Tips Hari Ini

Tips Dahsyat Jadi Pribadi Menawan

Oleh : albertus indratno / Senin, 00 0000 00:00

Setiap orang selalu memimpikan memiliki pribadi yang menawan. Tak perlu jadi tampan atau cantik, pribadi yang hangat dan menarik melampaui keterbatasan fisik pemiliknya. Simak caranya berikut ini:

Sering memuji
Hal terpenting tentang pujian ialah pujian itu gratis. Tak seorang pun perlu membayar untuk memuji orang lain. Meskipun demikian, dampak dari pujian sungguh luar biasa.  Ibarat air, pujian mampu menyegarkan hati yang gersang. Bahkan, ada yang mengatakan satu pujian menghangatkan tiga kali musim dingin. Cobalah untuk melihat kebaikan dan sisi positif dari setiap pribadi, lalu pujilah dengan penuh ketulusan. Niscaya orang lain juga akan menghargai Anda.

You are V.I.P.
V.I.P. atau very important person menjadi ungkapan yang menunjukkan seseorang sangatlah penting. Agar disukai orang lain, perlakukan orang lain sebagai pribadi yang penting dan layak dihargai. Salah satu caranya dengan menepati janji, meminta maaf jika Anda melakukan kesalahan, mengucapkan terima kasih, atau berkata "tolong" saat meminta bantuan kepada orang lain.

Dengarkan dan rasakan
Ada ungkapan diam itu emas. Sedangkan, pendengar yang baik lebih dari sekedar emas. Ketika seseorang mendengarkan, ada kerelaan untuk berbagi ruang dan waktu untuk merasakan kebahagian atau kesedihan yang dialami orang lain. Pancing juga dengan pertanyaan agar orang lain semakin semangat untuk bercerita. Anda tak perlu menasehati, memberi ceramah atau kesimpulan jika tak diminta. Kadang-kadang seseorang hanya perlu didengarkan. Titik.

Sebutkan nama
Meskipun terkesan kesalahan sepele, penyebutan nama secara keliru bisa berakibat fatal. Bisa jadi seseorang merasa tak dihargai atau dilecehkan. Agar membuat orang lain merasa dihargai, sebutlah namanya secara benar. Jika ragu, langsung tanyakan kepada yang bersangkutan.

Ramah itu segalanya
Sikap ramah membuat orang lain merasa nyaman dan diterima. Cobalah untuk ramah kepada siapa saja. Lalu lihatlah perubahan yang terjadi dalam hidup Anda.

Jadilah pemberi yang tulus
Kemurahan hati hidup dalam hati mereka yang senang memberi. Selain materi, senyuman bisa jadi sebuah pemberian yang luar biasa. Ada yang mengatakan bahwa seseorang yang suka memberi tak akan jatuh miskin. Bahkan, pemberian itu bisa menyelamatkan diri sendiri di kemudian hari. Jadi, tunggu apa lagi? Berbagilah dan tariklah kebahagiaan dari orang lain. Sekarang juga!

Hanya sambal yang pedas, bukan kritik
Setiap orang memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Bisa jadi Anda bertemu dengan orang lain yang tak sepandai Anda. Terima saja kelemahan orang lain tersebut dengan senang hati. Tak perlu mengkritik dengan pedas, apalagi sampai memberi cap seperti "bodoh" atau "tak becus". Percayalah, tak ada orang yang ingin kelemahannya diketahui orang lain. Jadi, ungkapkan kritik Anda dengan sopan atau diam saja!

Katakan dengan jelas "ya" atau "tidak"
Betapa seringnya kita bertemu dengan orang yang suka berkata "ya" tetapi tidak melakukan apa yang semestinya dilakukan. Agar menjadi pribadi yang disukai, tunjukkan sikap Anda dengan jelas: ya atau tidak. Tak masalah ketika Anda memiliki prinsip yang berbeda dengan orang lain. Yang terpenting ada penjelasan logis yang bisa diterima.

Jadilah cermin
Sebelum memperlakukan orang lain, bertanyalah kepada diri sendiri terlebi dulu: seperti apa aku ingin diperlakukan? Jika Anda ingin diberi senyuman, maka tersenyumlah terlebih dulu kepada orang lain. Jika Anda ingin mendapat sahabat, terlebih dulu jadilah sahabat untuk orang lain. Percayalah, hidup ini seperti cermin: apa yang Anda terima merupakan pantulan dari pikiran dan perasaan yang Anda miliki.

Mencintai diri sendiri
Logika dari konsep itu sederhana: Anda tidak mungkin memberi sesuatu yang tidak Anda miliki. Pertanyaannya, bagaimana Anda mencintai orang lain sedangkan Anda tidak mencintai diri sendiri? Mencintai diri sendiri termasuk sikap bersedia menerima segala kelebihan dan kekurangan diri dengan ikhlas. Percaya atau tidak, efek dari tidak mencintai diri ini luar biasa. Semisal, Anda belum bisa menerima kekurangan diri seperti tidak tepat waktu. Maka, ketika berelasi dengan orang lain yang suka molor, Anda cenderung reaktif dan mudah menyalahkan. Tanpa disadari, Anda menuntut orang lain untuk mengisi kekurangan yang Anda miliki. Jadi, terimalah diri sendiri dulu, sebelum menerima orang lain. Terimalah orang lain dulu, sebelum menerima persahabatan.

Semoga tips hari ini mengembangkan diri Anda.

Salam

 

Tim Gudegnet

0 Komentar

    Kirim Komentar

    Swaragama 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RetjoBuntung 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    Geronimo 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    Handayani FM

    Handayani FM

    Handayani FM



    SoloRadio 92,9 FM

    SoloRadio 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini