Sosial Ekonomi

Atasi Sampah dengan Lubang Resapan Biopori

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00

Sepanjang tahun ini, Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta mengagendakan untuk menciptakan satu juta lubang resapan biopori di seluruh wilayah setempat. Dengan program ini, diharapkan permasalahan sampah dan air tanah ada bisa diantisipasi.

"Setiap kampung, kelurahan, kecamatan di Kota Yogyakarta akan dibuatkan lubang-lubang resapan biopori. Kami berharap, permasalahan sampah dan air tanah dapat diatasi oleh masyarakat setempat," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Hadi Prabowo, Rabu (18/2).

Lubang resapan biopori, selain bisa berfungsi sebagai peresap air, juga mampu menjadi "pabrik" pembuat kompos. Cara kerjanya yakni dengan memasukkan sampah organik ke dalamnya hinga menjadi sumber energi bagi organisme tanah yang nantinya akan melakukan proses dekomposisi dengan membentuk pupuk kompos.

Saat ini, peningkatan volume sampah di Kota Yogyakarta yang sebagian besar dari limbah rumah tangga organik cukup tinggi. Setiap hari, sekitar 350 ton volume sampah di Kota Yogyakarta harus dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan Bantul.

Hadi mengharapkan agar warga dapat lebih bijak dalam mengelola sampah yakni dengan melakukan pemilahan dan pengolahan sampah mandiri untuk mengurangi volume sampah di TPA Piyungan Bantul.

Sebagai informasi, usia teknis TPA Piyungan akan habis pada 2012 mendatang. Hal ini menurut Hadi akan menjadi ancaman serius bagi Pemkot Yogyakarta mengingat TPA tersebut adalah satu-satunya tempat untuk membuang sampah bagi masyarakat Kota Yogyakarta.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM



    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini