Pendidikan

Anak Gagal Masuk SMP Negeri, Ini yang Wajib dilakukan Orang Tua

Oleh : Budi W / Sabtu, 15 Juli 2017 07:25
Dok Istimewa


www.gudeg.net, Yogyakarta - Anak-anak yang gagal masuk di SMP negeri hari ini banyak yang membutuhkan dukungan. Karena itu, keberadaan serta motovasi keluarga sangat diperlukan dalam kondisi semacam ini. Menurut pemerhati pendidikan, Upi Isabella Rea pada Tim Gudegnet mengatakan bahwa Menjadi tugas keluarga untuk tetap menjaga dan meningkatkan semangat belajar anak, khususnya yang gagal masuk SMP Negeri.

"Sebab di usia SMP, siswa-siswi tengah mengalami fase perubahan dari seorang anak menuju pra remaja, yang membutuhkan bimbingan dan pendampingan kuat dari keluarganya," kata sosok yang kini tengah menyelesaikan program Doktoral pada Program Studi Pengkajian Amerika, UGM, dengan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan tersebut.

saat ini, banyak siswa atau siswi yang mengalami tekanan psikologis sebagai akibat gagal masuk ke SMP Negeri yang dituju. Dampaknya, akan memengaruhi semangat belajar anak di masa mendatang.

Setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan penurunan semangat belajar pasca anak gagal masuk ke sekolah negeri. Pertama, anak gagal masuk ke sekolah negeri seringkali dianggap sebagai anak yang kurang pintar dalam pelajarannya. Sebab, kompetisi untuk masuk ke sekolah negeri dianggap sebagai prestasi siswa. Kedua, kegagalan siswa masuk ke sekolah negeri juga disebabkan oleh ketidakpahaman orangtuanya dalam menerapkan strategi pemilihan sekolah bagi anak.  

"Ketiga yakni beberapa siswa yang mendaftarkan diri melalui jalur Keluarga Menuju Sejahtera (KMS), juga sering diperhadapkan dengan kondisi sulit. Selain karena NUN anak rendah, orangtuanya juga tidak berani gambling untuk mencoba peruntungan untuk mendaftar ke sekolah negeri," ungkap sosok yang bekerja di Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta tersebut.

Biasanya, anak gagal masuk sekolah negeri karena orangtua memaksakan kehendak agar anaknya masuk sekolah negeri favorit, meski nilai ujian nasional (NUN) anaknya dibawah standar yang ditetapkan sekolah tersebut.

"Jadi orangtua disini mencoba gambling, dan akhirnya anak yang dikecewakan serta semangat belajar pun dipertaruhkan,” terang Upi.

Solusinya, orang tua wajib memberikan dukungan serta tetap memberikan kepercayaan dan kesempatan pada anak untuk belajar di sekolah lain. kemudian, memfasilitasi dan melatih anak belajar dalam mengembangkan tanggungjawab pribadinya, terutama untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan yang akan dihadapi.

"Kegagalan seorang anak masuk ke jenjang lebih tinggi di sekolah negeri, bukanlah segala-galanya. Namun dukungan dan perhatian keluarga justru sangat berperan penting dalam membangun generasi penerus bangsa," tutupnya ramah.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    Swaragama 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RetjoBuntung 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    Radio GCD  98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    Geronimo 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    Argososro 93,2 FM

    Argososro 93,2 FM

    Argososro 93,2 FM


    SoloRadio 92,9 FM

    SoloRadio 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini