Gudeg.net- Masuknya sejumlah varian virus baru Covid-19 seperti B1617 yang berasal dari negara India harus di sikapi dengan tenang, tidak perlu panik dan tetap meningkatkan protokol kesehatan (prokes).
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM Gunadi dalam keterangannya tertulisnya yang diterima Gudegnet, Kamis (20/5).
“Yang harus ditingkatkan adalah kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan prokesnya. Jangan sampai lengah dan panik terhadap varian baru virus Covid-19.”ujarnya.
Menurut Gunadi, varIan virus baru B1617 ini dapat dikatakan cukup cepat penyebaran dan itu sudah ditemukan sejumlah kasus di Inodonesia.
Karena itu diperlukan langkah seperti perbanyak tes pengurutan genom (genetik) lengkap yang menentukan DNA atau Whole Genome Sequencing (WGS).
“Itu harus dilakukan dengan cepat oleh pemerintah untuk pengawasan terhadap varian virus baru tersebut. Selain itu juga dapat diketahui kecepatan penyebarannya,” tuturnya.
Hingga saat ini Satuan Tugas Penanganan Covid-19 belum melaporkan adanya penyebaran varian virus baru tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), namun warga tidak boleh mengabaikannya.
Sementara itu, pakar epidemilogi UGM dr Riris Andono Ahmad dalam sebuah acara di Sleman mengungkapkan, perlu adanya perubahan dalam sistem penanganan penyebaran Covid-19.
Salah satu perubahan yang dimaksud adalah pelayanan rumah sakit rujukan, agar dapat lebih maksimal ke depannya terutama dalam menangani pasien dengan kondisi berat.
“Kecepatan pelayanan terhadap pasein Covid-19 harus ditingkatkan lagi agar tidak ada kata terlambat ketika pasien berat masuk ke dalam rumah sakit rujukan," ungkapnya.
Riris juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak berhenti menerapkan program 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.
Ia menambahkan, mengurangi mobilitas dapat menjadi kunci pencegahan penyebaran terlebih saat ini ada varian virus baru Covid- 19. “Tetap disiplin prokes dan jalani 5M,” tambahnya.
Kirim Komentar