Teknologi

Tingkat Sensitivitas Alat Uji Covid GeNose Diharapkan sama dengan PCR

Oleh : Rahman / Senin, 26 Oktober 2020 14:00
Tingkat Sensitivitas Alat Uji Covid GeNose Diharapkan sama dengan PCR
Staf peneliti mempersiapkan alat deteksi Covid-19 GeNose buatan UGM pada saat uji diagnotik di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, Senin (26/10)-Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Alat pendeteksi Covid-19 melalui hembusan Universitas Gadjah Mada (UGM) GeNose diharapkan sensitivitasnya setara dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu peneliti GeNose Peneliti GeNose dr Dian Kesumapramudya Nurputra saat bertemu dengan awak media di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Senin (26/10).

“GeNose saat ini memasuki babak uji diagnostik dan salah satunya di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito ini. Di sini kami mengetes tingkat keakuratannya dengan membandingakan dengan PCR,” ujar dr Dian Kesumapramudya.

Dari hasil uji klinis, tingkat keakuratan GeNose telah menyentuh angka 95% dan itu angka itu hampir sama dengan tingkat kesensitivan alat PCR.

Menurut dr Dian, uji diagnostik ini metodenya yaitu dengan membandingkan hasil sampel dari PCR yang tingkat kesensitivannya mencapai diatas 97%.

“Agar dapat dikatakan setara dengan PCR, paling tidak hasil uji diagnostik, sensitivitas GeNose diharapkan di atas 97 persen, sama dengan PCR (di atas 97 persen sensitivitas)," tuturnya.

Cara kerja GeNose yaitu mendeteksi virus melalui Norofaring yang bekerja mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang berasal dari metabolisme virus.

Dari hasil pendeteksian tersebut, datanya akan diolah oleh sistem kecerdasan artifisial (AI) dan hasilnya akan muncul berupa kode dengan hasil negatif atau positif hanya dalam waktu beberapa menit.

Rencananya uji diagnostik GeNose akan melibatkan sembilan rumah sakit diantaranya RS RSUP Dr Sardjito, RSPAU Hardjolukito, RS Bhayangkara DIY, RSLKC Bambanglipuro, RSA UGM, RST Soetarto, RST Soedjono di Magelang Jawa Tengah. RSUD Syaiful Anwar di Malang Jawa Timur dan RS Bhayangkara Jakarta.

Tim peneliti menargetkan uji diagnostik tersebut berlangsung selama sekitar tiga minggu dengan total sample mencapai 3.200 sample.

“Pengambilan sample dari subjek sebanyak dua kali, semisal satu rumah sakit 200 sample dan diambil dua kali maka akan menghasilkan 400 sample, makan waktu target terkejar,” tuturnya.

GeNose yang telah menjalani sejumlah uji klinis ini diharapkan tidak hanya menjadi alat screenning melainkan sebagai alat diagnostik Covid-19.

Sementara itu, Rukmoni Siswishanto Direktur Utama RSUP Dr Sardjito turut menjadi subjek pengetesan diagnostik GeNose dengan dua kali pengambilan sample hembusan nafas.

Rukmoni mengapresiasi dijadikannya RSUP Dr Sardjito sebagai salah satu rumah sakit tempat uji diagnostik GeNose.

“Mudah-mudahan uji diagnosti ini berjalan dengan baik, karena alat ini merupakan salah satu inovasi kebanggaan masyarakat Indonesia. Dan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua,” ungkapnya.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    RAKOSA 105,3 FM

    RAKOSA 105,3 FM

    Rakosa 105,3 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini