Gudeg.net- Asrama Haji Yogyakarta yang awalnya dijadikan lokasi karantina orang dalam pemantauan (ODP) saat ini beralih fungsi menjadi Fasilitas Kesehatan (Faskes) Darurat Covid-19.
Hal tersebut seiring dengan melonjaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.
“Sejak awal bulan ini, Asrama Haji Yogyakarta, resmi dijadikan faskes Darurat Covid-19 bagi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan asimptomatis atau tanpa gejala, dan bergejala ringan,” ujar Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo, beberapa waktu lalu.
Sementara itu Kepala Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, saat ini kapasitas Asrama Haji Yogyakarta berjumlah 138 kamar.
“Dari kapasitas yang ada, hingga kemarin, Kamis (6/8) Asrama Haji Yogyakarta telah terisi oleh 32 pasien terpapar Covid-19 dan saat ini sedang dalam pengawasan ketat,” ujar Shavitri Nurmala Dewi saat di hubungi melalui sambungan telepon, Jumat (7/8).
Wanita yang akrab di sapa Evi itu mengungkapkan, data keseluruhan penghuni Asrama Haji saat ini adalah pasien dengan status OTG Reaktif 6 orang dan pasien dengan status OTG Positif 26 orang.
“Para pasien tersebut mengisi tiga gedung yaitu Gedung Muzdalifah 11 orang, Gedung Madinah 6 orang dan Gedung Makkah 15 orang,” ungkapnya.
Terdapat dua mekanisme pemulangan atau dinyatakan sembuh bagi pasien yang di rawat di Asrama Haji yaitu bagi orang tanpa gejala, setelah 10 hari masa perawatan mereka diperbolehkan pulang dan dilanjutkan empat hari isolasi mandiri.
Atau dengan cara, perawatan intensif selama tujuh hari dan menjalani tes swab, bila hasil swab negatif, pasien baru diperbolehkan untuk pulang.
“Namun saat ini tingkat kesembuhan pasien sendiri relatif cepat, rata-rata berkisar antara 5-6 hari perawatan,” jelasnya.
Kirim Komentar