Berdasarkan
Permen PU No. : 21/PRT/M/2010 Balai Sabo adalah Unit Pelaksana Teknis di bidang
penelitian dan pengembangan teknologi SABO, berada di bawah dan
bertanggungjawab kepada Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya
Air. Balai SABO terletak di Sopalan, Maguwoharjo, Depok Sleman, Yogyakarta
menempati bangunan dengan fasilitas pendukung kegiatan yang memadahi.
Tugas
utama dari Balai sabo ini adalah melaksanakan pelayanan jasa ilmu pengetahuan
dan teknologi, pengaplikasian teknologi, pengujian dan penyiapan saran teknis
(engineering advice) teknologi SABO untuk penanggulangan bencana alam akibat
gerakan massa debris. Tugas tersebut diwujudkan kedalam fungsinya yaitu :
a. Pengumpulan, pengolahan dan
penyajian data penahan sedimen gunung berapi
b. Penelitian dan pengembangan,
pengujian di laboratorium dan lapangan
c. Penyusunan program, pelayanan
teknis penelitian dan pengembangan
d. Pemberian saran teknis dan
perekayasaan serta penunjangan ilmiah bidang bangunan penahan sedimen
e. Pelaksanaan urusan tata usaha dan
rumah tangga
Tugas dan
fungsi dari Balai SABO tersebut tentunya juga didukung dengan adanya Visi dan
Misi Balai SABO. Visi dan Misi dai Balai SABO adalah :
VISI
MENJADIKAN
BALAI SABO SEBAGAI PUSAT RUJUKAN ILMIAH (SCIENTIFIC BACKBONE) BIDANG TEKNOLOGI
SABO DAN PENANGGULANGAN BENCANA ALAM SEDIMEN DI INDONESIA
MISI
- MENINGKATKAN KUALITAS DAN KUANTITA
KEGIATAN LITBANG BIDANG TEKNOLOGI SABO DAN PENANGGULANGAN BENCANA ALAM SEDIMEN
- MENJADIKAN BALAI SABO SEBAGAI PUSAT
INFORMASI TEKNOSABO DAN PENANGGULANGAN BENCANA ALAM SEDIMEN DI INDONESIA.
- MENINGKATKAN KEGIATAN
PENYEBARLUASAN HASIL DAN PENERAPAN HASIL LITBANG BIDANG TEKNOLOGI SABO DAN
PENANGGULANGAN BENCANA ALAM SEDIMEN.
- MENINGKATKAN KOMPETENSI SUMBER DAYA
MANUSIA DAERAH BIDANG TEKNOLOGI SABO DAN PENANGGULANGAN BENCANA ALAM SEDIMEN DI INDONESIA MELALUI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
- MENINGKATKAN BIMBINGAN TEKNIS
KEPADA UNIT SABO DI BERBAGAI WILAYAH RISIKO BENCANA ALAM SEDIMEN DI INDONESIA
- MENINGKATKAN KERJA SAMA ILMIAH
DENGAN INSTANSI TERKAIT MASALAH PENANGGULANGAN BENCANA ALAM SEDIMEN
Dalam
melaksanakan kegiatannya sehari-hari, Balai SABO didukung dengan sarana
prasarana yang professional. Hal tersebut dapat memberi jaminan hasil yang
diperoleh dapat maksimal dan bermanfaat di kalangan masyarakat luas. Kegiatan Balai Sabo secara umum dapat
dikategorikan menjadi 6 bagian. kegiatan tersebut antara lain dibagi menjadi :
1. Penelitian dan Pengembangan
Teknologi SABO
2. Diseminasi produk litbang Bidang
Teknologi SABO
3. Penyusunan NSPM
4. Pemberian saran teknis dan penunjangan
ilmiah
5. Peningkatan Kapasitas Litbang.
6. Kerjasama Penelitian
Kegiatan-kegiatan
yang dilakukan oleh Balai SABO tersebut diwujudkan dalam program Pengembangan
Teknologi Sabo yang dapat diterapkan di daerah vulkanik dan non-vulkanik,
menerapkan teknologi Sabo di daerah vulkanik dan non-vulkanik, melakukan
pengujian di laboratorium / lapangan, mengembangkan sistim prakiraan dan
peringatan dini banjir lahar, sosialisasi dan pelatihan teknologi Sabo ke SDM
daerah, menyusun dan meninjau ulang NSPM yang terkait bidang Sabo, melakukan
advis teknik berupa investigasi, studi kelayakan,perekayasaan, pemeliharaan dan
peningkatan Sarana dan Prasarana laboratorium dan sarana libang lainnya serta
kerjasama Penelitian. Untuk kerjasama
penelitian, Balai SABO telah bekerjasama dengan Kyoto University, Jepang, Pubic Work Research Institute, Jepang, Centre
National de la Recherche Scientifique (CNRS), Perancis, dan Integrated Sediment
Related Disaster Managemen (ISDM)-Ditjen SDA sehingga dapat dipastikan jaminan
profesionalisme Balai SABO.