Situs Seni & Budaya

Taman Budaya Yogyakarta

Jl. Sriwedari No. 1 Yogyakarta INDONESIA 55122
Telp: +62-274-523512, 580771

Taman Budaya Yogyakarta

Ulasan

Taman Budaya Yogyakarta awalnya mulai dibangun di daerah Bulaksumur pada tanggal 11 Maret 1977 sebagai sebuah kompleks Pusat Pengembangan Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Peresmian pembangunan kompleks seni budaya tersebut dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana IX sebagai Wakil Presiden RI saat itu. Awalnya Taman Budaya Yogyakarta disebut sebagai Purna Budaya yang dibuat sebagai sarana dan prasarana untuk membina, memelihara, dan mengembangkan kebudayaan, terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Purna Budaya dibangun dengan dua konsep bangunan, yaitu Pundi Wurya dan Langembara. Pundi Wurya menjadi pusat kesenian dengan berbagai macam fasilitas seperti panggung kesenian, studio tari, perpustakaan, ruang diskusi, dan administrasi. Bagian kedua, yaitu Langembara, menjadi ruang pameran, ruang workshop, kantin, dan juga beberapa guest house.

Di tahun 1978, Purna Budaya menjadi unit pelaksana teknik bidang kebudayaan di bawah Dirjen Kebudayaan Taman Budaya dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0276/O/1978. Pada tahun 1991, dilakukan pembaharuan pada organisasi dan tatakerja Purna Budaya berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0221/O/1991.

Pada tahun 1995, rektor UGM meminta Gedung Taman Budaya "Purna Budaya" yang berada di kompleks Bulaksumur, melalui Mendikbud RI dalam surat No. UGM/422/PL/06/IV, untuk kegiatan kemahasiswaan UGM. Akhirnya, gedung seni budaya Taman Budaya Yogyakarta dikembangkan di kawasan cagar budaya Benteng Vredeburg atas kesepakatan Sri Sulta Hamengku Buwana X, BAPPEDA Prop. DIY, DPRD Prop. DIY, Walikota Yogyakarta, dan Dirjen Kebudayaan.

Beberapa tahun kemudian, berdasarkan Perda No. 7 tahun 2002 dan Keputusan Gubernur DIY No. 161/2002 tertanggal 4 November 2002, Purna Budaya (atau Taman Budaya Yogyakarta) menjadi UPTD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi DIY dengan berbagai macam misi, seperti:
1. melaksanakan pengembangan dan pengolahan seni budaya
2. melaksanakan laboratorium dan eksperimentasi seni budaya
3. melaksanakan dokumentasi dan informasi seni budaya
4. melaksanakan urusan Tata Usaha dan Tumah Tangga Dinas
5. memfasilitasi kegiatan seni budaya

Taman Budaya Yogyakarta kemudian memulai babak baru dan menjadikannya sebagai "The Window of Yogyakarta". Situs seni budaya ini pun semakin meruncingkan misi dan visi dalam dunia seni rupa (biennale seni rupa), dunia media rekam (pemutaran film sepanjang tahun), dunia seni pertunjukan (festival teater, ketoprak, dalang, tari, dll), program-program pendidikan (bimbingan dan pelatihan seni untuk anak dan remaja), dan juga penerbitan (profil seniman budayawan, antologi sastra, kritik seni rupa, dll).

Proses pengumpulan data dan dokumentasi yang dilakukan oleh Taman Budaya Yogyakarta menjadi cukup penting dan strategis sebagai bahan diskusi dan kajian seni budaya seperti data potensi seni budaya, naskah cerita atau lakon, rekaman profil seniman atau budayawan, rekaman peristiwa seni budaya, serta berbagai koleksi karya seni rupa (lukis, grafis, patung, kriya seni, kerajinan).

Gallery

  • Taman budaya satu
  • taman budaya dua
  • taman budaya tiga
  • taman budaya empat
  • taman budaya lima
  • taman budaya enam

Tempat menarik sekitarnya

Dwi Salon
Salon dan Spa

Dwi Salon

[...]

1001 Malam Hotel Yogyakarta
Hotel Melati

1001 Malam Hotel Yogyakarta

Tepat di jantung Yogyakarta di Sosrowijayan , 1001 malam Hotel hadir dekat dengan Anda. Terletak di gang doa , 1001 malam Hotel memiliki arsitektur [...]

Radio GCD  98,6 FM

Radio GCD 98,6 FM

Radio GCD 98,6 FM


Swaragama 101.7 FM

Swaragama 101.7 FM

Swaragama 101.7 FM


RetjoBuntung 99.4 FM

RetjoBuntung 99.4 FM

RetjoBuntung 99.4 FM


Geronimo 106,1 FM

Geronimo 106,1 FM

Geronimo 106,1 FM


SoloRadio 92,9 FM

SoloRadio 92,9 FM

Soloradio 92,9 FM SOLO


Unisi 104,5 FM

Unisi 104,5 FM

Unisi 104,5 FM


Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini