Situs Seni & Budaya

Klenteng Poncowinatan

Jl. Poncowinatan 16 Yogyakarta

Klenteng Poncowinatan

Ulasan

Tentang Klenteng Poncowinatan

Klenteng Kwan Tee Kiong atau lebih dikenal dengan Klenteng Poncowinatan dibangun oleh etnis Tionghoa pada tahun 1879 M. Tanahnya merupakan hibah dari Sultan Hamengku Buwono VIII. Klenteng ini menghadap ke selatan, dimaksudkan untuk menghormati Kraton Yogyakarta.

 

Sebagai klenteng tertua di Yogyakarta, klenteng ini dilengkapi dengan fasilitas pendidikan, yaitu Sekolah Dasar Tionghoa modern pertama bernama Sekolah Tiong Hoa Hak Tong yang didirikan oleh Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) yang didirikan tahun 1907. Sekolah ini berada di sebelah barat klenteng yang saat ini digunakan sebagai Sekolah Budya Wacana. 

 

Kompleks Klenteng terdiri atas beberapa bangunan, yaitu: Bagian tengah merupakan bangunan utama, digunakan untuk pemujaan yang terdiri dari beberapa ruang, yaitu Ruang Suci Utama yang dikelilingi ruang pemujaan lainnya, dan ruangan yang digunakan sebagai gudang dan ruang untuk tempat tinggal penjaga. Bangunan Klenteng berdenah persegi panjang, pada sudut-sudut atap melengkung ke atas, dihiasi dengan hiasan naga.

Pada ruang suci utama terdapat patung Kwan Tie Koen. Selain itu di ruang ini juga terdapat bedug dan lonceng serta alat perlengkapan ibadah lainnya. Di sebelah timur ruang suci utama terdapat ruang pemujaan yang berisi patung Fuk Tek Cen Sen. Di sebelah utara ruang suci utama (belakang) terdapat ruang pemujaan yang berisi patung dewi Kwan Im (tengah), ruang pemujaan Sidharta Budha Gautama (kanan) dan ruang pemujaan Manjusri Bodhisatwa (kiri).

Bagian barat berdiri bangunan yang dipakai untuk pendidikan. Terdiri dari ruang-ruang kelas, ruang guru yang digabung dan berbentuk bangunan-bangunan persegi panjang. Pada sudut-sudut atap melengkung ke atas. Bagian timur merupakan lapangan terbuka untuk kegiatan latihan fisik, kung fu, dan lain-lain.

Ketiga fasilitas tersebut merupakan "Pengejawantahan" dari makna Klenteng, dimana kata Klenteng berasal dari kata Tionghoa yaitu Kauw (pendidikan/belajar), Lang (orang/manusia) dan Teng (tempat/bangunan). Sehingga secara keseluruhan Klenteng (Kauw Lang Teng) mempunyai makna "Tempat Orang Belajar".

 

 

 

Tempat menarik sekitarnya

Gudeg Mercon Bu Tinah
Wisata Kuliner

Gudeg Mercon Bu Tinah

Gudeg Mercon Bu Tinah yang terletak di Jalan Asem Gede Kranggan tepatnya 15 meter sebelah utara Gudeg Yu Djum. Memadukan cita rasa manis dan gurih yang khas dari gudeg dengan rasa pedas dari oseng merconnya. [...]

White Paal Resto Jogja
Restoran

White Paal Resto Jogja

Restoran yang terletak di dekat Tugu Jogja ini mengusung Konsep masakan asia dari 8 negara, yaitu Indonesia, Thailand, Jepang, Malaysia, Vietnam, Tiongkok, India, dan Korea. Nama tempat ini adalah The White Paal. [...]

Le Mindoni Cafe
Cafe

Le Mindoni Cafe

Cafe bergaya eropa hadir di tengah kota Jogja, tepatnya di Jalan Kranggan Jetis Yogyakarta. Le Mindoni sendiri sebenarnya diambil dari bahasa jawa "Mindoni" yang artinya berulang, seolah mengajak pengunjung untuk kembali datang, dan mengulang hal-hal yang baik. [...]

jogjastreamers

SWARAGAMA 101.7 FM

SWARAGAMA 101.7 FM

Swaragama 101.7 FM


JOGJAFAMILY 100,2 FM

JOGJAFAMILY 100,2 FM

JogjaFamily 100,9 FM


RETJOBUNTUNG 99.4 FM

RETJOBUNTUNG 99.4 FM

RetjoBuntung 99.4 FM



SOLORADIO 92,9 FM

SOLORADIO 92,9 FM

Soloradio 92,9 FM SOLO


GERONIMO 106,1 FM

GERONIMO 106,1 FM

Geronimo 106,1 FM


Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini