Seni & Budaya

Wayang Cinema, Konsep Unik yang Terbentuk Tak Disengaja

Oleh : Wirawan Kuncorojati / Senin, 26 Oktober 2020 16:00
Wayang Cinema, Konsep Unik yang Terbentuk Tak Disengaja
Tangkapan Layar Wayang Cinema "Hanuman", Jumat (23/10) - Dok. Gudegnet

Gudeg.net - Wayang cinema menghadirkan pertunjukan wayang yang berbeda. Dengan didukung sound dan animasi, menyaksikan pertunjukan wayang tersebut terasa seperti menonton film.

Aneng Kiswantoro, Director Wayang Cinema, mengatakan, konsep wayang cinema ini terbentuk secara tidak sengaja. Ketika itu, di tahun 2014 ia mendapat tugas karya dosen. 

Dalam waktu hanya satu minggu, pengajar di ISI Yogyakarta tersebut harus menyiapkan pertunjukan. Para mahasiswa yang kerap membantu, ternyata sedang berhalangan, dan hanya bisa membantu sehari sebelum Hari - H. 

Pada saat kebingungan, Aneng yang memiliki hobi merekam, membuat lagu dan membuat iringan gamelan, lalu memiliki ide untuk merekam audio sebelum pertunjukan. 

"Kenapa tidak audionya saya rekam semua saja. Konsepnya seperti Wayang Sandosa, atau Wayang Ukur dengan dalang banyak dan mereka tinggal memainkan wayang saja," terang Aneng kepada Gudegnet, beberapa waktu lalu.

Akhirnya ia mencoba menampilkan konsep tersebut dalam pertunjukan berdurasi sekitar 20 menit. Ketika dipentaskan, ternyata pertunjukan wayang tersebut mendapat respon yang sangat positif.

"Bahkan banyak mahasiswa dari luar daerah, mereka mengatakan, tidak tahu ceritanya tapi bahasanya dia paham, ketika nonton wayang cinema itu mereka bisa menangis, karena kebetulan ceritanya ada kesedihannya," paparnya.

Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta kemudian memberi apresiasi dengan mementaskan karya wayang cinema dengan durasi satu setengah jam.

Setelah itu, pada 2015 wayang cinema mulai mendatangi sekolah-sekolah untuk mengenalkan wayang. "Mungkin momennya tepat, akhirnya banyak yang mengapresiasi, karena wayang cinema ini pertama lebih simple, dengan bahasa yang mudah dicerna, dan kita memang gaya pertunjukannya atau adegan-adagan yang kita tampilkan itu sudah meniru gaya film," katanya.

Dengan konsep tersebut, para penonton terutama anak-anak dapat lebih mudah mencerna, dari segi lakon dan tema. Saat ini, menurut Aneng, wayang cinema banyak mengembangkan cerita-cerita bernuansa sejarah.

"Pada dasarnya, tetap berpegang teguh pada Wayang Purwo, karena kita juga ingin merangsang anak-anak muda khususnya untuk cinta kembali pada Wayang Purwo itu tadi. Wayang Jawa, dengan cerita Mahabarata Ramayana," tuturnya.  

Saat ini Aneng dibantu oleh para mahasiswa seni karawitan dan pedalangan. Sedangkan untuk visual, dibantu oleh para penggiat animasi. 

Di tahun 2020 ini Wayang Cinema dijadikan mitra oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DIY, untuk mengenalkan nilai-nilai budaya kepada kaum muda atau remaja. Pertunjukan mereka dapat disaksikan di channel Youtube tasteofjogja disbud diy.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    RAKOSA 105,3 FM

    RAKOSA 105,3 FM

    Rakosa 105,3 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini