Tradisional

Sogul Jugak

Jalan Tantular 118 A / Jalan Jembatan Merah Pringwulung

Sogul Jugak

Ulasan

Trend makanan pedas nampaknya belum akan bergeser tetapi justru tumbuh menjamur. Yogyakarta yang kental dengan makanan bercita rasa manis makin hari makin menambah direktori warung makan huh-hah. Tak heran, soalnya makin banyak pula pendatang yang akhirnya turut andil dalam percampuran budaya kuliner dan melahirkan trend makanan pedas ini.

Warung makan Sogul Jugak nampaknya melirik peluang tersebut. Bahkan ia berhasil mempopulerkan bahan makanan yang sebelumnya tak banyak dilirik oleh orang. Balungan atau tulang diolah menjadi hidangan penuh sensasi pedas yang menggugah selera. Makanan inilah yang kemudian menjadi menu andalan dari warung makan yang berlokasi di Jalan Tantular atau  Jln. Jembatan Merah 118 A Pring Wulung.

Balungan atau tulang biasanya menjadi bagian tubuh yang akan dihindari atau justru dibuang. Tapi bagi beberapa orang, mereka lebih menyukai untuk memakannya. Sisa daging yang menempel pada tulang membikin sensasi tersendiri saat menggerogotinya

Menu balungan sendiri menggunakan tulang ayam yang kemudian dipotong beberapa bagian. Biasanya tulang ayam yang digunakan diambil dari bagian dada atau paha. Dalam satu piring biasanya akan dihidangkan 3 bagian balungan ayam yang masih menyisakan daging. Jika masih kurang puas bisa menambahkan juga kulit. Harganya sama saja.

Balungan kemudian diolah dengan rempah-rempah, kecap serta cabe rawit. Begitu selesai memesan, satu porsi balungan langsung dibuat. Memang makanan baru dibuat setelah ada order. Jadi benar-benar fresh. Bau rempah yang dicampur serta cabai yang ditambahkan cukup menusuk hidung dan sukses membuat bersin-bersin.

Tak selang lama, satu porsi balungan beserta nasi putih sudah terhidang di meja. Penampilannya sih biasa saja tapi coba cicipi dulu sebelum komentar. Kuahnya berwarna coklat serta sedikit kental disertai dengan taburan bawang goreng dibagian atasnya. Satu suap pertama rasa manis yang berasal dari kecap langsung terasa. Berlahan rasa pedas mulai menjalar dilidah bercampur dengan rasa manis. Merica nampaknya juga ikut ambil bagian membuat balungan makin menggigit di mulut. Rempah-rempah mulai terasa, daun jeruk serta bawang merah goreng pas di lidah. Jangan lupa menambahkan krupuk biar acara makan tambah komplit. Dan tak terasa keringat mulai mengucur. Huh hah, segelas es jeruk mulai diseruput.

Keistimewaan lainnya pengunjung bisa memesan tingkat kepedasan yang diinginkan. Tinggal menuliskan memo di nota pemesanan berapa jumlah cabai yang diinginkan. Cabai ini sudah diblender terlebih dahulu baru kemudian dicampurkan kedalam masakan sesuai dengan permintaan. Nah untuk satu cabai yang ditambahkan setara dengan setengah sendok teh. Salah seorang pegawai bercerita ada seorang pengunjung yang berani menambahkan 40 cabe ke dalam makanan yang dipesannya. Tak heran jika dalam sehari warung yang juga punya cabang di Jalan C. Simanjuntak 24/ A Terban, Yogyakarta ini mampu memblender cabai rawit hingga 2-3 kilo.

Sayangnya Sogul Jugak cukup panas jika dikunjungi pada jam makan siang. Meskipun bangunan warung ini cenderung terbuka. Paling pas memang datang saat sore atau malam. Tidak heran kalau jam makan malam cenderung lebih ramai. Tersedia juga menu lain seperti Gulai Ayam, Sop Ayam, Tom Yam dan juga Krim Soup. Sogul Jugak buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB - Pkl.23.00 WIB. Sogul Jugak Terban buka Pkl.18.00 WIB - Pkl. 23.00 WIB.

Balungan + Nasi = Rp. 12.000
Es jeruk = Rp. 3000
Krupuk = Rp. 1000
 

Gallery

Tempat menarik sekitarnya

Swaragama 101.7 FM

Swaragama 101.7 FM

Swaragama 101.7 FM


RetjoBuntung 99.4 FM

RetjoBuntung 99.4 FM

RetjoBuntung 99.4 FM


JogjaFamily 100,9 FM

JogjaFamily 100,9 FM

JogjaFamily 100,9 FM


Geronimo 106,1 FM

Geronimo 106,1 FM

Geronimo 106,1 FM


JIZ 89,5 FM

JIZ 89,5 FM

Jiz 89,5 FM


Argososro 93,2 FM

Argososro 93,2 FM

Argososro 93,2 FM


Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini