Gudeg.net—Semenjak pandemi menghantam dunia, banyak industri yang tergoncang. Adat kehidupan pun berubah total, salah satunya merumahkan diri atau dirumahkan.
Agar ekonomi kita tetap dapat bertahan, salah satunya adalah dengan memulai usaha. Idealnya, usaha dan pekerjaan tetap berjalan bersamaan.
Simak tips dari Lifepal berikut mengenai cara karyawan mempersiapkan diri untuk menjadi wirausahawan.
#1 Tetapkan pengeluaran bulanan
Perhitungkan dengan seksama pengeluaran bulanan. Pemasukan dari usaha nanti mungkin saja lebih besar daripada gaji saat ini, tetapi pemasukan tersebut tidak tetap.
Kita harus selalu siap untuk menghadapi masa saat usaha memberi sedikit sekali pemasukan, atau tidak sama sekali. Hal ini merupakan salah satu risiko usaha.
Sebab ini lah yang membuat kita harus menghitung pengeluaran kebutuhan sehari-hari berdasarkan pemasukan tetap.
#2 Siapkan dana darurat
Sebelum memulai usaha, hal yang wajib kita miliki adalah dana darurat yang memadai. Perlu diingat kembali, penghasilan dari usaha akan fluktuatif.
Risiko berkurang atau hilangnya penghasilan karena usaha berpotensi terjadi kapan saja..
Idealnya, kita memiliki dana darurat setara lebih dari 6 kali pengeluaran bulanan atau 12 kali pengeluaran bulanan.
Dana darurat ini berfungsi sebagai dana untuk memitigasi risiko di saat kita tidak bisa menghasilkan penghasilan bersih dari usaha.
Sekadar diketahui, keuangan bisnis merupakan hal yang berbeda dengan keuangan pribadi. Saat memutuskan berbisnis, langsung pisahkan keuangan untuk bisnis dan keuangan pribadi.
Kedisiplinan pembukuan harus dilakukan sejak awal.
#3 Miliki proteksi
Bila saat ini kita mendapat fasilitas asuransi kesehatan dari kantor, fasilitas itu tidak akan kita dapatkan lagi secara gratis jika memilih banting setir jadi pengusaha.
Selain memiliki dana darurat, miliki pula asuransi untuk menghindari hilangnya atau terkurasnya tabungan karena sejumlah risiko atau musibah yang mungkin terjadi.
Bila sama sekali belum memiliki asuransi dan memiliki bujet terbatas untuk membayar jaminan kesehatan, manfaatkan BPJS Kesehatan. Seluruh anggota keluarga harus memiliki BPJS sebagai proteksi kesehatan paling dasar.
Jika kita adalah pencari nafkah, pertimbangkan untuk mengambil asuransi jiwa untuk melindungi keluarga.
Perlu diketahui, bahwa semakin tua usia ketika membeli asuransi, makin mahal pula premi yang harus dibayarkan.
#4 Kenali bisnis yang dijalani dan kesehatan keuangan usaha
Sangat bahaya bila kita sendiri tidak memahami bisnis yang kita jalani dengan baik. Kita harus memiliki rencana bisnis yang baik sebelum memulai.
Sebuah rencana bisnis akan bisa menjawab pertanyaan penting seperti; apa yang kita jual? Siapa pangsa pasar kita? Seperti apa proyeksi bisnis kita? Bagaimana kita menjaga kesehatan keuangan di usaha tersebut?
Lakukan pencatatan keuangan usaha agar kita bisa mengenali kesehatan keuangan dengan baik. Mempelajari pembukuan untuk usaha juga perlu kita lakukan agar tidak meleset.
#5 Mulai dari yang kecil
Banting setir dari karyawan menjadi pengusaha tentu bukanlah hal yang mudah, terutama bagi mereka yang sudah terbiasa menerima penghasilan rutin bulanan dari pemberi kerja.
Tidaklah salah untuk memulainya secara perlahan. Coba menjalankan bisnis sampingan skala kecil agar dapat dijalankan sembari bekerja.
Lambat laun, ketika bisnis sampingan itu berkembang dan bisa menghasilkan uang lebih dari sekali gaji bulanan yang diperoleh secara stabil, kita bisa fokus menjalani usaha.
Jangan cepat patah semangat jika bisnis tidak berjalan lancar. Butuh kegigihan dan kemauan yang kuat saat menjalani bisnis sendiri.
Kirim Komentar