Desa Wisata
Desa Wisata Sangubanyu Yogyakarta
Sumberagung, Moyudan, Sleman, Yogyakarta< Indonesia.
Telp: +62-816-4267457

Ulasan
Desa Wisata Sangubanyu terletak di Sumberagung, Moyudan, Sleman, Yogyakarta yang berjarak sekitar 20 km kearah barat dari pusat Kota Yogyakarta. Desa ini memiliki suasana pedesaan yang nyaman sehingga dapat menjadi lokasi refresing bagi wisatawan. Namun keistimewaan dari Desa Wisata Sangubanyu ini tidak hanya suasana yang alami tersebut melainkan pada kerajinan tenunnya yang telah terkenal. Desa ini memang terkenal dengan sentra perajin tenun, dengan alat tenun bukan mesin (ATBM) sehingga masih menggunakan cara tradisional. Sebagian besar masyarakatnya juga bekerja sebagai pengerajin tenun.
Desa ini telah menghasilkan
berbagai macam kerajinan tenun mulai dari sarung bantal, taplak meja sampai
gordyn. Hasil kerajinannya tidak hanya dinikmati oleh pasar Yogyakarta
melainkan telah mencapai seluruh Indonesia bahkan telah ada yang telah di
ekspor hingga mancanegara. Karena hasilnya sudah sampai kemana-mana maka dari
sisi kualitas tentu saja selalu di utamakan. Artinya kualitas dari karya-karya
yang dihasilkan oleh pengrajin di Desa sangubanyu ini dijamin baik. Harga dari
hasil tenunan ini relatif miring, untuk kain pel harga per potongnya sekitar Rp
3.500,- sementara untuk gordyn di kisaran Rp 125.000,- per set. Sedangkan untuk
untuk kain sutera harganya mencapai Rp 3,5 juta per potong.
Potensi wisata inilah yang kemudian dikembangkan oleh masyarakat sekitar untuk disajikan menjadi desa wisata. Para wisatawan diperbolehkan untuk berkunjung dan melihat serta belajar cara pembuatan batik tenun yang khas dari desa Sangubanyu. Selain itu bagi wisatawan yang ingin mengetahui lebih dalam tentang cara tenun disediakan juga homestay dengan harga yang murah yaitu Rp. 60.000,00/ malam. Kebanyakan wistawan yang menginap berasal dari mancanegara seperti Jepang, Italia, Jerman dan Australia.
Desa wisata ini dapat dijadikan alternatif wisata tradisonal bagi wisatawan yang tertarik mengetahui lebih dalam mengenai cara pembuatan kerajinan Tenun tanpa mesin. Akses masuk ke desa ini juga mudah karena pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat desa telah menyeluruh. Artinya akses masuk dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.