Belum begitu dikenalnya potensi wisata khususnya minat khusus di selatan Yogyakarta menjadi perhatian tersendiri bagi Pemerintah Kota Yogyakarta. Dengan membangun Jogja Fish Market, diharapkan perekonomian daerah selatan Yogyakarta akan hidup dan berkembang."Jogja Fish Market dibangun untuk menghidupkan ekonomi daerah selatan Jogja yang cenderung belum berkembang," kata Wakil Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti beberapa waktu lalu di Jogja Fish Market.
Adanya pusat jual-beli sekaligus restoran ikan seperti Jogja Fish Market ke depan juga diharapkan mampu memberikan pilihan lain khususnya wisata kuliner ikan laut bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Jogja.
"Sebagai pusat jual-beli ikan, Jogja Fish Market juga diharapkan dapat meningkatkan length of stay wisatawan yang sedang berkunjung ke Jogja," ujar Wawali.
Sementara itu pengelola Jogja Fish Market, AR Iskandar mengatakan meski akhir-akhir ini pasokan ikan dari nelayan dari DIY mengalami penurunan karena situasi laut selatan, namun pasokan berbagai jenis ikan tetap ada di Jogja Fish Market.
"Biasanya ada sekitar 14 jenis ikan, tapi saat ini hanya ada sekitar 8 jenis ikan saja. Kondisi laut selatan sangat berpengaruh terhadap pasokan ikan dari nelayan DIY," kata Iskandar.
Menurut Iskandar, jenis ikan yang banyak dicari oleh masyarakat adalah jenis ikan tongkol, bawal dan tuna. Namun hingga saat ini, konsumsi masyarakat terhadap ikan masih tergolong rendah yakni hanya sekitar 19 kg perkapita per tahun dari 30 kg perkapita per tahun yang disarankan.
Jogja Fish Market, yang berada di Jl. Tegalturi, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta ternyata berpotensi besar bagi pertumbuhan ekonomi tak hanya bagi para nelayan, tapi juga bagi Pemerintah Kota Yogyakarta. Selain itu, cita rasa dan kandungan protein yang tinggi dari ikan pastinya akan memikat setiap orang.



Kirim Komentar