupakan pedagang dari Pasar Ngasem, Pasar Demangan, Pasar Sentul, dan Pasar Pathuk.

Dengan mengenakan pakaian tradisional, para pedagang menyampaikan beberapa hal kepada Sri Sultan HB X. Dari masalah lahan parkir Pasar Beringharjo, kartu pedagang yang tak bisa diagunkan, hingga persaingan pasar tradisional dengan pasar modern.

Mengenai keluhan pedagang terkait persaingan pasar tradisional dan pasar modern, Sri Sultan mengatakan bahwa telah disampaikan surat himbauan agar supermarket tidak berada dekat dengan pasar tradisional. “Minimal satu kilo. Dan tidak boleh supermarket itu berada di desa-desa. Adanya hanya di jalan-jalan besar. Di masing-masing kabupaten,” kata Sri Sultan. Sri Sultan juga mengatakan bahwa akan membicarakan hal ini lebih jauh.

Sedianya akan diadakan juga potong tumpeng dan makan bersama, namun dimundurkan waktunya menjadi selepas Maghrib karena hari ini bertepatan dengan puasa jelang Idul Adha yang jatuh pada Jumat (1/9) besok. Di akhir acara, Sri Sultan dan perwakilan dari Bank BPD memberikan tali asih dan bingkisan kepada beberapa pedagang.

 

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    JIZ 89,5 FM

    JIZ 89,5 FM

    Jiz 89,5 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini