Desain Fashion Salah Seorang Anggota APPMI DIY
Para desainer kenamaan Yogyakarta yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DIY siap bersaing dengan desainer nasional diajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2015 pada 26 Februari - 1 Maret 2015 di Jakarta Convention Center.
Raut optimis tersebut tersirat diwajah Lia Mustafa, Phillip Iswardono, Mudrika Paradise serta nama-nama perancang terkenal lain saat bertemu dengan rekan media di Hotel Jambuluwuk Yogyakarta (13/01) malam.
Pagelaran Indonesia Fashion Week sendiri merupakan kawah candra dimuka pecinta fashion dalam upaya untuk memperkenalkan, mengembangkan potensi kekayaan alam dan keanekaragaman budaya yang dituangkan dalam kegiatan peragaan busana. Direncanakan, akan ada 32 fashion show, 665 brands, dan 1920 outfits yang bakal tampil di pagelaran akbar tersebut.
"Dalam kegiatan ini, nantinya akan melibatkan banyak desainer ternama Indonesia, pengrajin serta berbagai jenis perusahaan yang bergerak dibidang fashion," jelas salah seorang peserta exhibition IFW, Lia Mustafa.
Dalam event ini dia akan mengeluarkan tema fashion dengan berjudul "V". Diikuti anggota APPMI DIY lain seperti Phillip Iswardono dengan tema Klenik dan juga Mudrika Paradise dengan tema Ethnic Minority.
Dalam kesempatan tersebut, Mudrika Paradise yang merupakan desainer termuda di APPMI DIY akan mengusung Ethnic Minority suku bangsa minoritas di Thailand. "Bangsa disana tidak semuanya pribumi, bahkan sebagian besar berasal dari negara lain," ungkapnya.
Agar tetap Indonesia, ia menggunakan tenun khas NTT. Gaya desainnya menggunakan style suku Hmong (China Tengah) dan dilengkapi dengan beragam aksesoris pendukung.
Terakhir, Indonesia Fashion Week pastinya memiliki tujuan utama yakni untuk mempromosikan kebudayaan, keragaman budaya Indonesia ke kancah internasional sebagai salah satu potensi kekayaan alam yang wajib dipertahankan oleh bangsa kita.
Kirim Komentar