Seniman & Budayawan
Bambang Suprastowo
Pajangan, Pendowoharjo, Sleman INDONESIA

Ulasan
Bambang Rabies, itulah nama beken dari Bambang Suprastowo di atas panggung. Bagi masyarakat Yogyakarta tidak asing lagi dengan nama ini. Sudah puluhan kali, bahkan ratusan kali ia naik turun panggung. Sebab, sejak kelas 3 SD, seperti saudara-saudara yang lainnya, ia sudah manggung, baik dalam ketoprak, maupun kesenian-kesenian tradisional lainnya.
Lahir di Yogyakarta, 3 Juli 1970, Bambang Rabies awalnya bercita-cita untuk menjadi seorang dalang. Namun, karena menyadari vokalnya tidak memadahi, oleh ayahnya dalang terkenal Sugito, ia disarankan untuk jadi seorang pelawak. âDadi dalang kuwi abot le, suaramu ora tekan. Luwih becik kowe dadio pelawakâ (Jadi seorang dalang itu berat, suaramu tidak sampai. Lebih baik kamu jadi seorang pelawak saja), begitu saran yang sangat berkesan dari ayahnya, yang kemudian mengilhami ia untuk serius menekuni dunia lawak.
Menjadi seorang pelawak dituntut untuk selalu belajar, menambah wawasan, dan meningkatkan terhadap fenomena kehidupan. Untuk menambah pengetahuannya itulah, ia mengaku banyak belajar dari kakak-kakak seniornya, seperti, Marwoto, Daryadi, dan juga dari ayahnya sendiri (Gito), juga Gati, Bambang selalu belajar dari kehidupan, dari lingkungan sekitar, juga dari pergaulan sehari-hari. Berkat kerja kerasnya, bambang pernah meraih Juara dalam Lomba Lawak Tingkat Jateng-DIY. Penampilannya yang sangat berkesan baru-baru ini adalah, saat tampil dihadapan Ibu Megawati Soekarno Putri, di Jakarta.