Berita

Prameks Stop Operasi Akhir 2020, Ini Sekelumit Sejarahnya

Oleh : Rahman / Selasa, 30 Juni 2020 13:30
Prameks Stop Operasi Akhir 2020, Ini Sekelumit Sejarahnya
Petugas memberikan sinyal kepada Kereta Api Prameks di Stasiun Lempuyangan (2020)-Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Kereta Prameks yang merupakan moda transportasi massal dan terjangkau bagi para pelintas daerah Yogyakarta-Solo dan Kutoarjo akan berhenti beroperasi mulai akhir tahun 2020.

Rencanaya Prameks akan digantikan dengan Kereta Rel Listrik (KRL) yang saat ini sedang dipersiapkan jalur dan elektrifikasinnya oleh Kementerian Perhubungan.

“Memang benar, KA legendaris Prambanan Ekspres (Prameks) akan berhenti beroperasi pada akhir tahun ini dan akan digantikan oleh KRL dengan rute yang sama,” ujar Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto, Selasa (30/6).

Berikut sejarah tentang asal muasal Kereta Api Prambanan Ekspres (Prameks) dari masa ke masa;

Dilansir lewat laman Wikipedia.org, Prameks awalnya diberi nama Kereta Kuda Putih dan merupakan kereta api berjenis Kereta Rel Diesel (KRD) yang ada sejak yahun 1963.

Dinamai Kereta Kuda Putih karena pada salah satu sisi bagian kereta terdapat dua buah simbol kuda sebagai hiasannya.

Simbol tersebut adalah gambar dua kuda dan berada pada bagian depan lokomotif atau dekat dengan tempat masinis kereta.

Memiliki ukuran panjang sekitar 18.690 mm atau 18,69 meter, berat 32 ton, dan daya tarik mesin 215 hp, kepala kereta (lokomotif) ini terbilang cukup tangguh menarik sejumlah gerbong.

Kuda Putih dapat melaju dengan kecepatan hingga 90 km/jam, dapat dibilang cukup cepat untuk mengakses beberapa daerah yang dijangkaunya pada saat itu.

Sejak itu minat masyarakat akan KRD Kuda Putih semakin tinggi karena dinilai cukup cepat dan murah sebagai kereta lintas daerah.

(Sejumlah pekerja sedang mengerjaakan pemasangan tiang pancang untuk kereta api KRL yang baru)

Sekitar tahun 1980, Kuda Putih mengalami masa sulit dimana banyak terjadi kerusakan dan berkendala pada sejumlah bagian mesin.  

Karena sparepartnya susah di dapat atau diperbaki, akhirnya sekitar tahun 1980 digantikan dan diberi nama Kereta Prambanan Ekspres atau Prameks dan mulai beroperasi pada tahun 1994.

Pada tahun 1994 untuk mengakomodir masyarakat, PT KAI masih memanfaatkan kereta Senja Utama untuk menggandeng gerbong Prameks. Dengan mematok tarif sekitar Rp.2 ribu sekali jalan untuk ekonomi dan Rp.5 ribu untuk eksekutif.

Karena animo masyarakat yang semakin tinggi maka akhrinya pada 1 Maret 2006, rangkaian KA Prameks memiliki lokomotif sendiri berjenis Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) dengan mesin seri MCW 302 prototipe pertama dari PT INKA.

Yang awalnya hanya melayani lima kali pulang pergi Yogyakarta- Surakarta (Solo), dengan lokomotif baru ditambah menjadi 10 kali PP. Pada tahun 2008, PT KAI memutuskan untuk memperpanjang jalur Pramkesk hingga Kutoarjo.

Dan pada tahun 2011, Prameks mengalami perubahan kembali dari berjenis lokomotif KRDE menjadi Komuter dan jenis KA Prameks Komuter inilah yang sering digunakan masyarakat sampai sekarang.

Eko mengungkapkan, KA Prameks selama ini telah melayani masyarakat yang berasal dari sejumlah kota di wilayah DIY hingga Jawa Tengah (Solo dan Kutoarjo) dengan sangat baik dan beroperasi hampir 26 tahun.

“Nantinya KA Prameks tetap akan beroperasi namun untuk wilayah lain yang lebih membutuhkan. Jadi tidak akan hilang tetap ada, hanya saja di wilayah lain dan mungjin dengan nama lain juga,” ungkapnya.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini