Hiburan

Ketua Senat yang Hobi Nulis Naskah

Oleh : Budi W / Senin, 00 0000 00:00

Menjadi penulis naskah termuda di Teater Monoplay membuat Monica Anggi Puspita merasa terhormat. Itu karena karyanya  bersanding dengan penulis naskah senior seperti Indra Tranggono, Isti Nugroho, Simon Hate, Toto Raharjo dan Denny JA yang mengembangkan puisi esai dan kemudian digarap menjadi aneka pertunjukan baik film pendek maupun teater.

Inovasi semacam ini membuat Monica bersemangat menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk membuat naskah teater bedasarkan buku karya Denny JA berjudul "Atas Nama Cinta". "Naskah ini saya buat bedasarkan puisi esai karangan beliau (Denny JA - red)," katanya. "Menariknya karena ada peristiwa penting dalam puisi tersebut dan tema karangan Denny JA selalu mengangkat anti diskriminasi."

Naskah teater monoplay yang bertajuk Bunga Kering Perpisahan ini mengisahkan percintaan dua sosok insan manusia yang terhalang  perbedaan keyakinan. "Orang tua dari tokoh Dewi melarang anaknya untuk berhubungan dengan Albert yang memiliki keyakinan berbeda," tukas mahasiswi semester 4 Jurusan Perhotelan Sekolah Tinggi Pariwisata ( AKPINDO - red) Jakarta itu.

Datang jauh dari Jakarta ke Yogyakarta membuat Monica bersemangat  menyaksikan naskahnya dipentaskan di Gedung Sositet Taman Budaya Yogyakarta pada Jumat (18/1) pukul 19.30.

"Saya harus memiliki kemampuan untuk memvisualisasikan puisi ke dalam adegan diatas panggung," katanya " Lumayan berat namun saya bersyukur dapat terlaksana dengan baik."

Monica memiliki pengalaman sebagai pemeran utama pergelaran bertajuk Pengadilan Pekik 2012 lalu sebagai Roro Hoyyi, selir Amangkurat. Saat itulah, Monica merasa semakin dekat dengan dunia teater.

Ia mengatakan mendapat pengalaman berharga dari menulis naskah. "Monoplay-kan menguji kecakapan aktor," katanya. "Bagaimana si aktor membangun suasana dan mood penonton, atmosfir seperti itu, saya selaku penulis naskah juga wajib menulis secara detil agar pesan yang disampaikan di atas panggung dapat diterima penonton." Ia juga mengharapkan  monoplay menjadi sebuah gaya baru teater yang dapat tumbuh subur di Indonesia.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    Swaragama 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Geronimo 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    RetjoBuntung 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SoloRadio 92,9 FM

    SoloRadio 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Jiz 89,5 FM

    Jiz 89,5 FM

    Jiz 89,5 FM