Wisata Alam

Pantai Ngobaran Yogyakarta

Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia.

Pantai Ngobaran Yogyakarta

Ulasan

Mengarungi keindahan alam di Yogyakarta pasti tidak akan pernah habisnya. Anda berkunjung ke kota ini, memang akan disuguhkan beragam potensi wisata yang tentunya akan memikat Anda beserta keluarga. Jajaran pantai disepanjang selatan Yogyakarta pun akan membawa Anda terpesona akan ciptaan tuhan.

Pada kesempatan kali ini, Tim gudegnet akan mengajak Anda untuk berkunjung ke Pantai Ngobaran Gunung Kidul Yogyakarta yang terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Pantai yang satu ini, memiliki cerita unik bila dihubungkan dengan Prabu Brawijaya V.

Menurut Cerita yang dikumpulkan oleh Tim Gudegnet, Prabu Brawijaya V adalah keturunan terakhir Kerajaan Majapahit (1464-1478 M) yang melarikan diri dari istana bersama kedua istrinya, mereka adalah Bondang Surati (istri pertama) dan Dewi Lowati (istri kedua). Alasan Ia pergi karena enggan diislamkan oleh putranya sendiri yang bernama Raden Patah Raja I Demak.

Prabu Brawijaya V mengembara ke daerah-daerah pedalaman dan pesisir. Saat tiba di pantai yang saat ini bernama Ngobaran, mereka menemui jalan buntu. Mereka dihadang oleh laut selatan yang ganas ombaknya sehingga tidak tahu harus mana lagi.

Akhirnya, Brawijaya V memutuskan untuk membakar diri. Sebelum menceburkan ke dalam api yang telah disiapkan, ia bertanya kepada kedua istrinya. “Wahai, Para istriku! Siapa di antara kalian yang paling besar cintanya padaku?” lantas Dewi Lowati menjawab, “Cinta saya kepada Tuan sebesar gunung.”

Sedangkan Bondang Surati menjawab, “Cinta saya kepada Tuan Prabu Brawijaya V, sama seperti kuku hitam, setiap selesai dipotong pasti akan tumbuh kembali.” Begitulah cinta Bondang Surati kepada suaminya, jika cinta itu hilang, maka cinta itu akan tumbuh lagi.

Setelah mengetahui jawaban dari kedua istrinya, Brawijaya V kemudian menarik tangan Dewi Lowati kemudian masuk ke dalam api yang besar itu. saat itulah, keduanya tewas serta hangus terbakar. Prabu Brawijaya V memilih Dewi Lowati bercebur ke dalam api karena cinta istri keduanya itu lebih kecil dibandingkan dengan istri pertamanya. Dari peristiwa membakar diri inilah kawasan pantai ini diberi nama Ngobaran. Ngobaran berasal dari kata kobong atau kobaran, yang berarti terbakar atau membakar diri.

Kebenaran kisah Prabu Brawijaya V membakar diri ini masih pula diragukan oleh sebagian pihak. Menurut keterangan dari sebagian masyarakat setempat yang diperoleh dari orang-orang tua mereka, Prabu Brawijaya V sebenarnya tidak meninggal di kawasan Pantai Ngobaran.

Pada saat peristiwa itu terjadi, ada seorang warga yang melihat bahwa yang masuk ke dalam api bukan Brawijaya V dan istrinya, namun anjing peliharaannya. Pendapat ini dibuktikan dengan ditemukannya petilasan (jejak) berupa tulang-tulang sisa kobaran api yang ternyata bukan tulang manusia, melainkan belang yoyang (tulang-tulang anjing).

Terlepas dari cerita tersebut, Pantai Ngobaran memang menyimpan sensasi yang indah. Anda berlibur ditempat tersebut laksana seperti berlibur di Pulau Dewata seperti di Ulu Watu.

Ditempat tersebut terdapat sebuah Pura sebagai tempat beribadah Umat Hindhu yang diresmikan pada Selasa Legi, 17 Agustus 2004. Saat Anda akan masuk menuju Pura, ada sebuah prasasti Ikrar Ksatria yang berbunyi:

"Aum Swasty Astu, Gusti Ingkang Maha Suci, Maha Agung, Maha Kuasa, Sang Akarya Jagad, Sak Kabehing Isine, Sak Lumahing Bumi, Sak Kurebing Langit,"

"Aku Bersumpah Setia & Patuh Menghormati, Menjunjung Tinggi dan Berbakti pada Para Leluhur Cikal Bakal Bangsaku Sendiri, Menghormati dan Menjunjung Tinggi Trimurti Ajaran Kerpercayaan Leluhur Cikal Bakal Bangsaku Sendiri, Menghormati, Menjunjung Tinggi dan Menjaga Bumi Pertiwi Tanah Tumpah Darah Para Leluhur Cikal Bakal Bangsaku Sendiri,"

Disebelah prasasti, terdapat 10 patung sebagai lambang kekuatan hati seperti Setya, Patuh, Ngabekti, Budi Pekerti, Tresno, Welas Asih, Wicaksana Adil Paramarta, Jujur Lila Legawa, dan Eling. Patung Budi Pekerti dalam pura tersebut berjumlah dua. Mungkin ada pesan implisit yang ingin disampikan.

Menuju ke pura, terdapat sebuah patung Garuda Wisnu Kencana menghadap kearah pantai. Pada sisi bagian timur dan barat Anda bisa melihat jajaran bebatuan pantai dan bila sore menjelang serta suasana langit cerah, Anda bisa menikmati sunset ditempat tersebut.

Pantai Ngobaran juga memiliki fasilitas yang memadai mesti hanya sederhana. Lokasi parkir motor dan mobil terbilang luas, toilet yang disediakan penduduk juga bisa digunakan seperlunya meski air bersih datang terlambat saat itu.

Warung yang didirakan secara swadaya oleh penduduk juga menyediakan berbagai makanan serta minuman untuk mengisi perut Anda. Contohnya, Anda bisa mengasup ikan bakar atau ikan goreng yang dijual dengan harga 10 ribu rupiah per 1 porsinya. Minuman standar seperti es teh dan es jeruk juga dijual hanya dengan 2 ribu rupiah.

Swaragama 101.7 FM

Swaragama 101.7 FM

Swaragama 101.7 FM


RetjoBuntung 99.4 FM

RetjoBuntung 99.4 FM

RetjoBuntung 99.4 FM


JIZ 89,5 FM

JIZ 89,5 FM

Jiz 89,5 FM


Geronimo 106,1 FM

Geronimo 106,1 FM

Geronimo 106,1 FM


SoloRadio 92,9 FM

SoloRadio 92,9 FM

Soloradio 92,9 FM SOLO


JogjaFamily 100,9 FM

JogjaFamily 100,9 FM

JogjaFamily 100,9 FM


Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini