Sosial Ekonomi

Produsen Kue Keranjang Tukangan Hanya Produksi Satu Ton pada Imlek Tahun Ini

Oleh : Rahman / Jumat, 28 Januari 2022 14:09
Produsen Kue Keranjang Tukangan Hanya Produksi Satu Ton pada Imlek Tahun Ini
Pekerja mempersiapkan kue keranjang yang siap dipasarkan di rumah produksi Bak Cang di daerah Tukangan, Lempuyangan, Yogyakarat, Jumat (28/1)-Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Kue keranjang atau Nian Gao (bahasa Tionghoa) menjadi panganan favorit yang selalu di sajikan setiap perayaan Tahun Baru Imlek.

Salah satu tempat produksi kue keranjang ternama di Yogyakarta adalah milik dua bersaudara, Sianiwati dan Sulistyawati, yang berada di daerah Tukangan, Lempuyangan.

Sulistyawati mengatakan, produksi kue keranjang untuk perayaan Imlek tahun ini tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk Imlek tahun ini hanya memproduksi satu ton saja, lebih sedikit dari sebelumnya,” ujar Sulistyawati saat ditemui di rumah produksi kue keranjang miliknya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2021 rumah produksi kue keranjang miliknya sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Baginya tahun 2021 merupakan pertama kalinya tidak memproduski makanan rigan berbahan dasar beras ketan tersebut.

“Tahun lalu kita tidak buat sama sekali, berhenti produksi karena ya itu, ada Covid dan takut jadi tempat kerumunan kalau orang beli kue,” jelasnya.

Kue Keranjang yang berbahan dasar beras ketan dan cairan gula pasir ini diproses selama tiga hari hingga siap jual. Proses pembuatannya juga terbilang mudah, dua bahan dasar itu dicampur dan didiamkan beberapa jam.

Setelah itu adonan dicetak bentuk bulat dengan berbagai ukuran, lalu dikukus selalam kurung lebih delapan jam.

“Lebih bagus kalau di kukus pakai kompor minyak tanah bukan gas, lebih wangi lagi pakai kayu bakar. Kue keranjang yang kami buat juga tahan lama dan tidak memakai bahan pengawet,” ungkapnya.

Imlek tahun ini sejumlah daerah di sekitar Yogyakarta, seperti Magelang, Purworejo, Solo, Temanggung telah memesan sejak pertengahan bulan Januari 2022.

Untuk produksi kue keranjang kali ini, Sulistyawati memperkerjakan sekitar enam orang pekerja serabutan yang berasal dari Wonosari, Gunungkidul

“Mereka sudah sering saya pakai tenaganya setiap Imlek, tapi tahun ini hanya lima orang. Biasannya 8-10 orang. Sesuai jumlah produksi saja” tuturnya.

Dalam sehari rumah produksi yang teah berdiri sejak tahun 1960 ini dapat membuat sekitar 200 kilogram dalam sehari. Sedangak untuk penjualan dipatok dengan harga Rp.45.000 per kilogramnya

Salah satu pekerja, Ngadijo menuturkan, sudah sering ikut membantu produksi kue keranjang di tempat ini.

“Setiap mau Imlek, biasanya sebulan sebelumnya sudah di hubungi agar bisa bantu-bantu,” kata pria asal Wonosari tersebut.

Ia menambahkan, selama produksi, ia dan lima pekerja lainnya tidak pulang karena disediaka tempat untuk beristirahat.

“Ya, tidak pulang mas, lah buat kue itu hampir nonstop, apalagi mendekati Imlek dan banyak pesanan dadakan. Jadi yang full tinggal di sini dulu sementara,” pungkas pria yang berprofesi sebagai petani itu.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    JIZ 89,5 FM

    JIZ 89,5 FM

    Jiz 89,5 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini