Press Release

Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
Min
  • Riuhnya Panggung Literasi Selatan

    Senin, 05 Oktober 2015 | Expired
    Riuh ramai penonton memadati Lapangan Prancak, Panggungharjo, Sewon, Bantul Yogyakarta selama tiga hari berturut-turut. Sebuah panggung rakyat yang menyajikan beragam kesenian daerah dihadirkan dalam Panggung Literasi Selatan. Merupakan Equator Festival rangkaian dari Biennale Jogja XIII yang telah sukses digelar dari mulai dibukanya acara oleh Ibu Yustina Neni selaku Direktur Yayasan Biennale Yogyakarta yang didampingi oleh Rain Rosidi selaku Direktur Artistik Biennale Jogja XIII dan Bp. Wahyudi Anggoro Hadi, Lurah setempat pada 2 Oktober 2015 di Halaman Radio Buku dan berakhir semalam 4 Oktober 2015.   Bersinergi dengan pemerintahan Desa Panggungharjo, perhelatan ini sekaligus menandai dibukanya rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Desa Panggungharjo, hingga bulan Desember 2015. Selain di Lapangan Prancak, dua titik dipilih menjadi tempat diselenggarakan rangkaian Panggung Literasi Selatan yaitu di Halaman Radio Buku dan Kantor Kelurahan Panggungharjo.   Beragam kegiatan yang menampilkan kreativitas dan potensi masyarakat lokal dihadirkan disini. Seperti pameran, pasar, pertunjukan, diskusi, pemutaran film, dan kirab budaya. Panggung Seni Desa dengan menghadirkan Karawitan Ibu-ibu Purborini (Geneng), Qolbu Laras Manunggal (Jogoripon), Paguyuban Purbo Laras (Geneng), Pencak Silat Wijaya Kusama (Dongkelan), Orkes Tradisi Tombo Ati (Kweni), Paguyuban Karawitan Purba Wirama (Geneng), Silverstay Band (Tegal Krapyak), Tari Candik Ayu (Jogoripon), Kampung Dolanan (Pandes), Sanggar Anak Saraswati (Kweni), Sanggar Seni Remaja Wiramuda (Prancak Dukuh), Paguyuban Shalawat Jawa Ngudi Utomo (Krapyak Wetan), Kelompok Seni Sasana Rukun Margo Hasanah (Krapyak Kulon), Grup Rebana Putri Al Halim (Geneng), Ketoprak Mudho Budi Wiromo (Pandes), Shalawat Jawi (Cabeyan), Karawitan Laras Manunggal (Tegal Krapyak), Kumolo Retno (Dongkelan), Kelompok Manunggal Budaya (Dongkelan), Jathilan Manunggal Budaya (Dongkelan), Grup Akustik Suges (Gesikan), Jathilan Kuda Beksi Muda Manunggal (Pandes), Bregodo Wirotamtomo (Pandes), Sanggar Seni Muda-mudi (Gesikan), TK PKK 117 Asy Syakirin (Geneng), Sanggar Pelangi feat RM Fajar Dwiarianto (Dongkelan).   Kirab Budaya diikuti oleh 18 kelompok / peserta. Terdiri dari warga dari beragam dusun yang ada dalam wilayah administratif Kelurahan Panggungharjo diantaranya Geneng, Garon, Ngireng-Ireng, Kweni, Cabeyan, Pelemsewu. Dalam kirab ini, potensi desa wisata Panggungharjo diperlihatkan, selain dalam keikutsertaan, juga partisipasi dalam pembukaan dapur umum sebagai wujud penanaman nilai kegotongroyongan dalam desa. Berangkat dari Lapangan Prancak, Perempatan Samsat, Pedukuhan Sawit, Jogoripan, dan kembali lagi ke Lapangan Prancak.   Pertunjukan puisi poskolonial yang dikelola komunitas sastra Ngopi Nyastro, panggung juga menghadirkan orasi sastra dan budaya nonkanon oleh sastrawan Saut Situmorang. Digelar di halaman Radio Buku semalam.   Selain itu komunitas-komunitas yang tergabung dalam rangkaian acara Panggung Literasi Selatan masing-masing membuat kegiatan yang membuat acara menjadi semakin beragam. Seperti Komunitas Kretek yang membuat diskusi menarik seputar kopi, kretek dan negara dihadirkan tepat pada Hari Kretek yang jatuh pada tanggal 3 Oktober 2015 juga membuat Kompetisi Nyete (melukis diatas kretek). Bunda Kata yang membuat workshop Tindes Art, Pindai Media yang menawarkan makalah bermutu dan bisa di unduh serta gandakan. Kamar Jombloo yang dirancang oleh Seniman Ruang Kelas SD (RKSD) dengan karya-karya “photosopan” Agus Mulyadi yang membuatnya menjadi selebritas kesepian dan parade poster meme-meme marxis yang tragis dari Dewan Kesepian Jakarta (DKJ), serta bekerjasama dengan Kamissinema ISI yang memutarkan film Afrika ‘Finding Fela’. Dan masih banyak lagi Komunitas yang tergabung seperti MojokDotCo, Warung Arsip, Ngopi Nyastro, RKSD, Jawigraphy, Warkop Bintang Mataram 1915, Dongeng Kopi dan kolektor-kolektor zine dari Yogyakarta, Bandung, dan Solo.   Di Kelurahan Panggungharjo, Pameran dan Workshop Mading untuk memperkaya pengetahuan perihal mading dan pengelolaan gagasan, Combaine Resource Institution (CRI) pada Sabtu, 3 Oktober 2015, pukul 12.00-14.00 memfasilitasi perwakilan peserta mading untuk belajar bersama dalam sebuah kelas lokakarya diikuti oleh sekitar 30 an peserta.   Tiga hari penyelengaraan Panggung Literasai Selatan ini selain sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Desa Panggungharjo juga merupakan penanda dimulainya Equator Festival rangkaian dari acara Biennale Jogja XIII yang selanjutnya pada 30 Oktober 2015 akan dilaksanakan Equator Festival yang kedua yaitu Festival Tanah di Giripeni, Kulonprogo, Yogyakarta.
  • Emansipasi Desa, Kebudayaan, Ritus, dan Pengetahuan

    Jumat, 02 Oktober 2015 | Expired
    Biennale Jogja (BJ) merupakan perhelatan besar seni rupa yang rutin diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh Yayasan Biennale Yogyakarta (YBY) dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tahun 2011, YBY meluncurkan proyek Biennale Jogja seri Ekuator (Biennale Equator). Seperti ditunjukkan pada namanya, Biennale Equator adalah Biennale yang bekerja di kawasan Khatulistiwa. BJ seri Equator ini akan membawa Indonesia, khususnya Yogyakarta, mengelilingi planet Bumi melintasi garis selama 10 tahun.   BJ seri Ekuator merupakan serangkaian pameran dengan agenda jangka panjang yang akan berlangsung sampai dengan tahun 2022. Dalam setiap penyelenggaraannya, Biennale Equator akan bekerja sama dengan satu atau lebih negara atau kawasan di sekitar Katulistiwa. Pada perhelatan BJ XIII 2015 – Equator #3 kali ini, YBY mempertemukan Indonesia dengan salah satu negara di Benua Afrika yaitu Nigeria.   Bersinergi dengan pemerintahan Desa Panggungharjo, perhelatan ini sekaligus menandai dibukanya rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Desa Panggungharjo, hingga bulan Desember 2015.   Sebagai upaya untuk mendukung dan menyongsong perhelatan besar ini, diselenggarakan beragam kegiatan yang menampilkan kreativitas dan potensi masyarakat lokal.   Salah satunya ditunjukkan dalam Panggung Literasi Selatan (PLS). Kegiatan ini merujuk pada lokasi penyelenggaraan, yaitu di Desa Pangguharjo, Sewon, Bantul. Terbagi dalam tiga titik di desa yang potensial ini, warga desa menghadirkan pelbagai pontensinya untuk dapat diangkat ke panggung internasional. Maka tak berlebihan jika tagline yang dipakai adalah Dari Panggungharjo ke Panggung Internasional yang dikemas dalam tema besar “Emansipasi Desa: Kebudayaan, Ritus dan Pengetahuan”.   Fokus utama dari festival ini adalah pada tema. Ada dua hal yang coba dirayakan dalam festival ini. Pertama, memberi ruang bagi praktik-praktik literasi yang mandiri dari pelbagai latar identitas tertentu. Kedua, memanggungkan praktik-praktik ritual yang ada dalam masyarakat sebagai bagian dari praktik literasi warga. Selain itu acara juga mengakomodasi isu Asia dan Afrika melalui kajian sastra dan film.   Dalam praktik perhelatan PLS, komunitas yang tampil cukup beragam. Salah satunya adalah Radio Buku yang selama ini menjadi media dan ruang bagi kerja literasi dan dokumentasi pada bidang perbukuan, sejarah, seni, dan sastra. Selain itu kerjasama perhelatan juga melibatkan komunitas lain seperti Bunda Kata, Grup-grup Kesenian Desa Panggungharjo, MojokDotCo, Pindai, Jombloo, Minum Kopi, Warung Arsip, Ngopi Nyastro, Kamissinema ISI, RKSD, Jawigrapgy, Warkop Bintang Mataram 1915, Dongeng Kopi, Komunitas Kretek, dan kolektor-kolektor zine dari Yogyakarta, Bandung, dan Solo.    Ragam Kegiatan Kegiatan Panggung Literasi Selatan (PLS) terdiri dari pameran, pasar, pertunjukan, diskusi, pemutaran film, dan kirab budaya. Kegiatan itu diselenggarakan di tiga lokasi, yaitu: 1.      Dusun Prancak Glondong (Halaman Radio Buku, Jl. Sewon Indah I) 2.      Dusun Pandes (Kantor Kelurahan Panggungharjo) 3.      Lapangan Prancak (Utara Kampus ISI Yogyakarta)   Rembug Desa Minggu, 3 Oktober 2015 | 10.00-13.00 WIB Ruang Pertemuan Kantor Kelurahan Panggungharjo   Rembug ini menjadi forum silaturahmi dan ngudo roso pelbagai elemen desa di Bantul demi terwujudnya cita-cita bersama. Penggerak-penggerak budaya di Yogyakarta dihadirkan untuk berbagi pengalaman membangun desa berbasis budaya dan wisata.   Kirab Budaya Minggu, 4 Oktober 2015 14.00 - 18.00 WIB Mulai: Situs Karanggede, Geneng | Akhir: Kantor Kelurahan Panggungharjo   Kirab ini merupakan agenda rutin dari Desa Panggungharjo yang diselenggarakan sebagai bentuk syukur atas hari jadi desa tersebut. Dalam Equator Festival Biennale Jogja XIII, kirab budaya ini diselenggarakan menyusuri situs budaya Karanggede yang menjadi penanda terakhir bagaimana cerita kampung ini dimulai.   Kirab ini diikuti warga dari beragam dusun yang ada dalam wilayah administratif Kelurahan Panggungharjo, kelompok kesenian, kelurahan tetangga yang diundang, mahasiswa seni, maupun turis asing yang berdarmawisata di Jogja, serta peserta Panggung Literasi Selatan. Dalam kirab ini, potensi desa wisata Panggungharjo diperlihatkan, selain dalam keikutsertaan, juga partisipasi dalam pembukaan dapur umum sebagai wujud penanaman nilai kegotongroyongan dalam desa.   Panggung Seni Desa 2,3, 4 Oktober 2015 | 09.00 - 22.00 WIB   Panggung seni desa diisi oleh sekira 20-an kelompok seni yang dikelola warga secara mandiri. Dengan tema “Menyatukan Yang Terserak”, panggung ini adalah upaya pelacakan, penyatuan, dan media pemberdayaan seni warga. Kelompok seni warga desa yang terlibat, antara lain: Karawitan Ibu-ibu Purborini (Geneng), Qolbu Laras Manunggal (Jogoripon), Paguyuban Purbo Laras (Geneng), Pencak Silat Wijaya Kusama (Dongkelan), Orkes Tradisi Tombo Ati (Kweni), Paguyuban Karawitan Purba Wirama (Geneng), Silverstay Band (Tegal Krapyak), Tari Candik Ayu (Jogoripon), Kampung Dolanan (Pandes), Sanggar Anak Saraswati (Kweni), Sanggar Seni Remaja Wiramuda (Prancak Dukuh), Paguyuban Shalawat Jawa Ngudi Utomo (Krapyak Wetan), Kelompok Seni Sasana Rukun Margo Hasanah (Krapyak Kulon), Grup Rebana Putri Al Halim (Geneng), Ketoprak Mudho Budi Wiromo (Pandes), Shalawat Jawi (Cabeyan), Karawitan Laras Manunggal (Tegal Krapyak), Kumolo Retno (Dongkelan), Kelompok Manunggal Budaya (Dongkelan), Jathilan Manunggal Budaya (Dongkelan), Grup Akustik Suges (Gesikan), Jathilan Kuda Beksi Muda Manunggal (Pandes), Bregodo Wirotamtomo (Pandes), Sanggar Seni Muda-mudi (Gesikan), TK PKK 117 Asy Syakirin (Geneng), Sanggar Pelangi feat RM Fajar Dwiarianto (Dongkelan).   Kelompok seni desa ini tampil di tiga panggung utama yang tersebar di Dusun Prancak Glondong (Halaman Radio Buku, Jl. Sewon Indah I), Dusun Pandes (Kantor Kelurahan Panggungharjo), dan Lapangan Prancak. Pameran dan Workshop Mading 2,3, 4 Oktober 2015 | 09.00 - 22.00 WIB Kantor Kelurahan Panggungharjo | Pandes   Melibatkan puluhan sekolah SMP se-Kabupaten Bantul, pameran mading ini bertujuan untuk memancing kepekaan siswa menggali sisi keistimewaan di lingkungan sekitarnya. Bertajuk “Kita Istimewa”, mading yang dipamerkan dinilai oleh pengunjung dan pemenang pilihan pengunjung tersebut diumumkan saat penutupan Panggung Literasi Selatan.   Untuk memperkaya pengetahuan perihal mading dan pengelolaan gagasan, Combaine Resource Institution (CRI) pada Sabtu, 3 Oktober 2015, pukul 12.00-14.00 memfasilitasi perwakilan peserta mading untuk belajar bersama dalam sebuah kelas lokakarya di Kantor Kelurahan Panggungharjo.   Lapak Buku Indie 2,3, 4 Oktober 2015 | 09.00 - 22.00 WIB Hall Radio Buku "Bale Black Box", Sewon Indah I Prancak Glondong   Lapak Buku dinisiasi Pojok Cerpen dengan melibatkan produsen dan lapak yang saat ini eksis di dunia perbukuan Yogyakarta, seperti Sindikat Buku, Jual Buku Sastra, Indie Book Corner, dan Warung Arsip. Lapak Buku ini menyuguhkan buku-buku yang diterbitkan secara mandiri dan independen, termasuk di dalamnya buku-buku silat/seks yang populer di tahun 80-an.   Lapak Makalah Bermutu Pindai 2,3, 4 Oktober 2015 | 09.00 - 22.00 WIB Hall Radio Buku "Bale Black Box", Sewon Indah I, Prancak Glondong   Bertajuk “Free Makalah Bermutu Pindai; Gandakan di Fotocopy”, Pindai menyajikan makalah-makalah bermutu dari penulis-penulis terpilih. PINDAI.ORG adalah ruang publikasi kolektif untuk peliputan dan analisis yang disajikan secara kritis sekaligus mendalam. Melalui prinsip kerja jurnalisme telaten, Pindai berupaya membangun informasi yang cermat, teliti, dan akurat, dengan pendekatan narasi yang luwes dan segar. Kerja-kerjanya, meski tak selalu, melalui proses kurasi editor. Makalah-makalah yang dikerjakan perkumpulan anak muda yang bisa dihubungi di redaksi@pindai.org.   Lapak Kliping Jogja Istimewa Warung Arsip 2,3, 4 Oktober 2015 | 09.00 - 22.00 WIB Hall Radio Buku "Bale Black Box", Sewon Indah I, Prancak Glondong   Menghadirkan kliping lengkap tentang perdebatan awal hingga ditetapkan Keistimewaan Yogyakarta. Juga kliping dengan fokus utama di seputar politik keraton dan perkawinan. Kliping ini disusun warga yang tinggal di Yogyakarta, Mbah Slamet Suwanto. Dengan kegigihan dan keuletannya, berbundel-bundel kliping itu bisa dibaca dan digandakan dengan fotocopy secara gratis.   Jawigraphy 2,3, 4 Oktober 2015 | 09.00 - 22.00 WIB Hall Radio Buku "Bale Black Box", Sewon Indah I, Prancak Glondong   Ringkasan identitas pengunjung ditulis di atas lontar?  Datang saja ke booth pertunjukan "Jawigraphy". Seniman muda kaligrafi Jawa, Akeem, menuliskan diri pengunjung secara on the spot di atas daun lontar yang menjadi medium literasi saat RI masih di era kerajaan-kerajaan yang terserak. Menghadirkan praktik menulis di atas lontar adalah praktik menyandingkan yang silam dengan bertolak pada medium dan praktik seni kontemporer. Nyete dan Diskusi “Kopi, Kretek, dan Negara” Sabtu, 3 Oktober 2015 | 19.00-21.00 WIB Hall Radio Buku "Bale Black Box", Sewon Indah I, Prancak Glondong   Minum Kopi, Bintang Mataram 1915, dan Komunitas Kretek mempersembahkan diskusi bertema: “Kopi, Kretek, Negara”. Selain diskusi, di booth Minum Kopi dan Bintang Mataram 1915 digelar pertunjukan dan lomba nyete, yakni seni melukis kretek dengan kopi yang menjadi tradisi "khas" Pantura. Ini upaya menghadirkan pewacanaan literasi di dunia rempah kita, terutama kopi dan kretek, yang kini bersitegang dengan kuasa modal dan negara.   Pameran & Diskusi Arsip Zine 2,3, 4 Oktober 2015 | 09.00 - 22.00 WIB Hall Radio Buku "Bale Black Box", Sewon Indah I, Prancak Glondong   Pameran zine di Dusun Prancak Glondong ini diniatkan sebagai gerakan pendokumentasian dan pencatat ulang pada "jurnalisme" bawah tanah. Dikerjakan dengan melibatkan inisiasi individu dan kolektif. Pengarsipan dan pameran sampul zine terpilih hingga diskusi posisi zine dalam gerakan menjadi rantai utama festival ini. Mesin fotokopi sebagai "mesin propaganda" dihadirkan untuk penggandaan.   Pameran Zine ini menampilkan koleksi yang terserak: Indra Menus, Isrol Media Legal, Arsita Cangkang Serigala, Newseum, Ora Weruh, Pawon, Warung Arsip, dan Arsivis Solo. Di Lapak Zine!, pengunjung bisa memilih dan menggandakan!   Untuk mengetahui posisi zine dalam kultur literasi klandestin kita, diselenggarakan diskusi bertajuk sama dengan pameran, yakni “Bacaan Liar: Agen, Visual, dan Bahasa”. Diskusi ini menghadirkan pembicara: Koskow, Dosen DKV, ISI Yogyakarta; Indra Menus, Kolektor dan Penggerak Zine; Muhidin M Dahlan, Pendiri Newseum Indonesia. Sementara Arsita Pinandita, Pengajar ISI dan Musisi, bertindak sebagai moderator.   Buku Gotong-Royong 3 Oktober 2015 | 13.00 - 15.00 WIB Radio Buku, Sewon Indah I, Prancak Glondong   Bertajuk “Gotong Royong Selipat Buku” Kelompok Bundakata yang rutin bereksperimen dengan medium cetak menggelar lokakarya tentang pembuatan bacaan dengan berkaca pada prinsip-bacaan yang digarap sederhana, terjangkau, dan emansipatif.   Panggung Sastra 2,3, 4 Oktober 2015 | 10.00 - 22.00 WIB Hall Radio Buku "Bale Black Box", Sewon Indah I, Prancak Glondong   Pertunjukan puisi poskolonial dikelola komunitas sastra Ngopi Nyastro. Panggung ini juga menghadirkan orasi sastra dan budaya nonkanon oleh sastrawan Saut Situmorang. Diselenggarakan pada 4 Oktober 2015, pukul 20.00 WIB, di Dusun Prancak Glondong.   Mojok Bareng Anak Mojok 2,3, 4 Oktober 2015 | 10.00 - 22.00 WIB Hall Radio Buku "Bale Black Box", Sewon Indah I, Prancak Glondong   Sebagai pendatang baru dalam dunia bacaan setelah gelombang 2.0 bergerak cepat dan gawai makin murah, MOJOK.CO menyajikan bacaan baru yang segar dengan pencarian sudut pandang bahasa yang tak biasa. Walau masih berusia satu tahun, web yang berjargon “Sedikit Nakal Banyak Akal” ini mampu mendatangkan pembaca yang melimpah.   Inilah media selow yang mewadahi tulisan para penulis yang punya energi serta kreativitas berlebih. Sebuah media alternatif dengan konten segar dan menghibur. Media untuk bersenang-senang dan bergembira bersama.   Beberapa penulis utama di MOJOK.CO menjadikan arena Panggung Literasi Selatan sebagai panggung mojok.   Kamar Jomblo 2,3, 4 Oktober 2015 | 10.00 - 22.00 WIB Hall Radio Buku "Bale Black Box", Sewon Indah I, Prancak Glondong   Jombloo, sebuah situs web yang masih happy dengan “aib”-nya dalam masyarakat berpasangan, berijtihad memperkenalkan kepada publik bagaimana sesungguhnya kehidupan kamar seorang jomblo. Jombloo juga menampilkan seniman-seniman berbakat dari kaumnya: seperti karya-karya “potosopan” Agus Mulyadi yang membuatnya menjadi selebritas kesepian dan parade poster meme-meme marxis yang tragis dari Dewan Kesepian Jakarta (DKJ). Jargon utamanya: Progresif, Militan, Kesepian.   Catatan Kerja Visual RKSD 2,3,4 Oktober 2015 | 10.00-22.00 WIB Bale Black Box/Radio Buku, Sewon Indah I, Prancak Glondong   Tiga tahun bekerja dalam kampung, seniman street art yang tergabung dalam Ruang Kelas SD (RKSD), menjadi fenomena sendiri pasca Jogja Mural Forum (JMF). Dengan kegigihannya, mereka meyakinkan warga di Kampung Geneng, Panggungharjo, bahwa kerja street artist tidaklah sama dengan si vandal. Tiga tahun bersama warga itu yang mereka perlihatkan dalam “Catatan Kerja”.   Selama tiga hari Kamisinema ISI Yogyakarta menyelenggarakan pemutaran film-film dokumenter terpilih Asia (Indonesia) – Afrika (Nigeria).
  • Homegrown YK Vol. 2 Hadir di Rooftop Mall Galeria Yogyakarta

    Jumat, 02 Oktober 2015 | Expired
    Mengawali bulan Oktober 2015, Fab Café Jogja, sebuah portal music dan Yogya Music Store kembali menggelar pertunjukan musik Homegrown YK pada hari Jumat (2/10). Pertunjukan ini bertempat di Rooftop Mall Galeria Yogyakarta. Pada edisi kedua micro-gig triwulan ini, band-band lokal Yogyakarta akan menjamu tamu dari Barat — tepatnya dari kota Bandung. Selain ajang bertemunya band dari kedua kota, susunan penampil Homegrown YK Vol. 2 juga mempertemukan nama-nama baru dan lama. Dari Bandung ada Polyester Embassy, band experimental post rock yang sudah tidak asing lagi, dan Diocreatura, band indie pop/rock yang digawangi Ekkyb Darmawan (Polyester Embassy / Rock N Roll Mafia) yang baru saja merilis album perdana Gaijin. Sedangkan tuan rumah Yogyakarta diwakili oleh band alternatif Nervous yang baru saja kembali aktif — ini akan menjadi penampilan live pertama mereka sejak tahun 2011 — dan Kavvah, band beraliran indie / surf pop yang dibentuk awal 2015. Dari balik deck, akan tampil DJ Ones dan sejumlah DJ tamu dari Bandung. Homegrown YK sendiri adalah acara rutin hasil kolaborasi Kanal tiga puluh, FabCafeJogja, dan Yogya Music Store yang menampilkan band-band lokal dengan konsep pertunjukan intim di atas rooftop. Melalui kerjasama dengan FFWD Records dan TRL (Bandung), Homegrown YK juga menjadi ajang pertukaran musisi di kota Yogyakarta dan Bandung.  Untuk edisi yang kedua, gelaran Homegrown YK didukung oleh GudegNet, serta VAST, brand street wear asal Yogyakarta yang memadukan unsur-unsur Vision, Attitude, Sound, danTheory.
  • OPPO R7 Plus Meluncur di Indonesia

    Senin, 28 September 2015 | Expired
    Setelah memperkenalkan dua VIP Line Up nya di beberapa kota besar di Indonesia, kini OPPO meresmikan kehadiran perangkat terbaru, OPPO R7 Plus. Perangkat yang diperkenalkan di Indonesia pada 27 Mei 2015 yang lalu, sudah dapat dibeli langsung konsumen mulai hari Senin (28/9) melalui situs ofanstore.co.id. “ Saat ini konsumen sudah dapat membeli perangkat terbaru dari OPPO, R7 Plus, di Indonesia. Kami sangat senang atas respon dari konsumen terhadap lini VIP kami terdahulu, dan juga respon yang sangat luar biasa terhadap perangkat R7 Plus ini dengan banyaknya konsumen dan fans yang menanyakan ketersediaan perangkat ini di Indonesia, dan akhirnya kini kami bisa membawakannya,” ujar Ivan Lau, CEO OPPO Indonesia. R7 Plus merupakan perangkat premium dari OPPO yang memiliki rasio layar dan body hampir 80%. Perangkat ini dilengkapi dengan layar 6 inci AMOLED dengan layar lengkung 2.5D, memberikan efek sentuhan yang lebih natural ketika menggerakkan jari pada layar. Dengan resolusi Full HD R7 plus memberikan kerapatan pixel sebesar 367 ppi. R7 Plus dibungkus dalam balutan material metal unibody. Untuk memberikan sentuhan mewah.OPPO R7 Plus dilapisi oleh cat berpartikel Zircon Sand yang berguna untuk menjaga konsistensi kualitas eksterior. Selain itu R7 Plus mengalami 48 proses pemolesan yang menimbulkan halus saat disentuh. OPPO meminimalisir penggunaan material non metal pada R7 Plus, sehingga smartphone ini memiliki  rasio 91% material yang terbuat dari bahan metal. R7 Plus memiliki dimensi 158x82.3x7.75mm dan berat 192 gram. Dari segi spesifikasi, R7 Plus menawarkan RAM sebesar 3GB, membuat perpindahan antar aplikasi menjadi lebih mulus dan meningkatkan kecepatan loading aplikasi hingga 100%. R7 Plus dilengkapi dengan penyimpanan internal sebesar 32GB dengan 23GB ruang bebas untuk pengguna. R7 Plus juga memiliki slot SIM2cerdas yang memungkinkan untuk menempatkan dua kartu nano-SIM atautambahan satu microSD yang mampu menopang hingga 128GB memori eksternal Dipasarkan pertama kali dalam warnagold, OPPO R7 Plus memiliki baterai polimer sebesar 4100 mAh dan teknologi VOOC Flash Charge yang mampu mampu menghasilkan 75% tingkat kepenuhan baterai hanya dalam waktu 30 menit. Fitur ini menjadikan R7  Plus sebagai unggulan untuk pengisian baterai yang singkat , cukup isi ulang 5 menit maka pengguna akan mendapatkan waktu talktime selama 2 jam.   Smart Phone R7 Plus memiliki kelebihan dalam hal pengambilan gambar, R7 Plus dilengkapi kamera utama sebesar 13 Megapixel dan kamera depan 8 Megapixel.Lensanya bersertifikasi Schneider-Kreuznach, kualitas tertinggi dari pembuat lensa asal Jerman, dan merupakan standar tertinggi untuk lensa kamera smartphone saat ini.  Kamera utama R7 Plus dilengkapi sensor RGBW. Secara substansial sensor ini meningkatkan hasil foto dalam kondisi cahaya rendah dengan kepekaan cahaya 32% lebih tinggi dan 78% pengurangan noise, memberikan kinerja yang lebih baik di dalam ruangan rendah cahaya dan kondisi gelap. Selain itu teknologi New Flash Shotditanamkan secara ekslusif pada perangkat ini yang juga dilengkapi dengan perpaduan antara Contrast Detection Autofocus (AF) dan Laser Focus. “OPPO R7 Plus menanjikan kombinasi antara kecepatan ketika membuka aplikasi kamera, kecepatan fokus dan stabilisasi gambar, hal ini yang akan membuat pengambilan gambar dapat dilakukan secara cepat dengan hasil yang jelas. Selain itu untuk pengambilan gambar, R7 Plus juga didukung dengan teknologi OPPO anti-shake optimization algorithm, “ tambah Ivan. R7 Plus dilengkapi Pemindai sidik jari untuk membuka dan mengenkripsi file lebih efektif. Sensor sidik jari ini diletakkan pada bagian belakang perangkat. Sensor sidik jari ini dapat menyimpan hingga lima sidik jari dan dapat disesuakani dengan berbagai perintah seperti membuka kunci layar dan enkripsi perangkat lunak. OPPO R7 Plus memiliki sistem operasi terbaru ColorOS 2.1 berbasis Android 5.1 Lollipop, yang telah ditingkatkan guna menunjang nilai estetika. ColorOS 2.1 juga menyajikan fitur yang lebih bermanfaat, seperti sistem pembersihan RAM otomatis apabila perangkat dalam keadaan tidak digunakan selama 5 menit.
  • Dusun Gejlig & Kagog Dapat Bantuan Air Bersih

    Rabu, 23 September 2015 | Expired
    Kegiatan pemberian air bersih yang diprakarsai oleh BPBD DIY, para penggiat sosmed seperti JogjaUpDate, InfoSeniJogja, MaluMauDotCom, BerandaJogja, JogjaSatu, GudegNet, JogjaUpDateCom, Jogja24Jam dan Pusdalop DIY disalurkan ke 2 dusun yang ada di Kecamatan Kalibawang yakni Dusun Gejlig dan Dusun Kagok, Kalibawang, Kulonprogo (22/09).  Demikian informasi tersebut disampaikan oleh Koordinator Kegiatan Get faster For Water, Intan Kurnia Ramadhani, SIP saat bertemu dengan rekan media dilokasi dropping air. Ia mengatakan bahwa dalam kegiatan yang pembukaan donasi dimulai semenjak Agustus 2015 itu telah mengumpulkan donasi uang sebesar Rp 4.450.000,. Jumlah tersebut kemudian diserahkan ke BPBD DIY guna penyaluran air bersih ke lokasi terdampak kekeringan. "Hari ini, kami menyerahkan 4 tangki air bersih yang volumenya setara dengan 20.000 liter air yang kami serahterimakan dikawasan Masjid Annur Gejlig yang diterima langsung oleh Lurah Banjarasri, Felisiadus Edi Riyanto," terangnya. Dalam kesempatan tersebut, Edi Riyanto mengucapkan banyak terimakasih atas pemberian air bersih yang tentunya sangat berharga bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, dari bertahun-tahun terkena dampak kekeringan, dusun ini baru pertama kali mendapat bantuan. "Kami sangat mengucapkan banyak terimakasih pada para donatur yang telah sudi dan peduli pada nasib warga yang ada di 2 dusun tersebut," katanya. Dilokasi yang sama, Supervisor TRC BPBD DIY untuk masalah terdampak kekeringan, Arman Nur Effendi mengatakan bahwa penyaluran bantuan air bersih ke Kabupaten Kulonprogo baru terpenuhi sebesar 15 % dari 100 % wilayah terdampak kekeringan. "Melalui semangat gotong royong seperti ini, tentunya akan dapat memutus birokrasi yang terlalu kompleks, bantuan CSR semacam ini pastinya sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar," katanya. Penyaluran air bersih tentunya akan terus berlanjut total hingga 30 tangki yang rencananya akan didistribusikan sesuai hasil assesment dari BPBD DIY.
  • Awarding Night Pinasthika XVI Lahirkan Hero Baru

    Minggu, 20 September 2015 | Expired
    Malam puncak penganugerahan Pinasthika Creativestival XVI yang ditunggu-tunggu oleh semua Insan Kreatif sukses digelar pada Sabtu, 19 September 2015 di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Selain dihadiri oleh para finalis yang telah mengikuti kompetisi periklanan dan telah melalui proses penjurian, Awarding Night ini dihadiri oleh para pelaku industri kreatif yang cukup berperan dalam dunia periklanan baik lokal maupun nasional. Tema From Hero to Hore yang diangkat Pinasthika tahun ini bukanlah tanpa makna, tema yang merupakan  undangan, mampu menyentil insan kretif Indonesia untuk tidak hanya menepuk dada sendiri dengan semua prestasi yang dimiliki, terbukti dari beberapa tokoh kreatif yang mampu menginspirasi masyarakat yang lebih besar lagi dan untuk lebih peduli kepada lingkungannya dan mengambil peran lebih melalui Creative Seminar Pinasthika dan Intensive Creative Workshop yang selama dua hari lalu dilaksanakan dan animo masyarakat sangatlah luar biasa. Riuh ramai tepuk tangan dari segala penjuru memadati Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta dalam malam yang paling ditunggu oleh semua insan periklanan juga tentunya para finalis yang tidak sabar menunggu pengumuman pemenang kompetisi, baik dari kategori-kategori seperti Bawana, Baskara, Urban Idea, KR Best Print, Adstudent, Young Film Director dan Graphic Design. Konsep awarding night malam ini sengaja di setting sesuai dengan tema Pinasthika tahun ini, Hero-Hero dihadirkan di panggung awarding night tampak dari kostum yang dikenakan Affi Khresna (Chairman Pinasthika XVI) saat membuka acara, kostum yang dikenakan MC dan juga tidak kalah menarik, para finalispun tampak mengenakan topeng sesuai dengan Hero idolanya. Satu persembahan special sebagai rasa hormat akan segala gagasan semasa hidupnya yang telah memberikan kontribusi nyata yang sangat bernilai dan tampak nyata melalui karya-karyanya dalam bidang kreatif untuk Bangsa, Pinasthika berikan kepada Alm. Irvan Noe’man yang telah berpulang pada bulan April 2015. Arief ‘Ayip’ Budiman, yang didampingi oleh dua Kurator yang terlibat dalam acara Pinasthika XVI Ong Hari Wahyu dan Eko Prabowo menyampaikan bahwa ‘Beliau dipilih mendapatkan penghargaan dalam ajang Pinasthika Creativestival ini untuk menghormati pemikiran, cita-citanya terhadap bangsa melalui perwujudan karya-karyanya secara global untuk bangsa Indonesia’. Penghargaan diberikan oleh Kepala BEKRAF RI Bp. Triawan Munaf didampingi oleh Bp. Harris Thajeb Ketua P3i dan Drg. Eddy Purjanto Ketua P3i Pengda DIY kepada wakil keluarga yaitu anak sulung Alm. Irvan Noe’man yakni Kevin Noe’man. Sebuah moment yang cukup mengharukan, namun sekiranya mampu memberikan contoh kepada semua yang datang tentang arti Hero yang sesungguhnya.  Dalam sambutan Kepala BEKRAF RI Bp. Triawan Munaf mengatakan bahwa ‘Teknologi memerlukan kreatifitas, konten sekarang itu menjadi tanggung jawab dan mendorong adanya kreatifitas karena berjuta-juta konten jika tidak ada kekreatifitasan, maka tidak akan bisa menarik hati. Semakin kesini semakin menantang, semakin sulit, semakin kompetitif bagi semua orang.’ Melalui ajang Pinasthika ini akan terus menjadi tolak ukur, trend mark bagi kreatifitas beyond advertising’ tambahnya. Penampilan dari Saron Groove yang memainkan musik gamelan gaul anak muda Yogyakarta ,  mendapat apresiasi yang sangat luar biasa dari para penonton yang datang dan membuat Awarding Night menjadi semakin meriah.   Inilah malam yang sangat ditunggu-tunggu oleh para penonton,  semua bersiap untuk mengetahui siapakah yang layak disebut Hero yang akan membawakan kebahagiaan kepada orang lain, masyarakat secara luas melalui karya-karyanya.    Berikut adalah pemenang kompetisi dalam Ajang Pinasthika Creativestival XVI : Kategori ADStudent Gold : ‘Berhenti Bermimpi’ karya P. Angeline Clareta H dari Universitas Kristen Petra Silver : ‘Untuk yang Tersayang’ karya Nellia dari Institut Teknologi Bandung Bronze : ‘Ora Kethok’ karya Nyoman Kurnia Widiasih dari Universitas Muhamaddiyah Yogyakarta   Kategori YFD (Young Film Director) Gold : ‘Vibra Thor’ karya Regga Hendarto Silver : ‘Mafia Kata-Kata’ karya Agus Budi Suryanto Bronze : ‘Ngumbahi Klambi’ karya Gregorius Gora Irianto   Kategori Urban Idea Award Gold : ‘Lama – Lama Aku Tak Cinta’ karya Dyama Khazim Silver : ‘Pay with Plastic’ karya Nur Kumalaningtyas Bronze : ‘Ajian Sekaten’ karya Zulfikart   Agency of The Year BASKARA KBBI OAO (Otak Atik Otak)   Agency of The Year BAWANA PT. Fortune Indonesia The Best of Media Graphic Design : Masterpiece Magazine   Awarding Night menjadi tanda malam puncak diselenggarakannya Pinasthika XVI, namun rangkaian acara Pinasthika XVI masih bisa dinikmati esok harinya Minggu, 20 September 2015. Creative Movement Gallery masih bisa dikunjungi secara gratis di Taman Budaya Yogyakarta sampai dengan pukul 21.00 wib ada karya-karya kreatif anak bangsa yang bisa kita apresiasi. Dan juga stand kuliner Pasar Kreasi Pinasthika di halaman Taman Budaya Yogyakarta, disana Anda bisa menikmati aneka kuliner dengan harga yang sangat terjangkau sambil menikmati pemutaran film dari DotMov, JAFF dan Art Video Biennale Jogja di panggung bawah Beringin Tamana Budaya Yogyakarta.
  • Sarihusada Kembangkan Fasilitas Produksi

    Jumat, 18 September 2015 | Expired
    Menteri Perindustrian Saleh Husin hari ini mengunjungi Pabrik Sarihusada. Dalam kunjungannya Menperin didampingi oleh  Dirjen Industri Argo, Panggah Susanto, Direktur Industri Minuman dan Tembakau , Faiz Achmad, Direktur Makanan Hasil Hutan dan Perikanan , Abdul Rochim,  beserta jajaran Kementrian Perindustrian. Menperin berkesempatan meninjau fasilitas produksi di Sarihusada termasuk fasilitas produksi baru. Sarihusada secara rutin melakukan investasi untuk pengembangan fasilitas produksinya. Tahun ini investasi Sarihusada sebesar 200 M untuk pengembangan fasilitas produksi , dan akan dilakukan investasi lanjutan di tahun mendatang sesuai kebutuhan. “Kami berharap pemerintah meneruskan dukungan terhadap perusahaan yang secara konsisten mengembangkan produk, menciptakan lapangan kerja dan melakukan investasi. Salah satu dukungan yang diperlukan adalah kemudahan perizinan, keamanan dan kenyamanan berusaha, stabilitas makro ekonomi dan insentif pajak,” kata Arif Mujahidin , Head of Corporate Affairs Sarihusada. PT Sarihusada Generasi Mahardhika saat ini adalah bagian dari Grup Danone yang berpusat di Paris. Danone sendiri adalah sebuah grup perusahaan yang memiliki misi sosial sama pentingnya dengan misi bisnis. Sejak didirikan tahun 1954 atas prakarsa UNICEF dengan Pemerintah Indonesia, hingga saat ini Sarihusada telah beroperasi selama 61 tahun dan terus mendukung pemenuhan gizi ibu dan anak di Indonesia baik melalui produk berkualitas yang dihasilkan maupun melalui inisiatif sosial. Sejak tahun 2008 hingga 2015, program sosial Sarihusada telah menjangkau  lebih dari 700.000 ibu dan anak di seluruh Indonesia. Menteri beserta rombongan diterima Direksi beserta jajarannya. Dalam kunjungan tersebut, selain mendapatkan informasi mengenai perusahaan dan proses produksinya, menteri beserta rombongan juga berkesempatan melihat langsung proses produksi dari mulai proses pencampuran sampai proses pengisian dan pengepakan serta pergudangan.      Dalam kesempatan tersebut Operation Director Sarihusada, Rachmat Suhappy mengatakan bahwa Sarihusada terus berusaha memenuhi kebutuhan produk nutrisi ibu dan anak Indonesia dan dengan 2 pabrik yang beroperasi di Yogya dan Klaten, beroperasi dengan memperhitungkan biaya rendah dan efisien serta produktifitas yang mendukung fasilitas produk yang setara dengan pabrik makanan bayi di negara maju untuk memenuhi standar grup. Safety & Health bukan hanya digalakkan di dalam pabrik akan tetapi juga ditularkan keluar lingkungan pabrik. Selain itu Credibility merespect pada Code of conduct, Comdev dan nature.  
  • 10 Besar Duta Museum DIY Telah Terpilih

    Selasa, 18 Agustus 2015 | Expired
    Bertempat di Hotel Gallery Prawirotaman Yogyakarta (15/8) penjurian penentuan 10 besar Duta Museum DIY dilakukan dan akhirnya terpilih 10 besar dari 30 peserta yang mengikuti penjurian akhir. Hairullah Gazali Koordinator Teknis Pemilihan Duta Museum DIY 2015 menyampaikan untuk memilih dari 30 menjadi 10 orang finalis bukanlah pekerjaan yang mudah bagi tim pemilihan dan dewan juri. “Selama beberapa hari kami melakukan pengamatan langsung masing-masing finalis secara langsung maupun aktivitasnya di Medsos, agar lebih tajam dan detail dalam hasil, bahkan kami juga menerjunkan dewan juri sekaligus untuk memberikan pembekalan dan mengadakan pengamatan langsung”, papar Hairullah. “Masing-masing dewan juri pun kami berikan poin-poin pengamatan sendiri dengan pendekatan beberapa aspek diantaranya aspek komunikasi dan public speaking, tata bahasa dan bahasa asing, pengetahuan permuseuman dan aspek kebudayaan dengan pendekatan keistimewaan DIY” tegas Hairullah. “Satu hal yang kami bangga dari proses ini, project yang kami berikan ke para finalis ternyata menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Bahkan ada finalis yang dimintai tolong oleh pihak museum untuk membuat video promosi sampai dengan mendapatkan undangan dari museum di Belanda untuk mewakili Indonesia”, tambah Hairullah. Mayor Sus Ayi Supriadi, S.S., M.Sc. Wakil Ketua Umum Barahmus DIY yang juga berasal dari Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala menyampaikan apresiasi dan kesungguhan para duta ini dalam menjalani proses dan mengerjakan project yang dibebankan kepada masing-masing finalis. “Kami dari Barahmus sebagai wakil dari user Duta Museum nantinya memiliki harapan yang sangat besar terhadap kinerja Duta Museum DIY ini nantinya. Kita harus memiliki Duta Museum yang istimewa dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya, karena potensi permuseuman kita sangat banyak dan variatif”. “Pengelola, Pemerintah, Masyarakat, Duta dan Edukator Museum harapannya nanti saling bahu membahu untuk dapat memajukan museum di DIY” tutup Ayi. Finalis 10 besar Duta Museum telah diumumkan melalui website www.dutamuseumdiy.com mulai 15 Agustus pukul 20.00 WIB. Setelah ini harapannya 10 besar Duta Museum ini akan kembali mengikuti beberapa tahapan lagi diantaranya Pembekalan 10 besar, pengerjaan project tahap ke-2 sampai dengan pelatihan koreografi dan persiapan lainnya untuk malam Grand Final yang akan dilaksanakan di Hotel Harper Mangkubumi tanggal 22 Agustus mendatang.   Hairullah Gazali Koordinator Teknis Pemilihan Duta Museum DIY Telp 0816592791, e-mail: dutamuseumdiy@gmail.com Website: www.dutamuseumdiy.com
  • 30 Besar Duta Museum DIY Telah Terpilih

    Senin, 03 Agustus 2015 | Expired
    Setelah melalui proses audisi dan penjurian awal dari 80 besar, telah terpilih 30 besar calon Duta Museum DIY. Nantinya 30 besar ini akan mengikuti beberapa tahapan termasuk wajib kunjung museum, wawancara, pembekalan, karantina dan penobatan. Hairullah Gazali, pelaksana teknis Pemilihan Duta Museum DIY 2015 menyampaikan bahwa untuk tahun 2015 ini pemilihan Duta Museum DIY lebih menekankan pada faktor komitmen dan kemampuan untuk mewakili museum di DIY. Pada pemilihan Duta Museum kali ini juga kami meminta Calon Duta Museum untuk menyusun sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mempromosikan kegiatan pemilihan Duta Museum DIY 2015, mempromosikan museum, mencari dukungan sebagai finalis pemilihan Duta Museum DIY 2015, mengkampanyekan gerakan mencintai museum dan mengunjungi museum. “Kami sangat berharap, seorang duta museum mampu melihat museum dari sisi lain bukan dari kacamata orang biasa”, tegas Hairullah. Ditambahkan oleh Hairullah, karya nyata seorang Duta Museum harusnya sudah terlihat pada saat mendaftar pertama kali baik dari sisi portofolio maupun dari sumbangsihnya terhadap museum. “Dalam pemilihan ini tim juri audisi dan penjurian awal telah berusaha secara maksimal, karena dari sisi kompetensi 80 besar memiliki perbedaan kompensi yang tidak terlalu jauh”, papar Hairullah. Felix Satya Adri Krisnugraha finalis 30 besar Duta Museum DIY 2015 diwawancarai setelah penjurian awal di Aula Dinas Kebudayaan DIY (30/6) menyampaikan bahwa proses pemilihan mulai dari audisi hingga penentuan 30 besar menurutnya sangat menantang dibandingkan kegiatan pemilihan lainnya. Apalagi saat ini pemilihan Duta Museum DIY diberikan sebuah aktivitas project yang menuntut komitmen tinggi sebut Felix yang juga memiliki pofesi sebagai announcer di Radio dan TV swasta lokal. Dalam mengerjakan project nantinya Felix berencana menggandeng komunitas yang selama ini sudah intens di museum. Menurut Felix membangun kecintaan terhadap museum harus dimulai dari yang sederhana dan kecil-kecil saja. “Kita tidak perlu berpikir yang rumit untuk mendorong kecintaan terhadap museum", tambah Felix. Pengumuman 30 besar duta museum dan persyaratannya dapat diakses www.dutamuseumdiy.com mulai tanggal 1 Agustus 2015.   Hairullah Gazali Koordinator Teknis Pemilihan Duta Museum DIY Telp.: 0816592791 E-mail: dutamuseumdiy@gmail.com Website www.dutamuseumdiy.com  
  • Sleman 'Umuk' Kesenian Keren di Denpasar

    Kamis, 18 Juni 2015 | Expired
    Kabupaten Sleman akan mengirimkan kontingen untuk misi kesenian ke Denpasar Bali. Kontingen yang beranggotakan 22 seniman Sleman tersebut akanmementaskan pertunjukan utama berupa sendratari berjudul “Bandung Bondowoso Sang Maha Wira”, Kamis 18 Juni 2015 di TamanBudaya Denpasar Bali.  Demikian dinyatakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan danPariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM, Senin 15 Juni 2015 dikantornya Jl. KRT Pringgodiningrat No.13 Beran Tridadi Sleman Yogyakarta.Ayu menambahkan bahwa misi kesenianKabupaten Sleman ke Bali tersebut dilaksanakan dalam rangka mangayubagyo Pesta Kesenian Bali.  Sendratari “Bandung Bondowoso Sang Maha Wira” tersebut disutradarai oleh Pramono, S.Sn, penata tari IndraWijaya, S.Pd, penata iringan Fajar Sri Sabdono, S.Sn dan Sukoco denganmengambil inti cerita permintaan sumur Jalatondo dan 1.000 candi dari RaraJonggrang kepada Bandung Bondowoso. Selain itu sebelum pementasan utama jugaakan ditampilkan tarian “GolekAyun-ayun”, “Jaran Kobar” yangmenggambarkan semangat membara dari Prabu Klono Sewandowo dalam mencari DewiSekartaji serta wayang pakeliran padat “BandungMaha Wira” oleh dalang Mara Wasis Putra Pembayun, S.Sn Lebih lanjut Ayu mengatakan bahwa pengiriman misi kesenian ke Provinsi Bali dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan kesenian Sleman di Bali.  Dengan demikian sehinggamasyarakat Bali dan juga sekaligus wisatawan yang berkunjung ke Bali khususnyadisekitar Taman Budaya Denpasar Bali dapat lebih mengenal tentang kesenianSleman. Harapannya mereka kedepan akan dapat mengagendakan kunjungan kebeberapa destinasi di Sleman sekaligus dapat menikmati kesenian yangditampilkan.  Kontingen misi kesenian Sleman ke Bali nantinya akan dipimpin oleh Sekretaris Dinas Dra. Endah Sri Widiastuti, MPA.Disisi lain diharapkan kontingen Sleman dapat belajar lebih jauh sehingga kedepan mampu tampil dengan baik dihadapanwisatawan serta mampu memodifikasi kearifan lokal dengan kebutuhan wisatawanserta tetap mempertahankan dari pengaruh negatif budaya asing.  Ke 22 seniman Sleman tersebut merupakan seniman bibit ungguldan multi talenta yang memiliki kualitas dan loyalitas tinggi terhadap senibudaya lokal. Hal tersebut didasarkan atas pengamatan dan penjaringan yangketat yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman.  Terlait dengan seni dan budaya Bali, tidak bisa dipungkiri bahwa seni budaya di Bali sudah menjadi nafas bagi segala lapisan warga masyarakat yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh positif terhadap perkembangan pariwisata di Bali. Oleh karenanya ini 9 merupakan hal yang positif dan perlu diadopsi sehingga warga dan masyarakat Sleman akan semakin mencintai seni budaya sendiri untuk kemudian dapat dikembangkan dalamrangka mendukung kepariwisataan di Kabupaten Sleman. Suatu hal yang positifbahwa regenerasi cinta budaya di Sleman sudah mulai berkembang, terbukti denganseniman yang mengemban misi ke Bali ini juga sebagian besar berasal darigenerasi muda.

jogjastreamers

GERONIMO 106,1 FM

GERONIMO 106,1 FM

Geronimo 106,1 FM


SWARAGAMA 101.7 FM

SWARAGAMA 101.7 FM

Swaragama 101.7 FM


RETJOBUNTUNG 99.4 FM

RETJOBUNTUNG 99.4 FM

RetjoBuntung 99.4 FM


ARGOSOSRO FM 93,2

ARGOSOSRO FM 93,2

Argososro 93,2 FM


UNISI 104,5 FM

UNISI 104,5 FM

Unisi 104,5 FM


MBS 92,7 FM

MBS 92,7 FM

MBS 92,7 FM


Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini